
Selamat pagi sobat,
Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Tingkatkan Disiplin Di Saat Keadaan Semakin Genting.
Pandemi COVID-19 semakin menggila jelang diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali.
Seperti diberitakan oleh detik.com (01/07/2021) bahwa Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus baru COVIS-19 sebanyak 24.836 kasus. Dengan begitu total kasus COVID-19 yang ada di Indonesia mencapai 2.203.108 kasus. Penambahan ini kembali menjadi rekor tertinggi setelah hari Rabu (30/06/2021) sebanyak 21.807 kasus.
Sedangkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 9.874. Dengan demikian total pasien yang sembuh sebanyak 1.890.287 orang.
Sementara jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia tercatat sebanyak 504 orang sehingga jumlah total yang meninggal sebanyak 58.995 orang.
Penambahan kasus baru COVID-19 pun berkontribusi pada peningkatan kasus aktif atau orang yang harus mendapatkan perawatan. Pada hari Kamis (01/07/2021), kasus aktif bertambah sehingga totalnya sebanyak 253.826 orang.
Dalam situasi yang semakin genting ini yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah meningkatkan disiplin terhadap protokol kesehatan (Prokes). Pemberlakuan PPKM Darurat tak akan menurunkan kasus baru COVID-19 bila disiplin masyarakat masih rendah.
Disiplin terhadap prokes salah satunya taat pada perilaku 5M, yaitu yakni Memakai masker bila keluar rumah, Mencuci tangan sesering mungkin dengan memakai sabun dengan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Meminimalisir mobilitas ke luar rumah.
Disiplin dari masyarakat terhadap Prokes sangatlah penting mengingat varian varian baru dari COVID-19 seakan bereuni di Indonesia, entah bagaimana cara masuknya tau tau sudah menyebar dan terus mencari korban. Bisa jadi mobilitas orang yang keluar masuk Indonesia yang menyebabkan masuknya varian varian baru COVID-19 tersebut, seperti varian Delta yang begitu menular dimana awalnya muncul dari India.
Kita sangat berharap bahwa PPKM Darurat harus bisa mencegah dan mengatasi mobilitas masyarakat dari satu tempat/daerah ke tempat/daerah lain terutama yang keluar masuk Indonesia agar rantai penularan COVID-19 bisa diputus sehingga kasus baru COVID-19 kembali bisa terkendali dan turun secara signifikan.
Saya ingin kembali mengulang apa yang sudah saya sampaikan di tulisan kemarin, kita harus saling mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih ada di sekitar kita dan kita harus tetap waspada ..
Disiplin terhadap Prokes harus terus ditingkatkan, janganlah sampai kendor !
Saya tutup tulisan ini dengan sebuah pantun :
Di Hari Panas Enaknya Minum Jus Alpukat
Tapi Janganlah Nambah Berkali Kali
Tingkatkan Terus Disiplin Masyarakat Terhadap Prokes
Agar Kasus COVID-19 Bisa Terkendali
Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 2 Juli 2021









Terimakasih Pak Nurwendo..sudah mengingatkan pembaca untuk selalu menjaga diri dan lingkungan agar terlindung dari si Covid-19….Salam sehat selalu..
Sama sama pak Ropiyadi .. saling mengingatkan sangat penting di situasi sekarang ini .. Sehat selalu ya pak .. salam literasi ..