UTS Dan Bedah Buku

BEDAH BUKU, Terbaru, YPTD359 Dilihat

Sugeng enjing poro sederek
Dospundi kabaripun .. sae sae mawon njih ..

Sapaan pagi dengan bahasa Jawa mengiringi tulisan perdana saya dalam rubrik yang saya namakan NGETEH MORNING. Rubrik ini akan terus mengisi dan menghiasi hari hari ke depan di website YPTD : terbitin.id dengan mengulas berbagai macam topik yang saya amati dan saya alami.

Nama rubrik NGETEH MORNING memang nyeleneh namun tetap punya makna yaitu mengajak para pembaca sambil menikmati secangkir teh hangat di pagi hari seraya membaca sebuah tulisan yang berbagi cerita tentang pendapat, pengalaman dan peristiwa dalam bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami.

Topik perdana di rubrik NGETEH MORNING pagi ini adalah “UTS dan Bedah Buku”.

Hari ini, Selasa, 15 Desember 2020 nampaknya bakal menjadi sebuah hari yang cukup melelahkan bagi saya. Mengapa begitu ?

Yah, karena dari pagi hingga sore hari saya akan menggelar UTS yaitu Ujian Tengah Semester bagi para mahasiswa saya lewat daring secara Virtual Class atau V-Class dan kemudian setelah itu pada malam harinya saya akan mengikuti acara Bedah Buku Seri-4 dimana saya akan menjadi narasumber.

Pagi ini, sebelum UTS berlangsung saya melakukan pengecekan akhir di V-Class agar pelaksanaan UTS dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

UTS ini akan terbagi dalam tiga sesi yaitu semi pagi, sesi siang dan sesi sore. Sesi pagi akan dimulai pada jam 8.00 dan berakhir pada jam 9.30. Kemudian dilanjutkan dengan sesi siang yang dimulai pada jam 12.00 dan berakhir pada jam 13.30. Dan lanjut ke sesi sore yang dimulai pada jam 15.00 dan berakhir pada jam 16.30.

Berbeda dengan UTS di masa sebelum pandemi corona dimana dalam satu angkatan, UTS dilakukan secara serentak di hari dan jam yang sama sehingga saya hanya menyiapkan satu naskah soal UTS. Namun di era pandemi corona kali ini dimana UTS dilakukan secara daring dan dilakukan sesuai waktu perkuliahan maka saya harus menyiapkan naskah soal UTS yang berbeda. Dan kali ini saya menyiapkan 3 naskah soal UTS.

Untuk UTS secara daring memang sangat terbuka bagi mahasiswa untuk bekerja sama dalam menjawab soal UTS. Sulit mengontrolnya karena banyak cara untuk saling bekerja sama.

Bagaimana cara saya untuk meminimalisirnya ? Salah satunya adalah membuat soal UTS dimana mahasiswa akan membuat soal yang saya arahkan kemudian mahasiswa tersebut akan menjawab soal yang dia buat.

Misalnya ada dua mahasiswa mempunyai soal dan jawaban yang sama maka dipastikan kedua mahasiswa tersebut saling bekerja sama.

Rentang waktu jeda dari satu sesi ke sesi yang lainnya, saya gunakan untuk mendownload jawaban soal UTS dari mahasiswa. Pekerjaan yang lumayan melelahkan apalagi jika diganggu dengan buruknya jaringan internet.

Selain itu, biasanya saya juga harus siap untuk menerima permohonan keringanan dari mahasiswa yang gagal submit/upload jawaban soal UTS di V-Class dengan berbagai alasan klasik seperti jaringan internet lemot/error, lampu di rumah mati dan laptop mendadak hang. Tentu saja saya tak mudah percaya begitu saja dan mereka harus menunjukkan buktinya. Tanpa ada bukti maka jawaban soal UTS tidak akan saya terima.

Mudah mudahan UTS akan berjalan dengan lancar.

Saya hanya punya waktu sekitar 2.5 jam untuk mempersiapkan diri guna mengikuti acara webinar Bedah Buku Seri Ke-4 yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) secara daring lewat zoom dan Youtube. Acara ini akan berlangsung pada jam 19.30 hingga jam 21.30.

Di acara Bedah Buku Seri Ke-4 yang bertema “Nurwendo Terbitkan 9 Buku Dalam Waktu 5 Bulan”, saya akan menjadi narasumber atau sebagai penulis dimana buku saya akan dibahas oleh dua pembahas yaitu wartawan senior Bang Nur Terbit dan Anggota Komisi X DPR RI kang Ferdiansyah.

Tentu saja sebelum dua pembahas bicara maka saya akan diberi kesempatan bicara terlebih dahulu oleh moderator Bapak Haji Thamrin Dahlan. Dalam waktu sekitar 15 menit, saya akan memaparkan secara singkat perjalanan saya menjadi seorang penulis dan tentu saja buku buku yang sudah saya terbitkan lewat penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).

Terus terang, saya deg deg kan juga menanti acara Bedah Buku Seri-4 malam nanti. Maklum saya ini baru seorang “Penulis Kemarin Sore”. Mampukah saya yang masih “Penulis Kemarin Sore” ini bisa memuaskan dan memberikan nilai tambah bagi para peserta yang hadir ?

Suasana kebatinan ini saya pernah alami dan rasakan ketika saya untuk pertama kali harus bicara di depan forum dinana hadir puluhan pejabat sipil maupun militer serta ratusan undangan. Namun ketika mereka memberikan applaus lewat tepuk tangan riuh menyambut kata kata saya yang keluar tanpa teks, disitu saya merasakan lega dan bersyukur bahwa apa yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh yang mendengarnya.

Mudah mudahan acara Bedah Buku Seri Ke-4 malam nanti dapat berjalan lancar ..

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya di rubrik NGETEH MORNING ini, selamat melanjutkan aktivitas dan jangan lupa nikmati dulu teh hangat di cangkir anda ..

Salam sehat ..

 

NH

Depok, 15 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

4 komentar