Pada kelas 1 SD, saya bercita-cita ingin menjadi polwan. Alasan saya ingin menjadi polwan karena saya ingin mengikuti jejak ayah saya yaitu polisi. Menjadi polisi bukan hal yang mudah, banyak syaratnya salah satunya mempunyai gigi yang rapi. Karena gigi saya yang tidak rapi.
Pada kelas 5 SD cita-cita saya ingin menjadi designer. Pada saat itu saya juga tidak bisa menggambar dan tidak suka menggambar jadi saya mencoba belajar menggambar. Tetapi pada umur 11 tahun saya ingin menjadi dokter.
Mengapa saya ingin menjadi dokter? karena saya ingin sekali membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Apabila saya melihat orang yang membutuhkan pertolongan, hati saya ingin sekali membantu tetapi saya belum mempunyai ilmu yang cukup. Apabila saya menjadi dokter, saya bisa merawat diri sendiri dan keluarga saya sendiri.
Dan saya juga ingin menjadi relawan. Waktu itu saya ingin menjadi relawan di palestina karena pada saat itu sedang ada konflik antara palestina dan israel dan rakyat palestina sangat kesusahan untuk makan, minum dan tempat untuk tinggal. Alasan saya ingin menjadi relawan karena menjadi relawan adalah hal yang menyenangkan, kita menyibukkan diri dengan membantu orang-orang yang terkena musibah. Termasuk menjadi relawan hewan yang suka membantu hewan-hewan dipinggir jalan dengan memberi makan, memberikan pengobatan kepada kucing yang terluka dan lain lain.
Saya juga bercita-cita ingin menjadi dokter hewan karena saya punya kucing yang terkena penyakit panleukopenia tetapi saya tidak tau cara merawatnya,akhirnya kucing saya mati. Dengan menjadi dokter hewan saya tidak perlu khawatir dengan peliharaan saya karena saya bisa mengobati peliharaan saya sendiri.
Saya juga bercita-cita ingin menjadi perawat. Pada awalnya saya ingin menjadi dokter tetapi karena masuk fakultas kedokteran susah dan belum rezeki saya menjadi mahasiswa kedokteran, saya beralih menjadi mahasiswa keperawatan. Menurut saya tidak hanya dokter yang dapat membantu seseorang yang sakit, perawat pun juga dapat membantu orang yang sakit . Perawat juga memiliki kedekatan yang lebih dengan pasien daripada dokter.






