Lansia Berkuncir Menjalani Vaksin COVID-19 Kedua

Selamat pagi sobat,

Di tengah hujan rintik pada pagi hari ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang lansia berkuncir menjalani vaksin COVID-19 kedua.

Kemarin Rabu, 05/05/2021) saya sudah bersiap sejak pagi meski sempat tertidur setelah menonton sinetron favorit Preman Pensiun.

Rencananya, pagi ini saya akan menjalani vaksin COVID-19 yang kedua pada jam 09.00 WIB di RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok.

Sebelumnya pada tanggal 5 April 2021 saya sudah menjalani vaksin COVID-19 yang pertama di RS yang sama.

Kemudian saya mengambil kartu vaksin COVID-19 di meja kerja saya. Alangkah terkejutnya ketika saya baca rencana vaksin COVID-19 kedua ternyata tanggal 3 Mei 2021 bukan tanggal 5 Mei 2021. “Waduh udah dua hari yang lalu”, kata saya dalam hati.

Lalu saya mengabarkan kesalahan tanggal ini pada istri saya dan dia mengatakan kita coba ke sana (RS Bhayangkara Brimob) aja.

Sebelum berangkat, saya tak lupa menguncir rambut belakang saya yang sudah cukup panjang. Lansia berkuncir akan menjalani vaksin COVUD-19 yang kedua .. hehehe ..

Jam 08.21 WIB, saya diantar istri otw ke RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua Depok. Hanya sekitar 17 menit dari rumah, saya sudah sampai di area parkir RS Bhayangkara Depok Kelapa Dua. Setelah keluar dari mobil, saya sempat bertanya kepada tukang parkir, apakah hari ini ada kegiatan vaksin COVID-19. Tukang parkir itu menjawab, “Ada pak, dari sini lurus aja terus belok kanan”.

Alhamdulillah .. gara gara salah liat tanggal, mudah mudahan saya bisa menjalani vaksin COVID-19 yang kedua.

Di area tempat vaksin COVID-19 yang pertama terlihat sepi dan saya hanya melihat seorang petugas polisi tengah duduk di area tersebut. Istri saya bertanya pada petugas polisi tersebut. “Kalau vaksin kedua di lantai tiga”, jawab petugas polisi tersebut sambil menunjuk gedung yang berada di depannya.

Saya dan istri segera masuk ke gedung yang ditunjuk oleh petugas polisi tadi dan langsung naik ke lantai tiga dengan menggunakan lift.

Sesampai di lantai tiga, saya melihat beberapa petugas duduk di belakang meja. Salah seorang diantaranya tengah melayani warga Depok yang mau vaksin COVID-19 kedua.

Warga Depok tersebut ternyata tetangga di Perumahan saya dan kita saling sapa dengan akrab.

Salah seorang petugas lainnya menyilakan saya duduk di depan meja dan setelah menyapa dengan ramah petugas tersebut meminta kartu vaksin yang saya bawa. Kemudian petugas tersebut melakukan registrasi dan selanjutnya meminta saya untuk diukur tensi darah. Petugas melakukan tensi darah dan hasilnya, 161/90. “Diulang lagi ya pak”, kata petugas. Setelah diulang hasilnya, 151/90.

Kemudian petugas menyilakan saya untuk menuju ke ruang pemberian vaksin COVID-19.

Di ruang pemberian vaksin COVID-19, tak ada antrian sehingga saya dan istri dapat langsung masuk dan saya duduk di kursi yang sudah disediakan.

Seorang petugas menyapa dengan ramah dan langsung menghampiri saya untuk melakukan pemberian vaksin COVID-19 yang kedua. Sementara istri saya mengabadikan momen tersebut dengan kamera HP miliknya.

Tak sampai dua menit, pemberian vaksin COVID-19 kepada saya selesai dan saya dipersilahkan ke ruang observasi.

Di ruang observasi, saya dipersilakan duduk. Saya melihat tetangga saya yang lebih dahulu di vaksin COVID-19 tengah dilayani oleh salah seorang petugas.

Setelah tetangga saya selesai dan pamit lalu giliran saya. Petugas menanyakan apakah ada keluhan setelah di vaksin COVID-19 kemudian meregistrasi nomor HP saya untuk keperluan pengiriman sertifikat vaksin COVID-19 yang kedua

Tak lama, saya dipersilakan meninggalkan ruang observasi. Kemudian saya bersama istri turun ke lantai dasar dan ke luar gedung lalu berjalan menuju ke mobil di tempat parkir.

Ada hikmahnya juga salah lihat tanggal untuk vaksin COVID-19 kedua karena lokasi untuk pemberian vaksin COVID-19 kedua sangat sepi dan hanya bertemu satu warga Depok, tetangga saya yang  ternyata juga salah lihat tanggal pemberian vaksin COVID-19 kedua.

Alhamdulillah, sang lansia berkuncir telah menjalani vaksin COVID-19 yang kedua.

Semoga saya bersama istri dan anak senantiasa diberi nikmat sehat oleh Allah Subhannahu Wa Ta’ala ..

Aamiin Ya Robbal Alamin ..

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Naik Mobil Ke Kota Bukit Tinggi Nan Indah Mempesona

Lewat Jalan Berkelok Bak Lagi Uji Nyali

Putus Rantai Penularan Virus Corona

Lakukan Vaksinasi Sebanyak Dua Kali

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 6 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed