
Selama pandemi apakah Kalian makin rajin ngeblog atau malah malas untuk menulis di blog? Pertanyaan ini sederhana, namun rupanya sebenarnya ini adalah semacam ujian. Benarkah Kalian seorang blogger sejati atau hanya ikut-ikutan sebagai blogger?
Ngeblog mulai populer pada tahun 2006-2008 di Indonesia dengan adanya beragam platform untuk ngeblog seperti Friendster, Multiply, Blogspot, WordPress, dan Tumbler. Sekitar tahun 2015 ke atas blog menjadi sebuah fenomena. Begitu banyak blog hadir sejak itu, mungkin saat ini sudah ada jutaan blog dari Indonesia.
Motivasi orang untuk ngeblog itu beragam. Ada yang karena memang suka menulis, ada yang ingin curhat dan punya semacam diary daring, tapi ada pula yang tujuannya ekonomi. Ya, sejak maraknya blogger yang diundang untuk menghadiri event berbayar ataupun endorse produk/jasa, maka blogger-blogger baru bermunculan.
Hal ini memang merupakan hal yang positif. Blogger bisa menjadi semacam profesi yang menguntungkan apabila dikelola secara profesional. Seorang yang awalnya ikut-ikutan menjadi blogger agar dapat cuan pastinya akan terus mengasah kemampuan dirinya dari segi kualitas tulisan. Alhasil makin banyak penulis baru yang bermunculan.
Lantas bagaimana dengan situasi blogger pada saat ini, pada era pandemi? Event daring masih terbatas, event secara fisik pun juga masih dibatasi. Apakah mereka akan berhenti menulis?
Ya, tak sedikit yang kemudian enggan menulis karena merasa tak ada bahan untuk ditulis. Ada pula yang kembali ke pekerjaan semula karena lebih menghasilkan duit.
Ujian blogger salah satunya pada masa ini, masa yang irit event. Tapi benarkah saat ini situasinya tak kondusif bagi blogger?
Bisa ya, bisa tidak. Apabila blogger rajin memerhatikan agenda komunitas dan membaca pengumuman, maka masih banyak event menarik yang juga bisa menghasilkan duit. Ya, lomba blog masih ada dan hadiahnya pun menjanjikan. Memang tidak instan, sekali menulis langsung dibayar, tapi ini momen yang tepat untuk meningkatkan kualitas tulisan.
Saat ini adalah ujian bagi blogger. Apakah hanya berhenti sebagai blogger event atau terus mengasah diri menjadi blogger sejati, terus menulis apapun yang terjadi. Syukur-syukur juga mulai belajar menulis buku.
Gambar dari pixabay








