Waspadalah !!

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang kasus COVID-19 yang bisa melonjaj lagi.

Pandemi COVID-19 belum ada tanda tanda berakhir. Di beberapa negara bahkan tengah dilanda gelombang ketiga yang makin hebat seperti di India yang dalam satu hari sampai terjadi 412 ribu kasus baru.

Virus COVID-19 sudah melakukan mutasi dalam berbagai varian yaitu B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda B.1617 dari India.

Varian B.117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.

Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Terkait mutasi atau varian baru yang masuk di Indonesia masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium yang juga memeriksa kasus COVID-19.

Sebaran kasus varian baru di Indonesia antara lain varian jenis B. 1617 ada di Kepulauan Riau 1 kasus, dan DKI Jakarta 1 kasus.

Varian B.117 ada di Sumatera Utara 2 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur 1 kasus, Bali 1 kasus, Kalimantan Timur 1 kasus.

Sementara untuk varian B. 1351 ada di Bali 1 kasus.

Kita harus waspada dengan adanya penambahan kasus B. 117 dan B.1351, serta B. 1617 yang sudah masuk ke Indonesia. Hasil akhir tersebut di atas sudah didapatkan dari hasil pemeriksaan per tanggal 30 April 2021.

Untuk mencegah penularan varian baru lebih meluas, kita harus disiplin untuk mentaati protokol kesehatan dan sedapat mungkin untuk mengurangi mobilitas. Kita harus mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang oleh pemerintah.

Dalam kaitan mudik di saat lebaran nanti, Pemerintah juga sudah memutuskan melarang mudik sejak kemarin (Kamis, 06/05/2021).

Namun amat disayangkan masih banyak masyarakat yang tetap memaksakan mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021 dengan berbagai alasan.

Meskipun ada keharusan melakukan test antigen sebelum mudik namun tidak ada yang menjamin bahwa dengan membawa hasil pemeriksaan antigen yang negatif selama dalam perjalanan ataupun selama dalam proses kita menuju kampung halaman misalnya, kita tidak terpapar COVID-19.

Di Indonesia kasus baru virus COVID-19 memang sudah melandai dari sekitar 15 ribu kasus baru/hari sudah turun menjadi sekitar 5 ribu kasus baru/hari.

Gencarnya vaksinasi COVID-19 bisa jadi salah satu faktor melandainya kasus baru COVID-19 namun harus diingat bahwa vaksin tidak memproteksi 100 % dari serangan virus COVID-19.

Misalnya vaksin Sinovac hanya memiliki tingkat efikasi sekitar 65,3 % saja sehingga masih memungkinkan kita tertular virus COVID-19 apabila kita abai terhadap protokol kesehatan.

Disiplin terhadap ketaatan terhadap protokol kesehatan harus terus menerus disampaikan kepada masyarakat. Bahaya meningkatnya kembali kasus  pandemi COVID-19 masih sangat mungkin terjadi bila kita tidak disiplin terhadap aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Hindari kerumunan dalam kegiatan apapun meskipun kita sudah menggunakan masker. Kelengahan seseorang sehingga tertular virus COVID-19 bisa menyebabkan ikut tertularnya anggota keluarga dari seseorang tersebut sebab penularan kasus COVID-19 kadang tanpa gejala (OTG) dari seseorang yang sudah tertular.

Mari kita terus waspada dan waspada. Taati aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah dan disiplin terhadap protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan sesering mungkin,  hindari kerumunan dan kurangi mobilitas bepergian.

Sumber : kemkes.go.id (04/05/2021)

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :

Peragawati  Tampil  Bergaun Merah Merona

Fotografer mengabadikan dengan lampu Blitz Berkilatan

Cegah Penularan Virus Corona

Dengan Disiplin Dan Taati Protokol Kesehatan

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 7 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

1 komentar