Selamat siang sobat,
Kisah ini saya alami pada tanggal 27 Juni 2022. Siang itu setelah dari percetakan Buring jalan Margonda Raya untuk melakukan order buku pesanan, saya menyempatkan mampir ke Bank yang mengurus uang pensiun saya sebagai anggota DPR/MPR RI. Tujuan saya ke Bank tersebut adalah untuk membuat kartu ATM baru karena ATM yang lama sudah tidak aktif lagi dan digantikan dengan ATM yang baru.
Suasana di dalam Bank terlihat lenggang. Hanya ada beberapa orang yang sudah sepuh, nampaknya akan mengambil uang pensiunnya. Setelah mendapat nomor antrian dari petugas satpam yang berdiri di depan pintu masuk, saya duduk dekat meja tempat CS (Customer Service) yang tengah melayani satu nasabah.
Tak lama, nomor antrian saya dipanggil dan saya pun bergegas menuju kursi di depan meja CS. Petugas CS berdiri dan menyapa dengan ramah dan saya pun dipersilakan duduk.
Kemudian saya menyampaikan maksud menemui petugas CS sambil menyiapkan berkas yang menjadi syarat penggantian ATM baru, yaitu buku tabungan, KARIP (Kartu Identitas Pensiun) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Petugas CS lalu mengambil berkas yang saya bawa tersebut kemudian menyiapkan formulir yang harus saya isi dan saya tanda tangani. Petugas CS membantu mengisi formulir tersebut dan saya tinggal menandatanganinya saja.
Petugas CS lalu menginput data saya dari formulir yang ada ke dalam komputer.
Setelah selesai, petugas CS mengambil ATM yang baru dan menyiapjan tanda terimanya.
Saat mengisi tanda terima ATM yang baru, petugas CS bertanya pada saya, “Masih aktif menulis pak ?”. Mendapat pertanyaan tersebut, sontak saya terkejut dan balik bertanya “Kok tau saya suka menulis ?”. Petugas CS tersenyum ketika saya tanya balik. “Saya suka baca tulisan bapak” ucapnya sambil memandang saya dan meminta tanda tangan saya di lembar tanda terima ATM yang baru. “Oo gitu ..” jawab saya sambil menandatangani lembar tanda terima ATM yang baru tersebut. .
Petugas CS kemudian menyerahkan ATM yang baru sambil berpesan agar saya melakukan transaksi minimal dua bulan sekali agar uang pensiun saya tidak distop sementara oleh pihak TASPEN.
Perbincangan tentang saya masih aktif menulis tak berlanjut karena urusan saya dengan petugas CS sudah selesai dan saya segera meninggalkan meja CS karena antrian nasabah setelah saya sudah menunggu.
Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya masih terngiang pertanyaan dari petugas CS, “Masih aktif menulis pak ?” dan saya bertanya di dalam hati di platform apakah petugas CS itu suka membaca tulisan tulisan saya, di Kompasiana kah, di website YPTD : terbitin.id kah atau di blog pribadi saya : doviri974.blogspot.com. Sayangnya saya tak sempat menanyakan hal tersebut kepada petugas CS.
Namun tentu saja saya bersyukur bahwa tulisan tulisan saya sudah menemukan pembacanya dan hal tersebut semakin memotivasi saya untuk terus menulis di usia yang sudah lansia ini.
Inilah kisah saya di tanggal 27 Juni 2022 lalu ..
Sekali layar terkembang surut kita berpantang ..
Sobat, saatnya saya undur diri.
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
NH
Depok, 22 Oktober 2022












