Mustika Kembang Johar

Selamat pagi sobat,

Di pagi hari yang cerah ini saya mengangkat topik di rubrik NGETEH MORNING tentang Batu Akik koleksi saya, Mustika Kembang Johar.

Kemarin (Rabu, 11/08/2021), sebelum mulai beraktivitas di depan laptop, saya menyempatkan untuk merawat dan menjemur salah satu batu akik koleksi saya yaitu Mustika Kembang Johar.

Batu Mustika Kembang Johar ini merupakan salah satu batu akik yang saya miliki ketika saya mulai mengoleksi batu akik.

Saya memiliki batu akik Mustika Kembang Johar ini terjadi di tahun 2017 saat booming batu akik mulai mereda namun saya justru mulai tertarik untuk mengoleksi batu akik.

Sebelumnya saya sudah memiliki beberapa batu akik dan saya mulai berkeinginan untuk menambah jumlah koleksi batu akik yang saya miliki.

Meskipun pasaran batu akik mulai turun namun harga harga dari berbagai jenis batu akik yang masih dicari kolektor mempunyai harga yang tetap tinggi baik di pasar batu akik di penjualan langsung seperti di pasar Rawa Bening Jatinegara maupun di penjualan secara online.

Pada suatu siang di tahun 2017, saya sempatkan melihat lihat batu akik di beberapa lapak penjualan online via handphone. Kemudian pandangan saya tertuju pada salah satu lapak online yang menjual batu cincin Mustika Kembang Johar. Batu akik ini terlihat indah, berwarna kuning kunyit seperti warna dari lambang salah satu Partai besar di Indonesia yaitu Partai Golkar.

Harganya tak terlalu mahal dan bahkan terbilang murah untuk batu akik sebagus ini. Bisa jadi pelapak yang jual batu akik ini lagi BU alias butu uang.

Batu cincin Mustika Kembang Johar yang dijual di lapak online tersebut akhirnya saya beli. Tak lama menunggu, hanya dua hari berselang, batu cincin Mustika Kembang Johar via jasa pengiriman sudah tiba di rumah dan resmi jadi milik saya.

Saat saya amati, Batu cincin Mustika Kembang Johar ini ternyata tembus saat tersorot lampu senter dari HP saya. Dan yang membuat saya surprise adalah ukuran atau dimensi dari batu cincin Mustika Kembang Johar ini tidak seperti yang saya baca di lapak penjualan online yaitu berdimensi 20 mm x 15 mm nanun yang kini berada di tangan saya berukuran lebih besar alias berukuran jumbo yaitu 24 mm x 18 mm. Alhamdulillah ..

Setelah menjadi milik saya, batu Mustika Kembang Johar senantiasa saya rawat dengan mengolesi permukaan batu akik menggunakan minyak zaitun agar batu akik akan terlihat semakin mengkilap dan tentu saja semakin indah dilihat.

Setelah berjalan lebih dari tiga tahun menjadi bagian dari koleksi batu akik saya, nampaknya terjadi perubahan warna yang cukup signifikan dari batu Mustika Kembang Johar milik saya ini.

Warna kuningnya semakin pekat dan dari sisi bawahnya mulai muncul warna kehijauan atau semu hijau. Bahkan saat saya amati kemarin, warna hijaunya semakin terlihat mulai menyatu dengan warna kuning di seputaran bawah batu akik.

Menurut cerita yang saya ketahui dan saya baca dari berbagai media online yang membahas tentang batu Mustika Kembang Johar bahwa batu Mustika Kembang Johar asal daerah Cirebon ini merupakan batu akik unggulan.

Batu akik ini bahkan menurut sejumlah pedagang batu akik di Cirebon begitu diburu kolektor batu dari dalam maupun luar negeri.

Namun saat ini keberadaan batu Mustika Kembang Johar ini sudah tergolong langka. Jarang ada batu dengan warna kuning menyala ini tersedia di lapak-lapak penjual batu. Lagipula, bukan urusan batu semata, banyak yang masih percaya soal klenik atau mistis tentang batu akik ini.

Menurut kabarnya, batu akik Kembang Johar atau banyak orang menyebutnya dengan Mustika Kembang Johar biasanya ada di wilayah perbatasan antara Cirebon dan Indramayu dan lokasinya di persawahan warga salah satunya di daerahdi Gunung Jati dan daerah Plagon. Namun bongkahan yang ada biasanya tinggal yang kecil-kecil sehingga batunya jarang alias langka.

Batu Mustika Kembang Johar dalam bahasa Cirebon disebut Batu Mentaos dan nama Kembang Johar diambil karena warnanya mirip Kembang Johar, pohon sejenis Abasia yang berwarna kuning.

Menurut para ahli batu akik bahwa batu Mustika Kembang Johar memiliki kualitas yang berbeda-beda tergantung usianya. Semakin tua maka nilai jualnya akan semakin mahal bahkan bisa dijual hingga puluhan juta rupiah.

Menurut para ahli batu akik, terdapat 5 tingkat terjadinya perubahan warna dari batu Mustika Kembang Johar yaitu :

Tingkat 1 : Batu Mustika Kembang Johar dengan usia muda dengan ciri-ciri batu tembus senter (plong) dengan warna kuning kunyit cerah.

Tingkat 2 : Batu Mustika Kembang Johar yang usianya lebih tua dari tingkat 1 dimana jika disenter sudah mulai pekat alias tidak tembus senter di beberapa bagian batu. Ada perubahan warna yakni kuning yang lebih pekat warnanya dan mulai bercampur dengan warna hijau. Jadi memang berbeda dengan batu bacan yang makin tembus senter maka nilai jualnya semakin mahal.

Tingkat 3 : Batu Mustika Kembang Johar yang usianya lebih tua dari tingkat 2 biasanya makin tidak tembus senter dan warnanya sudah kuning bercampur orange.

Tingkat 4 : Batu Mustika Kembang Johar yang usianya lebih tua dari tingkat 3, biasanya warnanya sudah mulai banyak orange daripada warna kuningnya.

Tingkat 5 : Batu Mustika Kembang Johar yang usianya sudah sangat tua dengan warna menjadi merah orange kekuningan yang pekat.

Melihat dari tingkatan perubahan batu Mustika Kembang Johar tersebut di atas maka batu Mustika Kembang Johar milik saya ini tergolong masuk ke tingkat 2. Dan nampaknya masih cukup lama untuk masuk ke tingkat 3.

Harus sabar menanti sambil terus dirawat dengan tekun. Mudah mudahan saya masih diberi umur ketika batu akik Mustika Kembang Johar ini mengalami  perubahan warna .. Aamiin ..

Saya sudahi tulisan ini dengan sebuah pantun :

Gunung Merapi Tiba Tiba Menyemburkan Lahar

Membanjiri Kali Gendol Dengan Warna Merah Jambon

Indahnya Batu Akik Mustika Kembang Johar

Menjadi Kebanggaan Bagi Masyarakat Di Cirebon

Sobat, saatnya saya undur diri dan mari kita nikmati secangkir teh hangat di pagi hari ini ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat ..

 

NH
Depok, 12 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

News Feed