Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau
” NYAWA DI TITIPKAN “
Nadi terus berdenyut seperti jarum jam
Mata ,kepala,sekujur tubhku masih erat berpaut
Saling menoleh ke kanan,ke kiri
Atas, ke bawah,depan , ke belakang separas bahu
Tuk berdiri tengak merebah wajah tertunduk malau
Bergerak hembusan tak beririg,bertemu,naik sedetik,turun sedetik
Tak pernah bertemu tiada cemburu
Sebenarnya aku tak punya kuasa
Jika engkau jauh dari pelukkan jasadku
Kuasa di beri tuk merasa malu
Bicarapun tak mampu
Biar aku merasa tau malu
Jasadku masih terhutang budi
Malu jika takĀ berbudi
Budi di balas dengan budi
Agar bergerak tak lagi menepi
Seperti pincang tak kuasa berdiri
Hei kawan……..
Jangan pergi dulu
Mendahului tubuhku
Sebelum jasadku membujur tersenyum
Sebelum nafsuku terlatih lemah lembut,peluk puja kasihmu
Sebelum langkah kakiku ,berlari mengejar waktu sujud padamu, sambil meratap malu tersipu sipu
Sebelum mataku tak menyimpan debu,tau akan buruk rupa merasa malu
Sebelum hatiku tak lagi membeku,keras seperti batu
Sebelum lisanku bertutur malu,tak bicara tak menentu
Hei kawan…..
Kasih sayangku
Tunggu aku bersamaan jasadku
Biarku bersihkan derkil hitam menjadi putih salju
Agar jasadku tak tersipu malu
Sadar akan titipan untukku
Kita sama kembali dalam senyum tak membeku
Karya : Raja zainol afandi,S.Pd.SD








