Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Jadi Blogger Profesional


Blogger profesional? Apa bedanya dengan blogger pada umumnya?

Mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa perlu jadi blogger profesional dan apa saja yang harus diketahui oleh seorang blogger agar mampu meningkatkan kualitasnya untuk seorang menjadi blogger profesional.

Blogger profesional itu ibarat profesi lainnya, ada dua hal utama yang wajib dikuasai, yaitu kemampuan di bidangnya dan kemampuan soft skill atau terkait dengan karakter. Yuk kita bahas satu-persatu.

Kemampuan seorang blogger adalah menulis, itulah yang harus diasah dengan baik. Kemampuan menulis yang wajib dikuasai blogger profesional ini ada dua dari segi umum dan dari segi teknik.

Kemampuan menulis dari segi umum yaitu bagaimana seorang blogger mampu mengungkapkan gagasannya secara runtut, logis, kaya akan perbendaharaan kata dan juga menguasai ejaan yang disempurnakan (EYD) atau yang sekarang disebut pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Seorang blogger profesional akan mencoba berhati-hati dengan kata depan, misalnya kata depan ‘di’.Ia bisa membedakan penggunaan ‘di’ sebagai kata depan, misalnya di depan dan sebagai kata kerja, misalnya dibawakan.

Apabila tulisannya masih sering typo, gaya menulisnya masih lompat-lompat dan sebagainya, maka perlu dibenahi terlebih dahulu. Berlatihlah dan juga biasakan untuk cek ricek dulu sebelum mengunggahnya. Jika terus dilatih kebiasaan ini maka menjadi blogger profesional tak lagi mimpi.

Nah berkaitan dengan teknik, blogger profesional juga perlu menguasai SEO atau search engine optimization. Ini adalah teknik agar tulisan kita bisa masuk ke halaman awal pencarian di Google. Ada beberapa tips di antaranya menulis di atas 300 kata, ada juga yang berpatokan di atas 1000 kata; dan menyebar kata kunci di judul dan tiap paragraf. Contohnya artikel ini, kata kuncinya adalah blogger profesional maka saya menyebar kata kunci ini di judul dan tiap paragraf.

Memang tidak semua artikel harus menggunakan SEO, namun apabila klien meminta agar kita menggunakan SEO dengan harapan agar tulisan kita mudah dicari maka penuhilah. Oh iya permintaan dari klien selama masih wajar sebaiknya kita penuhi. Ini merupakan bagian dari soft skill yang perlu dimiliki oleh seorang blogger profesional.

Kemampuan lainnya yang berhubungan dengan kemampuan menulis dan teknik yang ‘kudu’ dikuasai blogger profesional di antaranya memahami cara kerja tiap platform blog. Antara wordpress dan blogger ada beberapa perbedaan, demikian juga antara blog pribadi dan blog keroyokan. Ia juga perlu tahu cara menyebarkan tautan tulisan ke media sosial agar semakin banyak pembacanya.

Seorang blogger profesional juga perlu mempelajari story telling dan softselling. Artikel dengan gaya bercerita akan lebih menarik. Apabila kita mendapat pekerjaan membuat artikel endorse maka juga upayakan dibungkus dengan softselling, agar pembaca nyaman membacanya. Misalnya kita di-endorse aplikasi pemesanan tiket pesawat, maka kita bisa cerita tentang liburan impian baru disisipkan dengan promosi aplikasi pemesanan tiket tersebut.

Nah selanjutnya adalah kemampuan softskill atau berkaitan dengan karakter blogger profesional. Ia harus paham etika blogger dan bagaimana bekerja sama dengan klien.

Etika di sini seperti yang saya pernah tuliskan di artikel sebelumnya berkaitan dengan aturan. Seorang blogger profesional harus tahu bahwa menulis artikel SARA dan hoaks itu tidak diperkenankan. Ia juga tidak boleh menyebarkan informasi sensitif sebuah perusahaan apalagi jika ia telah pernah menandatangi persetujuan untuk tidak melakukannya. Yang terakhir ini hukumannya akan berat. Poin-poin etika lainnya bisa dibaca di artikel saya yang lalu. 

Sedangkan kemampuan softskill berkaitan dengan klien yaitu bagaimana seorang blogger profesional menghargai kliennya. Ia dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Misalnya kita mendapat pekerjaan membuat artikel 500 kata dengan kata kunci yang ditetapkan untuk diunggah pada tanggal tertentu dan disebarkan ke medsos.

Sebagai blogger profesional apabila kita sudah menyetujui semua poin yang diajukan klien maka kita harus melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai pas hari H kita malah beralasan lupa, ada ini dan ada itu. Bukankah artikel blog bisa kita atur untuk tampil pada jam sekian dan hari tertentu.

Menulis
Apabila klien meminta ada infografis, maka jika kalian setuju di awal juga perlu kalian penuhi (gambar dokpri)



Memang tidak semua permintaan klien harus kita turuti. Andaikata kita keberatan antara kewajiban dan honornya yang kurang sebanding maka kita juga bisa bernegosiasi. Menjadi blogger profesional tidak harus menelan mentah-mentah keinginan klien. Yang wajar saja dan kiranya sesuai dengan nilai kontrak.

Misalnya klien mensyaratkan tulisan minimal dibaca 1000 kali. Namun dengan waktu yang ditentukan dan tulisannya yang banyai menampilkan promosi produk (hardselling) kalian ragu, maka kalian bisa bernegosiasi misalnya angka tampilan diturunkan jadi 300 keterbacaan atau waktunya sampai sebulan. Itu bisa. Asalkan dibahas di awal dan disepakati kedua belah pihak. Jangan sampai kita melabeli diri sebagai blogger profesional tapi kemudian kita protes pas di tengah-tengah pekerjaan

Itulah kemampuan yang perlu dikuasai seorang blogger profesional. Apabila ada teman-teman pembaca yang mau menambahkan, monggo.

Gambar cover dari pixabay

Tinggalkan Balasan