1.Pak H.Sugianto,S.S.M.M
Pada tahun 1994 Wai melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Durai Kecamatan Durai Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Di tahun tersebut Pak H. Sugianto, S.S. M.M menjadi guru yang mendidik Wai ketika itu. Beliau adalah sosok guru yang disiplin,ramah,suka bergaul dan sangat dekat dengan murid-muridnya. Pak H.Sugianto,S.S.M.M guru yang suka memberikan senyuman kepada semua muridnya sebagai tindakan pembelajaran karakter diri. Karena senyuman adalah sedekah yang paling mudah untuk kita lakukan.
Ketika Wai menjadi muridnya Pak H.Sugianto,S.S.M.M sangat aktif diberbagai kegiatan di sekolah,beliau sebagai motivator penggerak untuk teman-teman guru yang sama profesi dengannya. Beliau sangat suka berolahraga,bermain sepak bola dan jenis olahraga lainnya.Apapun jenis kegiatan ekstra di sekolah beliau sering menjadi pembina bagi semua murid-muridnya.Baik itu kegiatan pramuka,olahraga,juga kegiatan kewirausahaan yaitu bercocok tanam di sekitar lingkungan sekolah. Pak H.Sugianto sangat suka mewarnai sekolah agar terlihat indah dan nyaman.
Berbagai macam gerakan yang melibatkan murid-murid untuk berperan aktif dalam menghias ruang kelas juga taman sekolah. Untuk menarik minat seluruh muridnya,pak H.Sugianto,S.S.M.M membuat suatu pertandingan. Dalam perlombaan tersebut siapa yang bagus mewarnai ruang kelasnya juga taman sekolah akan mendapat penghargaan berupa piagam dan hadiah lainnya. Apa yang telah menjadi keinginan beliau semuanya terlaksana dengan baik,begitu juga dengan murid-muridnya merasa puas karena dapat mengasah juga memperagakan secara langsung minat bakatnya.
Kisah Wai ketika menjadi murid beliau masih terkesan sampai saat ini.Semua itu dikarenakan ketauladannanya untuk pantas Wai tiru juga digugu. Ada saja ide-ide yang luar biasa dari beliau untuk membuat sekolah menjadi nyaman.Beliau juga sangat suka pada murid-murid yang aktif.
Wai termasuk salah satu murid beliau yang aktif dalam berbagai macam kegiatan di sekolah.Apapun yang menyangkut kegiatan sekolah Wai akan ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Ada kisah yang terus menjadi ingatan Wai,ketika bersama Pak H.Sugianto,S.S.M.M,disaat beliau menjadi seorang guru.Ketika Wai mau berangkat kesekolah,Wai dan Pak H.Sugianto,S.S.M.M bersama-sama mengayuhkan sepeda setiap paginya.Jalan yang kami tempuh hampir 4 kilo meter dengan melewati jalan yang berukuran tiga jengkal ukuran orang dewasa.Jalan tersebut sangat kecil dan kiri kanannya masih hutan.Begitu juga dengan rumah warga masih jauh-jauh jaraknya.Pak H.Sugianto,S.S.M.M sosok guru yang luar biasa dekat dengan murid-muridnya.Sehingga wai sebagai muridnya tidak malu untuk bercerita jika punya masalah hidup.Apalagi Wai anak pesisir pulau yang berpisah dari kedua orang tua hanya untuk meraih cita-cita yang membanggakan kedua orang tua.Pak H.Sugianto,S.S.M.M sering sekali memberkan wai uang jajan untuk sekolah.Ya harap maklum anak rantauan yang ingin punya masa depan.Lagi pula kampung halaman wai jarak tempuhnya sangat jauh dari Kecamatan Durai Kabupaten Karimun Kepri.Untuk pulang kampung saja setelah liburan semester kenaikan kelas.Pak H.Sugianto,S.S.M.M sudah selayaknya wai tiru pola pikir dan juga keteladannya dalam bertugas menjadi seorang guru.Tidak salah jika hari ini beliau menjadi seorang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Provinsi Kepri.Beliau salah satu guru yang sangat-sangat aktif,bersahaja penampilanya,namun dengan kinerja pekerjaan yang beliau jalani tetap konsisten juga profesional.
Ketika bel pulang berbunyi,Wai dan teman-teman bersiap untuk pulang.Yang anehnya ketika Wai berjalan menuju ke tempat parkiran sepeda,Wai lihat sepeda Wai sudah hilang.Wai sangat sedih dan khawatir.Itulah satu-satunya sepeda yang menjadai teman untuk mengantar Wai kesekolah.Keringat jagung pun keluar bercucuran mencarikan sepeda yang hilang.Teman-teman wai semuanya sudah pulang duluan.Dalam keadan sedih wai tetap berusaha mencari sepeda yang hilang.Rupa-rupanya sepeda wai disembunyikan diatas pohon jambu monyet.Pada waktu itu sekolah wai dikelilingi pohon jambu monyet yang rindang.Jika waktu istirahat terkadang wai bersama teman-teman sekelas duduk dibawah pohon tersebut.
Kesan yang kedua ketika kelas wai mengngikuti kegiatan kewirausaan menanam berbagai jenis tanaman yang menghasilkan dikebun sekolah.Kami dibagi menjadi beberapa kelompok.Pada waktu pembagian kelompok untuk berkebun,wai satu kelompok bersama Bambang,Hakimi dan Edi.Kelompok kami menanam semangka.Ada juga kelompok yang lain menam tanaman yang sama.Wai dan teman-teman sangat bersemangat.Sebelum bercocok tanam dilakukan kami diajar tata cara penyemain bibit dan lainya yang menyangkut tentang bercocok tanam.Setelah semuanya selesai diajarkan,pada mingggu berikutnya kami sudah mulai bekerja bersama-sama teman yang lainya untuk melakukan penanaman yang didampingi oleh Pak H.Sugianto,S.S.M.M.
Setiap harinya kami yang dibagi beberapa kelompok terus menerus mengawasi dan melihat tanaman yang telah ditanamkan bersama-sama.Hampir tiap pagi tanaman tersebut juga harus disiram dan dikasi pupuk alami.Selang beberapa minggu tanaman kami sudah mulai berbunga.Wah rasa senag dan puas dari kegiatan yang dilakukan menimbulkan sutau kepuasan tersendiri.Setiap hari tanaman yang kami tanamkan terus dipantau.Anehnya tanaman semangka kelompok wai hanya berbunga namun tak berbuah.Kelompok disebelah wai semangkanya sudah berputik.Wai pun tak putus semangat bersama teman-teman yang satu kelompok dengan wai.Hari terus saling berganti dari waktu ke waktu.Tanaman semangka kelompok lain yang bersebelahan dengan kelompok kami buah semangkanya semakin besar,namun kelompok wai hanya bunganya saja yang banyak.
Seiring waktu telah tiba saatnya untuk panen masing-masing kelompok.Wai merasa sedih karena kelompok wai semangkanya hanya berbunga namun tak mengeluarkan putik untuk bakal menjadi bakal buah.Wai pun berunding empat mata bersama-sama teman kelompok wai.
Wai bilang sama Hakimi,dengan menggunakan bahasa Melayu.”Macam mane ni jo.Semangke kelompok kite tidak berbuah same sekali hanye bungenye saje yang kelua.”Wah.Hakimi,bambang juga Adi berfikir bersama-sama.Kata Hakimi,jo semangka kelompok sebelahkan banyak buahnya,macam mane kite ambek satu kite ikatkan ditanaman kite yang hanye berbunge.Temanku bambang langsung setuju.Untuk bagian mengeksekusi semaka tersebut kami bersama-sama memetik semangka kelompok sebelah untuk diambil satu biji diikatkan dikelompok kami.Wai bagian yang mengngikat buah semangka tersebut.Sebelum mengngikat buah semangkanya,wai sampaikan kepada Hakimi,Bambang juga Adi,bahwa kita tidak boleh berbohong,jika kelompok kita tidak mendapatkan nilai akan tetapi kita tetap diberikan nilai oleh Pak H.Sugianto,S.S.M.M nilainya dari usaha kita bersama walupun tanaman tersebut tidak menghasilkan buah.
Namun teman wai tetap berkeras untuk mengngambil buah semangka kelompok lain.Akhirnya wai yang menjadi bagian untuk mengngikat buah semangka dikelompok kami.Setelah selesai mengngikat buah semangka Pak H.Sugianto,S.S.M.M salah satu guru yang membimbing kami untuk bercocok tanam datang untuk melihat,sekali gus memberikan penilaian dari hasil kerja kelompok tersebut.Wai pun saling melirik,cuit mencuit teman yang satu kelompok dengan wai.Wai yang disuruh teman sekelompok wai untuk ikut dibelakang Pak H.Sugiantio,S.S.M.M disaat memberikan nilai.Pak H.Sugianto,S.S.M.M pun bertanya kepada wai,”Nol,buah semangka kelompok kamu kok buahnya hanya satu.”Ya Pak,hanya satu.Wai pun kasi penjelasan.”Maaf pak,bunga semangka kelompok saya sangat banyak bunganya,yang anehnya hanya satu yang lekat menjadi buah.Pdahal semangka kelompok sebelah yang kami ambil dan diikat dikelompok kami,agar kelompok kami mendapat nilai.Perbuatan yang tidak baik ini telah ku sampaikan kepada guru hebatku Pak H.Sugianto,S.S.M.M ketika duruang kelas.Beliau tersenyum dan tertawa.Beliau bertanaya,”semangka kelompok siapa nol yang kalian ambil.”Kelompok Marsita pak.
Sebenarnya wai sangat segan dan malu untuk mendekati Pak H.Sugianto,S.S.M.M karena saat ini beliau seorang pejabat dilingkungan Pendidikan.Namun inilah kenyataanya namanya anak tak bisa jauh dari kedua orang tuanya.Begitu juga kedekan wai dengan Pak H.Sugianto,S.S.M.M.Terkadang sahabat-sahabat wai bertanya kepada wai,setelah mereka melihat poto-poto wai bersama pak H.Sugianto,S.S.M.M,”Raja kamu dekat sekali dengan Pak H.Sugianto,S.S.M.M.” Ya,karena beliau adalah guru wai ketika SMPN 1 Durai Kecamatan Durai.Beliau adalah seorang guru pemerhati terhadap murid-muridnya.Tidak salah jika kebanyakan murid-muridnya sangat dekat dengan beliau.Walaupun Beliau saat ini menjadi atasanku,namun keperibadian ku tetap menghormati beliau.Pak H.Sugianto,S.S.M.M salah satu Kepala Dinas yang cepat respon,cepat tanggap,cepat melaksanakan sesuatu yang berkaitan dengan kedinasan.Beliau sangat mudah bergaul tanpa ada kesan memilih atau memilah-milah seseorang.Untuk bertemu dengan beliau juga mudah,jika beliau tidak ada kesibukan yang mendetil.Jika pemimpin neri ini di setiap pekantoran seperi beliau in syaa Alloh negeri ini akan ada suatu perubahan yang cepat,tepat pada sasaranya.
Waktupun terus berlalu.Pada ujian kenaikan kelas wai pun mengajukan pindah sekolah ke SMPN Pulau Buru Kabupaten Karimun Provinsi Kepri.Di waktu wai pindah sekolah,wai masih dikelas dua SMP.Setelah wai pindah sekolah,wai tidak tau lagi kabar guru hebat wai yaitu Pak H.Sugianto,S.S.M.M.Wai pindah sekolah ke SMPN Pulau Buru atas keinginan dan peritah dari ayahnda wai bernama Raja Adam Raja Wazar.Karena wai harus menjaga nenek wai Raja Jahrat H.Raja Murad.Pada waktu itu kondisi nenek wai sudah tua.Akhirnya wai tamat di SMPN Pulau buru.
Jodoh,kematian juga rezqi semua itu sudah diatur oleh Alloh Swt.Pada tahun 1999 wai pun tamat SMA Negeri 1 Moro.Berselang satu tahun tamat SMA wai ditawarkan oleh Pak Arban,S.Pd untuk menjadi guru honorer tanpa gaji di SDN 002 Durai Desa Sanglar Kecamatan Durai Kabupaten Karimun Kepri.Wai dikasi waktu untuk berfikir selama 1 minggu.Wai pun berunding bersama kedua orang tua juga abang ipar wai M.Yusup,S.Pd.M.Pd yang mana abang ipar wai juga guru di SDN 002 Durai.Dari nasehat juga pandangan abang ipar wai,wai menerima tugas sebagai seorang pendidik yang mengabdi sebagai guru honorer.Hampir 1 tahun wai honor di SDN 002 Durai tanpa gaji dari pemerintah daerah waktu itu.Honor yang wai terima belas kasihan dari guru-guru senior PNS yang pada saat itu mengajar disekolah yang sama.Ketika mereka gajian ada yang memberi 50 ribu rupiah,ada juga 100 ribu.Tergantung dari keikhlasan mereka.Karena pada waktu wai honor memang belum ada honorer yang dibayar melalui APBD.Namun wai tak pernah mengeluh dan putus asa.
Tahun 2021 wai dapat panggilan untuk ikut tugas belajar Diploma II PGSD di UNRI Proninsi Riau.Pada masa itu belum pemekaran Provinsi Kepri.Wai ikut tugas belajar selam dua tahun setengah mengambil sekolah jurusan kegurauan Diploma II PGSD yang dibiayai oleh pemerintah Kabupaten Karimun.Saat itu Ayahnda Almarhum M.Sani menjabat sebagai bupati Kabupaten Karimun.Seiring waktu berjalan wai telah selesai menjalani tugas belajar D II PGSD di UNRI.Wai pun pulang kampung untuk kembali megabdi menjadi seorang pendidik di kampung halaman wai di SDN 002 Durai Desa Sangalar Kecamatan Durai.Wai kembali lagi mengajar menjadi seorang pendidik pada tahun 2004.Pekerjaan menjadi seorang pendidk terus wai jalani dengan sabar,ikhlas dan tetap pada prinsip sesuai dengan aturan yang berlaku.
Tahun 2004 wai juga dipercayakan untuk mengajar sebagai seorang guru,untuk mendidik anak-anak SMP Terbuka yang dikelola oleh senior Wai Pak Maulyanto,Ismardi,Purwati dan Kepala Sekolah wai Pak Arban.Wai diberi sebuah tugas atau kepercayaan untuk mengajar PKn dan IPS.Wai terus mengajar sesuai kemampuan mata pelajaran yang memang wai pahami.Waktu itu wai juga mengajar salah satu murid yang bernama Zulifariana,yang hari ini telah menjadi pendamping hidup wai.
Setiap kali ujian semester murid-murid SMP Terbuka,ujiannya akan diadakan di SMP N 1 Moro.Beberapa orang guru pergi bersama-sama murid ke SMP N 1 Moro selama 1 minggu.Dan pada saat itu wai di bawa bersama oleh senior wai untuk dapat ikut serta mengawasi murid-murid SMP Terbuka.Karena murid-murid SMP Terbuka semuanya sudah diusia bujang dan dara.Maka dari itu perlu penjagaan ekstra,karena orang tua mereka percaya kepada kami sebagai pendidik.Mereka sekolah umurnya sudah belasan tahun dikarnakan dahulunya di kampung wai belum ada sekolahan seperti saat ini.
Setibanya di SMPN 1 Moro wai melihat ruangan tempat murid-murid ujian,sambil melihat ruangannya wai dipanggil salah satu guru disana bahwa kepala sekolah SMPN 1 Moro ingin bertemu dengan wai untuk membicarakan masalah ujian muri-murid SMP Terbuka dan juga masalah transportasi,konsumsi dan hal lainya.Setibanya wai di ruang kantor kepala sekolah,wai mengetuk pintu dan memberikan salam.”Beliau mejawab salam wai.Wai pun masuk didalam ruang kepala sekolah.Setelah wai lihat rupa-rupanya kepala sekolah SMPN 1 Moro adalah Pak H.Sugianto,S.S.M.M guru wai waktu di SMPN 1 Durai.Wai sangat bersemangat dan berterima kasih kepada Alloh Swt yang telah mempertemukan wai kembali dengan seorang guru (Kepala Sekolah)yang mana pernah mendidik wai.Wai terus berceloteh bersama pak H.Sugianto,S.S.M.M untuk membahas masalah ujian,konsumsi,tempat tinggal dan juga transportasinya.Pak H.Sugianto langsung menanyakan berapa jumlah murid yang ikut ujian akhir sekolah dari SMP Terbuka Desa Sanglar.Beliaupun langsung memberikan uang makan untuk murid-murid pada waktu itu satu anak 50 ribu rupiah.Dan untuk uang tempat tinggal dan konsumsi makan langsung dihendel oleh salah satu guru SMPN 1 Moro.Kebetulan kami semuanya tinggal dan menumpang tidur dirumah guru tersebut.
Selama satu minggu di SMPN 1 Moro membawa murid-murid SMP Terbuka sampai selsesai ujiannya,pada hari terakhir wai di panggil kembali oleh pak H.Sugianto,S.S.M.M ke ruanganya untuk memberikan bantuan uang saku kepada murid-murid yang kami bawa bersama-sama pendidik lainnya.Alhamdulilah pada waktu itu satu anak mendapat uang jajan sebesar 50 ribu rupiah.Wai pun memberikan arahan kepada murid-murid SMPN Terbuka untuk berbaris di depan kantor kepala sekolah,karena ada beberapa hal yang akan disamapaikan oleh kepala sekolah SMPN 1 Moro yaitu pak H.Sugianto,S.S.M.M.Beliulah yang langsung memberikan uang kepada murid-murid yang telah selesai mengngikuti ujian akhir SMP Terbuka.Murid-murid merasa sangat berterima kasih kepada beliau selaku kepala sekolah di SMPN 1 Moro.Kebetulan rata-rata penghasilan orang tua mereka pas-pasan,namun mereka mau bersekolah.Murid-murid yang wai bawa bergembira ria karena mendapat uang jajan untuk dapat membeli makanan ringan disaat menyebrang pulang ke kampung halaman.Cerita dari murid-murid untuk pak H.Sugianto,S.S.M.M tak habis-habisnya walaupun sudah sampai di kampung halaman yaitu Desa Sanglar.Pak,pak,kepala sekolah SMPN 1 Moro baik ya orangnya.”Ya Nak ,jawabku.”Beliau adalah guru pak ketika pak masih sekolah dahulunya di SMPN 1 Durai.Yang sehari-harinya sering bersama pak mengayuhkan sepeda BMK untuk pergi kesekolah.Dan beliau juga sering sekali memberikan pak uang jajan dahulunya.Sehingga kesan juga pesan beliau akan terus menjadi suatu motivasi buat diri pak.Karena beliau sangat pantas untuk ditiru juga digugu.
Jika hari ini beliau menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun suatu hal yang luar biasa,karena dedikasi kerja beliau tidak diragukan lagi.Kedekatan beliau dengan bawahan akan membuat cerita baru yang penuh kesan dalam rasa kebersamaan yang tinggi.Jika ada yang bilang beliau begini begitu,aku lah orang yang pertama akan memberikan penjelasan kepada mereka bahwa beliau pimpinan yang bersahaja dan luar biasa.Ketika beliau menjadi Kepala Dinas Pertamanan,Wai melihat secara langsung,bahwa beliau tidak malau menenteng makanan nasi bungkus untuk teman-teman yang bekerja membersihkan taman walaupun dengan pakaian seragam dinas.
Bersambung…..












