Bangkitlah anakku Hari esok masih ada

Terbaru708 Dilihat

 

23. ​​​​KESABARAN TIADA BERTEPI 2

“Sesungguhnya Allah menjadikan sabar sebagai kuda tunggangan yang tak kenal lelah, pedang yang tak pernah tumpul, prajurit yang pantang menyerah, benteng kokoh yang tak bisa dihancurkan dan ditembus. Sabar merupakan saudara kandung kemenangan. Di mana ada kesabaran, disitu ada kemenangan.” (Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah)

Kesabaran tiada bertepi tidak hanya milik ODS, tapi paracaregiver dituntut total sabar seutuhnya demi kasih sayang yang tulus pada ODGJnya. Seorang caregiver mencurahkan perderitaannya di grup WA dan mohon pendapat dan supportatas perilaku ODGJ yang disayanginya.

Aku punya kakak ODS. Dia pertama berobat di RSJ Klender 2014 itu pas dia ngamuk parah. Setelah dari RSJada perubahan membaik tapi masih kontrol obat sampaisekarang. Tapi sudah beberapa bulan di tahun ini sering kambuh halu/wahamnya karena sering telat/tidak teraturminum obat.Tetangga-tetangga merasa terganggu karena kalau dia kambuh, ODSku lempar-lempar batu ke rumahorang. Lalu tetangga (Ket RT) melaporkan ke Dinsos untuk dibawa ke rumah sakit Duren Sawit. Ini yang ke tiga kalinya odsku masuk RS tersebut. Tetangga dan RT kuatir nanti dia pulang dari RS pasti kambuh lagi, mereka menyarankan agar ODSku ditaruh di panti dari pemerintah. Tapi di panti itu katanya tidak bisa dijengukin dan kalauada kabar kematian tidak dikasih kabar pada keluarga.Jikalau saya dan ortu tidak mengizinkan, maka keluarga saya disuruh pindah dari rumah lingkungan saya. Di satu sisi kami tidak rela melepas ODS yang kami sayangi ke panti tersebut. Kami harus gimana ya? Saya sangat bingung memikirkan ini semua, mohon kalau ada solusi atau saran buat saya.

Seorang caregiver lain R mempunyai 3 (tiga) orang anak yang ketiganya terkena gangguan jiwa dan sekarang berhasil dalam tahap pemulihan (recovery), menulis dalam grup WA.

Saya sebelumnya sangat awam tentang masalah kesehatan jiwa dan sungguh suatu cobaan yang luar biasa bahwa ketiga anak saya semuanya menjadi pasien psichiater, tapi saya meyakini bahwa semua yang diberikan Allah kepada kita baik suka dan duka ada tujuan yang baik dan kasih sayang-Nya, Insya Allah kalau kita menerimanya dengan ikhlas dan sabar semua akan diberikan jalan keluar yang indah bagi hamba-hamba-Nya, ini keyakinan saya sebagai seorang muslim.”

“Anak saya yang pertama laki-laki namanya BRS, 3 tahun yang lalu dirawat di poli jiwa RS Mayapada Tangerang dan terus berobat sampai sekarang ke dokter jiwa. Alhamdulillah kondisinya mentalnya sangat bagus dia berkarier sebagai Account officer di BRI dan berwira usaha membuka laundry dan sudah memberikan 3 cucu kepada saya sampai sekarang masih teratur minum obat.”

“Putra saya yang nomor 2 UARS didiagnosa di RSCM menderita schizophrenia paranoid dan Alhamdulillah sekarang setelah 2 tahun lebih minum obat secara teratur kondisinya stabil dan kemarin ada keinginan untuk melanjutkan kuliahnya ke S2 dirumah dia membuka usaha servis komputer, laptop dan hp.

“Anak saya yang nomor 3 perempuan namanya SRS divonis dokter menderita MDD (Major Depresion Disorder). Dulu tidak pernah mau keluar kamar dan selalu merasa sedih, tidak mau bergaul dan ada kecenderungan bunuh diri, tapi Alhamdulillah setelah berobat secara teratur (sekitar 1,5 tahun) kondisinya bagus dan stabil, rajin masak, sekarang dia sedang KKN di Jawa tengah untuk menyelesaikan kuliahnya di UGM.”

“Maaf pernahkah dulu anak-anak bapak melakukan kekerasan pada orang lain, atau pada orang tuanyamisalnya?

“Tidak pernah, kalau sebatas marah iya tapi melakukan kekerasan tidak”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Yang ikhlas dan sabar ya bu, do’akan selalu putranya

إن شاء الله

Do’a seorang ibu akan diijabah oleh Allah

امين يارب العالمين

Ketua KPSI Bagus Utomo memberikan arahan yang sangat bermanfaat kepada para caregiver.

Ada beberapa ortu ODS berdoa: Ya Tuhan mohon ambil nyawa anakku duluan agar aku bisa merawat amanatmu sampai akhir hayatnya. Jangan ambil nyawaku duluan, karena aku takut anakku terlantar.

Sekitar 40 persen ODS terfikir dan melakukan upaya bunuh diri, 10 persen diantaranya meninggal dunia. Sebagian ODS ngelayap dan hilang tak tentu rimbanya. Bagi caregiver yang seperti ini perasaannya juga sulit digambarkan dengan kata-kata. Mari bersama kita cegah bunuh diri dan keterlantaran ODGJ.

Lelah fisik dan jiwa pada caregiver skizofrenia bisa sampai level burn out, lelah pol sehingga mesinnya mogok. Distarterpun sudah sulit nyala mesinnya. Itu artinya kita telah mengalami depresi. Kita jadi pesimis terhadap kehidupan di dunia ini. Harapan pada kehidupan dan masa depan kita sendiri saja sudah pupus. Jangan sampai kita para caregiver mencapai tahap ini. 

Ingat selalu menjaga kesejahteraan dan kebahagiaan kita sendiri. Saya tahu ini mudah diucapkan tapi dilaksanakannya susah. Ya karena saya sendiri juga mengalami itu. Agar kita sebagai keluarga adalah motor penggerak utama pendukung pemulihan dapat menjaga stamina. Sejak pertama kita menghadapi skizofrenia, sugestikan terus kepasrahan, keikhlasan dan kemurahan hati. Harus banyak/gede maklum dan maaf. Saya sampaikan ini agar kalian semua siap mental menghadapi badai kehidupan yang akan terus mendera keluargamu di sepanjang sisa hidupmu. Kita tidak bisa meredakan badai, tapi kita bisa bertahan terus mengayuh biduk kehidupan sampai badai reda dan kita sampai tujuan. Meskipun seakan-akan kita kalah melawan skizofrenia, tapi kalau kita terus berusaha sampai akhir, berarti kita sudah menang.

Berikut kutemukan seuntai puisi yang mengharukan dibuat Kahfi anakku tersayang diketiknya sendiri di laptopnya beberapa tahun yang lalu. Dia berusaha terus bertahan dan berupaya tetap tegar. Hal ini memperkuat keharusan kesabaranyang tiada berbatas bagiku sebagai caregivernya untuk mencapai kemenangan.

PUISIMU 3

Selami Diri

Selalu begitu, tak ada angin tak ada hujan

Selalu begitu, tak mendasar tak bertepi

Inilah hidupku

Yang penuh teka teki

Tak selalu kutemukan solusi

Kau akan terus berjalan kehidupan

Walau aku ingin berhenti

Tak kan menyerah

Walau bumi berhenti gravitasi

Aku tak merasakan sakit

Walau ditusuk bara api

Seperti mimpi, hidupku pasti mati

Tapi, aku harus terus memilih

Karena aku pemilik diri ini

Walau tak abadi

Jatiwaringin, 01-10-2011

 

Tinggalkan Balasan