Bangkitlah anakku Hari esok masih ada

Terbaru953 Dilihat

40. PUISIKU 2

​​​​Mendung Beringsut Pergi

Jika mendung telah beringsut makin menjauh

Tetesan hujan di pelataran telah mengering

Bukalah daun jendela jiwa dan hatimu, anakku

Selamat tinggal keresahan, kegelisahan, kecemasan

Lihatlah matahari mulai mengintip dengan sinar semakin cerah

Mari kita telusuri jalan-jalan berdebu di Cappadocia

Yang penuh dengan bukit-bukit batu yang runcing

Melambaikan tangan mengajakmu bangkit, lets go man…

Lets fly to the blue sky….

With the colorfull seagulls…

See a variety of beautiful sea animals…

Pasir putih terhampar laksana kejernihan hatimu di masa lalu

Sebelum orang-orang itu menutup matamu dan membawamu entah kemana

Maafkan mereka, kita maafkan, semua tinggal kenangan

Allah mengizinkan semua yang terjadi untuk ujian kenaikan kelas kita

Pohon kelapa menjulang menggapai langit melenggang penuh makna

Wajah-wajah Asmaul Husna, Maha Agung, Maha indah, Maha Penyayang

Ujian itu selangkah demi selangkah telah kita lewati

Begitu banyak makna dan hikmah yang dapat kita tangkap dan tebarkan

Kau aku dan kita semua lulus ujian cumlaude, In Sya Allah

Lalu doronglah perahu dan dayunglah dengan semangat baru

Laut biru ombak tenang dan angin sepoi-sepoi membelai rambuthelai demi helai

Cakrawala pengabdian telah menunggumu dengan senyum terindah

Mawar mencintai keindahan dirinya, cintailah sayangilah pula dirimu

Cintai dan sayangi keluargamu, lingkunganmu, bangsa dan negaramu

Mereka dengan sabar menanti uluran tanganmu

Awan telah beringsut pergi, makin menjauh

Alhamdulillah…..

PUISIKU 3.

​​​​Bidadari Ada di Hatimu

Tak perlu kau cari-cari lagi bidadari

Mereka ada dihatimu

Tatkala jiwamu telah jernih dan saraf di kepalamu telah mengalir dengan baik

Tunggu saja, mereka akan datang dan bermain riang dihatimu

Tinggal kau pilih jika ada yang tulus dalam keikhlasanmenemanimu

Dalam lorong pengabdian dan berbagi cinta pada sesama

Jika tak kau temukan cinta yang murni, lebih baik kau tenang hidup sendiri

Anakmu sangat membutuhkan uluran kasihmu

Lebih baik segera kau usir segala godaan yang hanya akan merusak dirimu dan anakmu

Tak ada susahnya kau terus minum vitamin-vitaminmu

Mereka telah ditakdirkan menyatu dalam kehidupanmu

Jangan pernah dilupakan itu, jangan pernah diabaikan lagi nak

Pelan-pelan itu nanti dikurangi atas petunjuk ahlinya

Jika lalai, Dajjal akan datang kembali dan menguasai jiwa ragamu

Masih ingatkah kau bagaimana wajah mereka yang menakutkan membawa pedang tajam

Kau ingin jadi ksatria bermata merah menantang dengan pedangsepanjang apapun itu

Namun tenagamu kala itu masih lemah, tak seimbang bak bumi dan langit

Sehingga kau berkali-kali, jatuh tersungkur….

Kini kau telah benar-benar tahu

Bahwa pedangmu adalah vitaminmu

Mereka akan lari terbirit-birit ketika melihat pedang kehidupanmu, tanpa perlu diayunkan

Pedang itu siap siaga mengusir kuntilanak drakula jin sebagainya itu

Sarafpun terurai lembut perlahan mengikuti jati dirinya

Wajahmu kembali bening, sebening kolam mata air pegunungan

Bidadari-bidadaripun hinggap bermain di kolam bening hatimu

Tak ada lagi yang perlu kau resahkan, tak ada lagi ketakutan

Perahumu akan terus berlayar tenang diiringi camar-camar

Tubuhmu kuat, tanganmu semakin kokoh mengayun dayung

Pandangan ibu mengikutimu dalam doa bersama hembusan angin laut

Sampai kau tiba di pelabuhan bahagia dirimu, takdirmu

Meski hidup sendiri, tapi kau tidak akan pernah sendiri, Allah bersamamu

Puisi-puisi yang kau buat kala itu, kini telah ibu tayangkan

Seburuk apapun itu, seindah apapun itu

Semua itu sangat berarti dalam ukiran sejarah kehidupan kita

Tak perlu kau sibuk mencari bidadari, mereka ada di hatimu.

PUISIKU 4.

​​​​Matahari Esok Menyambutmu

​​​​

Bersama kita akan telusuri Piramida Agung Giza

Dengarlah merdunya suara anakmu bersholawat memanggil junjungannya

Allahumma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammad…

Suaranya melengking sampai ke puncak piramid tertinggi itu

Lalu turunlah tetesan air hidayah yang kita reguk penuh nikmatdi kerongkongan

Pertanda limpahan kasih sayang Allah, melebihi kasih sayangkuyang tiada artinya ini

In Sya Allah… jika berkah umur menghampiri ibu

Jika pedangmu telah mampu mengusir atau membunuh dajjal-dajjal itu

Dan mereka tak ada keberanian lagi menghampiri dan mengganggumu

Kita akan terbang bersama dan turun mengelilingi Ka’bah kembali

Lalu gurun pasir berkabut, rumput kering layu, domba-domba tertawa menyambut

Meski tak ada rumput hijau, mereka tetap sehat dan riang gembira

Meski tak ada bidadari atau bidadara

Berjuanglah, ciptakan sendiri bahagia tak harus ada mereka

Kita selalu dapat menikmati senda gurau kehidupan yang akanbermakna setelahnya

Tak ada yang perlu dicemaskan lagi di pelabuhan ini

Matahari esok akan setia menyambutmu

Jika hari ini dianggap telah menjelang senja, biarkan senja ini berlalu, anakku

Lewati malam-malam dengan tenang dalam tidur lelapmu

Esok matahari bersama daun bunga merpati ikan kucing berzikir dan menyapamu

Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?

Ibu hanya ingin doamu, doa anak yang soleh…

Semoga anakmu juga menjadi anak yang soleh selalu mendoakanmu

Sukses dalam pengabdian kepada Tuhan, keluarga, nusa dan bangsa

Aamiin…..

Tinggalkan Balasan