Memanen Tulisan

Hobi, Terbaru422 Dilihat

Buku

Ketika rajin menulis setiap hari maka suatu hari kita akan memanen tulisan kita. Hasil panen tulisan itu bisa kita kliping atau kita jadikan buku, dengan demikian tulisan akan aman dan bisa lebih abadi.
Tidak ada jaminan tulisan yang ada di web tetap lestari. Aku mengalaminya beberapa kali. Ketika kubiarkan tulisan di beberapa platform dengan harapan toh bisa kuambil nanti, kabar buruk menimpa, website tersebut tak bisa diakses lagi. Tulisan-tulisannya entah kemana, padahal ada hampir 1500-an tulisan ada di sana. Menyedihkan.

Padahal di dalamnya ada begitu banyak tulisan tentang wisata yang unik dan anti mainstream. Tulisan ke candi-candi, museum, dan situs budaya yang suka kukunjungi apabila ke sebuah daerah. Ah apes kenapa dulu tak kuabadikan. Sementara laptopku jaman dulu sudah tak menyala.

Ya menyesal selalu datang belakangan. Untuk itulah aku kemudian merasa back up data tulisan itu penting. Apalagi tulisan-tulisan yang dirasa menarik dan penting untuk dibagikan. Salah satu back up data tulisan adalah menjadikannya sebagai buku sebagai salah satu wujud pustaka.

Apabila kita rajin menulis setiap hari maka dalam satu dekade kita bisa menghasilkan 3.650 artikel. Jika 1 buku terdapat 100 artikel maka bisa menghasilkan 36 buku. Asyik bukan?!

Sepertinya tibalah waktu bagiku untuk memanen tulisan. Tulisanku sudah mencapai di atas empat ribuan dan tersebar di blog pribadi dan platform blog keroyokan. Tapi tak semuanya memang layak masuk dalam buku, harus kupilah-pilah dan kukategorikan agar memiliki benang merah.

Yuk mulai dari sekarang rajinlah menulis. Syukur-syukur sudah punya daftar isi imajiner atau peta jalan, sehingga tulisan tersebut searah dan satu tema sehingga memudahkan ketika suatu hari akan dibuat sebuah buku. Lalu tunggu dua bulan, enam bulan, atau satu tahun untuk memanen tulisan-tulisan kita.

Tinggalkan Balasan

2 komentar