
Selamat pagi sobat,
Dua hari lalu (Selasa, 15/03/2022) saya mulai memberikan perkuliahan secara langsung di ruang kelas kampus. Istilah yang digunakan adalah Pengajaran Tatap Muka (PTM) Hydrid Adaptif.
Dalam perkuliahan Luring (Luar Jaringan) ini mahasiswa dalam satu kelas tidak seluruhnya datang ke kampus namun hanya 50% saja sedangkan yang tidak datang ke kampus tetap melakukan perkuliahan dari rumah menggunakan daring via Google Meet (G-Meet).
Pembagiannya dilakukan sebagai berikut : Pelaksanaan perkuliahan untuk setiap minggunya dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari Kelompok 1 berdasarkan Daftar Hadir Mahasiswa dengan No.Urut Ganjil dan Kelompok 2 berdasarkan Daftar Hadir Mahasiswa dengan No.Urut Genap. Mahasiswa dengan No.Urut Ganjil akan mengikuti perkuliahan Luring pada setiap Minggu Ganjil, sedangkan mahasiswa dengan No.Urut Genap akan mengikuti perkuliahan Luring pada setiap Minggu Genap.
Dengan sistem perkuliahan Luring atau PTM Hybrid Adaptif ini maka dosen dibekali peralatan untuk Daring saat mengajar di dalam ruang kelas. Peralatan ini berupa tripod, Handphone, microfone dan charger Handphone dan kabel stop kontak listrik.
Dengan menggunakan media daring via video di G- Meet maka mahasiswa yang berada di rumah dapat mendengarkan dan melihat secara langsung saat dosen mengajar di ruang kelas.
Pengajaran Luring atau PTM Hybrid Adaptif menjadi pengalaman pertama saya dan juga dosen dosen lainnya saat memberikan kuliah. Dalam situasi pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir maka inovasi seperti ini merupakan salah satu jalan keluar agar ruang kelas di kampus dapat difungsikan kembali.
Tentu saja PTM Hybrid Adaptif ini masih tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, membawa hand sanitizer dan membawa bekal makan siang masing masing karena pihak Universitas tidak menyiapkan makan siang prasmanan seperti biasanya.
Pada hari itu, saya harus mengajar di tiga kelas yang berbeda dengan waktu 07.30-10.30, 11.30-14.30 dan 14.30-17.30.
Namun dalam pengajaran Luring ini, waktu dosen mengajar dibatasi maksimal hanya dua jam.
Setelah rehat selama dua tahun tidak mengajar langsung di ruang kelas memang cukup melelahkan bagi saya yang sudah lansia ini dan saya harus benar benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Alhamdulillah, pemberian kuliah di tiga kelas dapat berjalan dengan lancar. Saya bisa berkomunikasi dengan mahasiswa yang hadir di ruang kelas dan juga bisa berkomunikasi dengan mahasiswa yang berada di rumah.
Kendala yang muncul di perkuluahan PTM Hybrid Adaptif ini tentu saja jaringan internet yang kadang tidak bagus. Dari tiga kelas yang saya ajar dengan perkuliahan PTM Hybrid Adaptif hanya satu kelas yang mengalami kendala jaringan internet namun bisa diatasi dengan mengganti provider internet menggunakan kuota internet dari Handphone saya.
Dalam Semester ATA 2021-2022, perkuliahan dengan PTM Hybrid Adaptif akan berlangsung selama 10 kali pertemuan sedangkan empat pertemuan sisanya akan menggunakan Virtual Class.
Pengalaman memberikan kuliah dengan PTM Hybrid Adaptif cukup mengasikkan juga bagi saya dan mudah mudahan akan terus berjalan lancar hingga akhir perkuluahan di bulan Juli 2022 mendatang ..
Sobat, saatnya saya undur diri ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 17 Maret 2022











