Penilaian Akhir Semester dan Keseruannya

Terbaru675 Dilihat

Oleh Nuraini Ahwan

Penilaian akhir tahun pelajaran pasti dilaksanakan sebelum kenaikan kelas. Sama halnya dengan tahun ini, meskipun situasi dan kondisi berbeda akibat corona virus disease 19. Corona virus disease tidak menghalangi pelaksanaan penilaian akhir tahun pada tahun pelajaran tahun  ini. Pelaksanaan tentu dengan  tetap memperhatikan protokol kesehatan. Yang berbeda dalam pelaksanaannya tahun ini dengan tahun sebelumnya terletak teknik dan tempat pelaksanaannya.

Perencanaan pelaksanaan penilaian akhir tahun dilaksanakan melalui rapat pendidik dan tenaga kependidikan. Saya berpesan kepada semua pendidik untuk tidak membandingkan  teknik pelaksanaan di tempat lain dengan sekolah kita. Sekolah lain belum tentu melakukan hal yang sama dengan sekolah kita. Berbeda situasi, berbeda kondisi, berbeda permasalahan sehingga kebijakan pun berbeda.

Corona virus disease, dalam 3 bulan belakangan ini mulai pertengahan bulan Maret telah mengubah pola pembelajaran yang dilakukan. Dari pembelajaran tatap muka langsung di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh. Bahkan belajar dari rumah sampai enam kali perpanjangan waktu belajar dari rumah. Pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di tempat saya bertugas secara perlahan-lahan pula berubah dari pola kombinasi antara dalam jaringan (daring) dengan luar jaringan (luring) menjadi  pola dalam jaringan penuh. Aplikasi yang kami gunakan adalah whatsAap dengan membentuk whatshaap grup kelas.

Di masa covid 19 ini, pembelajaran dilaksanakan jarak jauh dengan pola atau teknik dalam jaringan (daring). Penilaian akhir semester dan penilaian akhir tahun dilaksankan dengan pola jarak jauh tetapi ujung-ujungnya dengan menggunakan luar jaringan atau luring juga. . Jadi bisa dikatakan dari daring pada akhirnya menjadi luring. Mengapa?

Perubahan pola ini merupakan tantangan yang mengasyikkan dan penuh dengan keseruan  di tengah aturan protokol kesehatan dan mendekati era new normal. Berharap apa yang dilakukan saat luring pada pelaksanaan PAS/PAT ini merupakan latihan untuk memasuki new normal. Keseruan apa yang terjadi dalam pelaksanaan hari pertama PAS/PAT di tempat saya bertugas. Baiknya kita simak atau membaca tulisan ini sampai tuntas.

Pada tulisan sebelumnya, saya urai tentang persiapan pelaksanaan  dan teknik pelaksanaan penilaian akhir semester 2 atau penilaian akhir tahun.

Teknik pelaksanaan yang digunakan di tempat saya bertugas adalah dengan membentuk posko pelaksanaan. Setiap posko dikoordinir oleh satu guru sebagai koordinator. Koordiantor setiap posko menangani pendistribusian soal ke semua siswa  dari kelas 1 sampai kelas 5 yang terdata. Mereka  akan mengambil naskah soal, mengerjakan dan mengembalikan lembar jawaban  ke poskonya masing masing. Posko dibentuk berdasarkan lokasi tempat tinggal siswa. Memperbanyak posko memungkinkan tidak terjadinya penumpukan atau kerumunan anak yang lebih besar. Ada sepuluh posko yang terbentuk.

Untuk mempermudah kerjanya koordinator posko dan mengetahui pada siapa saja soal akan disistribusikan dilakukan pendataan siswa berdasarkan tempat tinggalnya. Setiap wali kelas menyerahkan data siswa ke koordinator posko. Ini memudahkan koordinator dalam menjalankan tugasnya, setiap wali kelas sudah mendata nama peserta didik dan tempat tinggalnya termasuk ke posko mana yang terdekat dengan rumahnya. Data tersebut diserahkan kepada koordinator masing-masing posko.

Sementara guru yang tidak bertugas sebagai koordinator posko, bertugas menangani pengaduan dari masing-masing koordinator posko. Guru menangani pengaduan apabila terjadi kendala seperti kekurangan soal atau siswa yang keliru poskonya. Jika terjadi kekurangan soal di salah satu posko maka tim atau panitia yang di sekolah yang bergerak mengantarkan kekurangan soal sehingga koordinator tetap diam di posko masing-masing.

Pada pelaksanaan awal,  koordinator posko kembali ke sekolah setelah distribusi soal dan kembali pada saat jam berakhir untuk mengambil lembar jawaban, tetapi seiring dengan berjalannya kegiatan ada perubahan. Koordinator menunggu di posko sampai jam berakhir. Termasuk perubahan tempat pengerjaan menjadi fleksibel. Boleh dikerjakan di rumah, atau dikerjakan di posko masing-masing jika protokol kesehatan sudah disiapkan oleh koordinator posko. Ini menurut pengamatan atau pemantauan kepala sekolah.

Bagaimana dengan hari pertama pelaksanaan tugas koordinator posko pelaksanaan penilaian akhir semester dan panitia yang bekerja di sekolah?

Benar-benar seru, mengalahkan keseruan ujian nasional. Lebih heboh dan lebih dipersiapkan dengan matang karena pelaksanaannya tidak di sekolah. Yang dihadapi nanti di posko bisa jadi bukan siswa saja tetapi orang tua. Orang tua atau wali murid yang selama ini merupakan anggota dalam whatsaap grup kelas.

Soal dibagi langsung ke masing-masing koordinator posko pagi itu sehingga terjadi keseruan yang yang saya katakan luar biasa menarik. Tiap koordinator meminta soal dari masing-masing guru kelas, sementara guru kelas juga ada yang bertugas sebagai koordinator. Tangan kiri koordintaor memegang daftar peserta didik yang di poskonya, seraya menyebut atau meminta soal kepada guru kelas atau guru mata pelajaran,”Mana soal kelas 1 untuk posko saya, mana soal kelas 2 dan seterusnya.” Tidak ada yang mau ketinggalan. Sepertinya tiap koordinator ingin soal untuk poskonya lengkap dan mereka segera meluncur ke posko masing-masing. Ada keramaian, ada nada bahagia dan senang karena tak pernah merasakan pelaksanaan PAS /PAT seperti ini.

Kekompakan yang sangat luar biasa walaupun tampak seperti hiruk pikuk. Sekali lagi, keseruannya mengalahkan panitia pemilu yang di TPS he he he.

Pembagian soal ke masing-masing koordinator sudah selesai, tak lupa saya mengajak pendidik untuk foto bersama dan memberikan pembekalan untuk memperjelas kembali pesan yang saya sampaikan melalui whatsaap grup sekolah. Saya menyampaikan apa yang harus dilakukan di posko masing-masing mulai dari protokol kesehatan dengan penggunaan masker, pengaturan jarak dan  teknik pengerjaan soal.  Tak kalah pentingnya saya  sampaikan kepada pendidik untuk mengingatkan tentang budaya jujur pada saat mengerjakan soal meskipun dikerjakan di rumah masing-masing.

Permohonan maaf kepada orang tua dan siswa pada hari pertama pelaksanaan penilaian. Terjadi keterlambatan dari jadwal yang seharusnya karena keterlambatan dalam pembagian soal kepada koordintaor posko.

Lalu mengapa penilaian  ini tidak dilakukan secara daring sebagaimana pembelajaran yang  selama ini  dilkasanakan pada masa covid 19?

Ada beberapa penyebab yang menurut pemikiran saya, sehingga pelaksanaan ini tidak dilakukan secara daring sebaimana pembelajaran yang dilaksanakan di tempat saya. Penyebab itu antara lain penyusunan soal dilaksanakan oleh kabupaten, pola pembelajaran setiap sekolah berbeda-beda. Ada yang daring, ada luring bahkan ada yang kombinasi antara daring dan luring.

Apapun caranya, bagaimana pun tekniknya tidak menjadi masalah, yang kita harapkan adalah kegiatan ini terlaksana dengan baik. Sedikit membantu.

Selanjutnya bagaimana dengan pelaksanaannya di posko masing-masing? Baiknya kita tunggu tulisan esok hari.

Lombok, 8 Juni 2020

Tinggalkan Balasan