Saya kemarin menulis tentang bagaimana agar terlihat rajin ngeblog. Artikel ini akan menjelaskan lebih detail bagaimana ngeblog tetap menyenangkan dan menyehatkan bagi mereka yang sibuk. Yuk mulai pembahasannya.
Berpikirlah Blog itu Menyenangkan Bukan Membebankan
Saat ini blog memang bisa menjadi sumber pendapatan. Ada banyak brand yang memerlukan jasa blogger untuk berpromosi dengan cara halus. Produk gratis, goodie bag menarik, dan biaya jasa menulis menjadi tawaran yang menggiurkan. Namun, janganlah hal tersebut menjadi tujuan utama. Buatlah kegiatan blog itu menjadi minat dan hobi, bukan sekedar mereguk rupiah.
Mengapa? Karena jika tujuannya hanya untuk mendapatkan uang maka tulisanmu juga lama-lama tak bernyawa. Lambat laun ngeblog akan menjadi beban, rajin datang ke acara ini itu tapi kemudian ada rasa malas menuliskannya.
Oleh karenanya saya menyarankan buatlah kegiatan ngeblog itu menyenangkan yang kalian butuhkan untuk mengasah kemampuan menulis atau untuk kesehatan jiwa kalian.
Tentukan Minatmu
Menulis akan menyenangkan jika sesuai dengan minatmu. Tapi seandainya belum tahu akan minatmu, tulislah apa yang terbesit di pikiranmu. Biarkanlah tulisanmu mengalir, jangan dibatasi. Setelah artikel itu jadi maka periksalah agar tidak melanggar UU ITE saat dipublikasikan.
Seandainya kalian sudah tahu akan minatmu, kalian juga bisa membuat blog niche sesuai minatmu. Bisa tentang musik, film, fashion, tips menulis, dan apa saja.
Blog dengan minat khusus itu masih belum banyak dan sangat diperlukan. Tapi jika kalian lebih suka menulis apa saja yang ada di benakmu, itu juga sah-sah saja.
Buatlah Bank Ide
Ide itu sangat berharga. Maka buatlah bank ide. Bisa dalam rupa buku agenda atau dalam wujud aplikasi. Ide itu bisa hanya dalam wujud satu kalimat atau dalam wujud detail.
Pilihlah sesuai gayamu karena ada tipe orang yang praktis, satu kata langsung jadi ide. Tapi ada juga tipe yang perlu memberikan detail agar tidak lupa.
Pilihlah Waktu dan Suasana yang Nyaman untuk Menulis
Puspa, kapan kamu biasa menulis? Waktu terbaikku menulis adalah pagi hari sebelum berangkat kerja atau malam hari sebelum tidur. Tapi jika terburu-buru, maka aku mengambil waktu saat jam makan siang, saat menunggu kereta dan waktu jeda apapun.
Setiap orang punya pilihan waktu tersendiri jadi pilihlah waktu yang dirimu merasa nyaman dan bisa menulis dengan tenang.
Suasana juga sangat membantu dalam menulis. Biasanya saya suka menulis dengan iringan musik cadas. Namun, ketika sedang membuat cerita sedih, maka saya suka mendengar lagu-lagu yang emosional dan menyayat.
Mulailah Menulis, Jangan Menunda
Saya termasuk tipe yang suka menunda-nunda. Ketika akhirnya bisa menulis, tulisannya jadinya kurang bernyawa dan kurang seperti yang saya harapkan.
Oleh karenanya ketika ada ide dan ada waktu yang memungkinkan kalian untuk menulis maka segeralah menulisnya. Tidak bawa laptop atau hape lagi kehabisan baterai? Jangan kuatir, tulislah di kertas. Kalian bisa memotret tulisan yang kalian tulis dengan tulisan tangan tersebut dan mengunggahnya. Unik.
Evaluasi Bank Idemu
Berikan waktu sekali seminggu untuk mengevaluasi bank idemu. Mungkin ada ide yang belum terekskusi, atau Kalian punya ide-ide baru lagi.
Jika ada ide yang kalian bingung untuk mengembangkan jadi sebuah tulisan, maka lakukan riset dan bacalah berbagai buku. Karena menulis itu tetap perlu kebiasaan membaca yang baik, untuk menambah wawasan literasi, menambah wawasan, dan memperkaya kosakata.
Kembangkan Tulisanmu dan Bikin Jadwal
Bingung mau menulis apa? Cobalah baca artikel-artikel lawasmu. Mungkin ada artikel lawas yang terlalu pendek dan kalian ingin membuat tulisan lanjutannya.
Saya sendiri tipe yang gemar memecah ide menjadi beberapa artikel. Tapi ini memerlukan praktik dan kebiasaan. Contohnya apabila kalian diundang untuk mencicipi sebuah menu baru di sebuah restoran. Sebut saja restoran X baru merilis menu Y yang kekinian. Nah, Kalian bisa membaginya menjadi berbagai tulisan.
Tulisan pertama bisa menyoroti menu baru tersebut. Kalian bisa bercerita bagaimana wujudnya, rasanya, filosofi di balik menu tersebut (misalnya penamaan menu), target pasarnya, dan harganya.
Tulisan kedua bisa tentang restoran tersebut, kapan berdirinya, segmennya, suasana di dalamnya, dan kesan Kalian terhadap restoran tersebut.
Tulisan ketiga bisa tentang pemilik restoran tersebut, siapakah dia, latar belakangnya, dan harapannya akan restoran tersebut ke depan.
Tulisan keempat bisa tentang keunikan restoran tersebut. Misalnya Kalian tertarik dengan pajangan berupa rumus-rumus kimia yang tertebar di restoran tersebut, buat apakah?
Tulisan kelima, kalian dapat membuat sebuah cerpen dengan latar restoran tersebut.
Tulisan keenam? Coba deh kalian bikin sendiri. Kalian bisa langsung latihan untuk mengembangkan cerita dan kemudian akan terbiasa.
Nantinya akan saya beri contoh lagi agar kalian nanti bisa mempraktikannya dan terbiasa melakukannya.
Agar nampak rajin maka buatlah penjadwalan. Hari Senin tulisan A, hari Selasa tulisan B dan seterusnya.
Saya jika sedang cuti atau bakal sibuk ke depannya, suka membuat penjadwalan artikel. Saya bikin 3-4 artikel pada hari Minggu, kemudian saya atur di blog pribadi agar tayang pada hari dan jam tertentu. Kelihatannya saja rajin ngeblog tiap hari, padahal sudah bikin artikelnya jauh-jauh hari sebelumnya hehehe.
Pikirkah untuk Membuat Tulisan tentang Pekerjaanmu
Ini sebenarnya peringatan bagi diriku. Banyak orang bijak bilang membagikan ilmu dan pengalaman itu tidaklah percuma. Membagikan ilmu akan membuat ilmu itu abadi.
Saya terpikir suatu saat untuk membagikan ilmu dan pengalaman selama bekerja, baik ketika masih bekerja di media cetak, sebagai staf HRD, ketika menjadi humas, ketika menjadi blogger dan menjadi penulis lepas, serta ketika menjadi konsultan TI.
Dengan demikian mereka yang masih duduk di bangku SMA akan tahu berbagai pilihan pekerjaan dan apa yang biasa dilakukan di bidang pekerjaan tersebut.
Saya ingat waktu sewaktu SMA saya kebingungan memilih jurusan kuliah. Saat lulus kuliah pun saya juga masih bingung bakal bekerja apakah nantinya. Untuk itu saya ke depan akan mencoba lebih banyak menulis tentang deskripsi pekerjaan yang pernah saya geluti, bagaimana awal mulanya, tantangannya, dan sisi menariknya.
Bagaimana jika belum bekerja? Kalian juga bisa membuat artikel tentang kegiatan berorganisasi, bagaimana memanfaatkan waktu mencari pekerjaan dengan kegiatan bermanfaat dan sebagainya.
Bikin Buku dari Blog?
Bikin buku dari aktivitas ngeblog, kenapa tidak? Sayang kan jika artikel menggunung dan menumpuk begitu saja. Kalian bisa memilah-milah artikel di blog kalian dan membuatnya jadi satu topik.
Saat ini ada banyak penerbit independen, sehingga menerbitkan buku sendiri tidak sesulit dulu. Tapi yang sulit ketika menerbitkan sendiri tentunya pemasarannya hehehe.
Ada banyak komunitas yang suka mengajak menulis keroyokan, dan saya masih di level tersebut. Baru ketika bergabung dengan YPTD saya punya dua buku solo, tentang traveling dan tentang kucing.
“Ngeblog itu menyenangkan dan terbukti menyehatkan jiwa”.
Sebagian tulisan sudah dimuat di blog dewipuspasari.net
Gambar dari pixabay










