
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak mengusulkan cabang Sepakbola untuk menerima vaksin dari negara.
NGETEH MORNING di pagi hari ini saya mempertanyakan alasan Kemenpora yang tidak mengusulkan cabang olahraga yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.
Seperti dirilis oleh bola.com (15/01/2021) bahwa Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menentukan cabang olahraga prioritas yang akan menerima vaksin COVID-19 Sinovac.
Sebanyak 17 cabang olahraga akan menerima vaksin secara gratis.
Cabang olahraga yang mendapatkan vaksin COVID-19 sinovac gratis dari pemerintah adalah Angkat besi (PABSI), Tenis (PELTI), Catur (PERCASI), Pencak Silat (IPSI), Senam (PERSANI), Karate (FORKI), Panahan (PERPANI), Taekwondo (TI), Renang (PRSI), Bulutangkis (PBSI), Voli (PBVSI), Boling (PBI), Selancar ombak (PSOI), Wushu (PBWI), Menembak (PERBAKIN), Dayung (PODSI) dan Judo (PJSI).
Vaksin COVID-19 tersebut nantinya akan disalurkan melalui Federasi Olahraga masing-masing.
Kebijakan dari Kemenpora tersebut tentu berimbas pada nasib kelanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan semakin tak jelas.
Apalagi vaksinasi COVID-19 bisa menjadi cara untuk meyakinkan keberlangsungan kompetisi Luga 1 dan Liga 2 secara aman.
Tentu saja saya menjadi teringat kembali ucapan Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru yaitu Zainudin Amali. Ucapan pak Jokowi tersebut, “Sepakbolanya, Pak”.
Ucapan Presiden Jokowi tersebut mengandung makna bahwa Menpora Zainudin Amali diminta serius untuk memperbaiki kondisi persepakbolaan di tanah air.
Namun ternyata bro Zainudin nampaknya lupa dapat pesan dari Presiden Jokowi dengan tidak mengusulkan cabang sepakbola untuk menerima vaksin COVID-19.
Jalan keluar dari masalah ini salah satunya adalah PSSI dan Operator Liga, PT LIB dapat secara swadaya melakukan pengadaan vaksin COVID-19 untuk seluruh orang yang terlibat dalam kompetisi.
Kita tunggu saja ..
Selamat melanjutkan aktivitas dan sempatkan nikmati dulu kehangatan teh di cangkir anda ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 17 Januari 2021










