Mengkonsumsi Bahasa Bijak Dari Orang Hebat Akan Membuahkan Hasil Yang Baik

Terbaru911 Dilihat

Kutipan kata bijak dari orang bijak Wai ambil dari untaian bahasa Om Jay nama gaulnya. Nama sebenarnya Om Jay adalah Dr. Wijaya Kusumah, S. Pd, M. Pd. Nama Om Jay sudah tak asing lagi baik di dunia nyata maupun di dunia literasi digital. Berbagai macam kegiatan yang di isi oleh Om Jay sebagai nara sumber. Baik itu kegiatan PGRI maupun kegiatan lainnya yang menjadi proses perubahan kepda setiap pendidik yang mau belajar,belajar dan berubah. Ada kata bijak dari Om Jay yang menjadi inspiratif untuk diri Wai “ Kematian pasti akan datang menjemput siapa saja. Setiap makhluk yang bernyawa akan mengalami kematian. Sekarang saatnya untuk menulis sebab menulis akan memperpanjangkan usia. Bila kita mati,akan ada pesan yang disampaikan kepada anak cucu. Oleh karena itu menulislah buku sebelum ajal menjemputmu “.

Bahasa bijak yang disampaikan Om Jay melalui tulisan di hari ulang tahun Ayahnda Thamrin Dahlan di usia nikmat umur yang ke- 70 tahun mengambarkan suatu pesan yang bersarat juga mendalam. Pesan tersebut tanpa disegaja bahwa menulis itu adalah sesuatu yang memberikan pesan juga kesan kepada diri sendiri ataupun orang lain. Dan tulisan yang kita tulis akan menjadi inspiratif untuk membuka pemikiran pemikiran yang mana secara tidak langsung mengngubah tata cara pola berpikir jika orang tersebut suka membaca. Usia bukan suatu alasan,usia juga akan memberikan bukti nyata kepada Wai untuk berkolaborasi bersama orang orang bijak di YPTD.

Tanpa kita sadari atau tidaknya kita,bahwa menulis itu suatu karakter keindahan pada diri yang kan merasuki pada setiap sendi sendi jiwa juga raga. Dengan menulis kita akan dikenang sepanjang hayat dari tulisan yang telah kita tuliskan. Kemudian kita mampu menempatkan diri kita pada hal hal yang positif yang akan melahirkan gagasan baru. Jika tulisan kita yang kita tulis dan telah terbit menjadi sebuah buku sudah tentu memiliki kepuasan tersendiri pada diri kita. Sangat jelas istri,anak anak kita,kedua orang tua kita,kaum kerabat kita ikut merasa bangga. Mereka pasti akan bertanya kepada kita,bagaimana sih kamu bisa menjadi penulis. Untuk menjadi penulis maka kita harus merekam kejadian kejadian yang kita rasakan,baik itu melalui lubuk hati,pikiran,pandangan mata,pendengaran atau tabi’at yang kita lihat kesehariannya.

Kata Om Jay ” YPTD lahir membantu semua orang yang ingin mendapatkan mahkotanya “. Semua mahkota yang didapatkan dari menulis. Terkadang ada teman teman kita mau menulis tetapi tidak tau bagai mana cara penerbitannya. Di YPTD telah membuka lebar peluang atau mahkota tersebut yang diingini oleh teman teman penulis dari semua kalangan. YPTD tidak hanya memberikan kesempatan kepada penulis untuk meraih sebuah mahkota yaitu buku ber ISBN,akan tetapi YPTD yang di pimpin oleh Ayahnda Thamrin Dahlan mengajarkan kita untuk belajar ikhlas dalam melakukan sesuatu kebaikan. Setiap kebaikan sudah tentu akan dibalas oleh Alloh dengan kebaikan pula. Dan kebaikan itu akan hadir disetiap penjuru kehidupan kita,jika kita benar benar ikhlas. Setelah Wai bergabung di YPTD ada bukti nyata yang Wai rasakan dari berbagai macam kegiatan Literasi Menulis,dimana kata kata yang ditulis oleh orang oarang bijak menjadi sebuah penyemangat untuk tetap belajar,belajar dan belajar. Motivasi bahasa bijak lainya yang disampaikan Om Jay “ Siapa yang rajin membacanya akan menemukan ajian serat jiwa tingkat 10 “. Sipa yang rajin berbuat baik untuk orang banyak maka Alloh akan mempermudahkan segala urusan dunia maupun akhiranya. Bahasa ini juga memperkuatkan keyakinan diri pada Wai bahwa membaca itu penting. Siapa yang rajin membaca maka ilmunya akan bertambah yaitu ilmu daya serap positif serta pemahaman tentang kehidupan. Membaca adalah sumber ilmu. Mengapa Negara Jepang maju ? Karena anak anak di Jepang telah dilatih dari sejak dini oleh keluarganya untuk membaca berbagai macam buku. Tidak salah jika Jepang terus tumbuh manusia baru yang tarampil dalam berbagai macam bidang ilmu.

Bijak bahsa yang disampaikan oleh Taufikuieks,dengan julukan bahasa bijaknya “ Julukan Ayah “. Bahasa bijak ini sudah sepatasnya dimiliki oleh Ayahnda Thamrin Dahlan,karena Ayahnda Thamrin Dahlan terus hadir menjadi pemukau generasi kaula muda. Usaha demi usaha terus dilakukan Ayahnda untuk mempererat kebersamaan yang kuat baik di kaula tua ataupun muda. Ayah dalam arti kata memberikan pikiran yang bijak,pelaksanaan sikap yang bijak,mampu memberikan suatu kelembutan pada setiap generasi agar santun dalam berbahasa juga berbudi. Membawa orang lain untuk ikut berkontribusi dalam risalah literasi menulis yang penuh memberikan simpati,empati juga dedikasi yang luar biasa. Sosok pemberi peluang kepada kaula muda untuk menunjukan jati diri. Ayahnda Thamrin Dahlan sudah sepantasnya mendapatkan suatu penghargaan dari Ayah yang memberikan inspiratif,mengayomi semua kalangan tanpa pandang sudut usia. Kepribadiannya sangat dekat,dan mudah akrab dengan siapapun.

Halaman ke-40 bahasa bijak dari sahabat penulis Yuniarso Arif Kresno ” Beliau telah banyak jumpa Malaikat malaikat langit penulisan,sementara daku,hanya menemukan beliau sebagai malaikat penulisku “. Bahasa bijaknya memberikan pencerahan kepada Wai,bahwa hari ini kita telah jumpa pada sosok manusia yang akan selalu memperhatikan dunia literasi kepenulisan dari berbagai macam kalangan. Ada saja program yang dilakukan oleh Ayahnda Thamrin Dahlan untuk dunia kepenulisan. Belajar sambil menulis,menulis sambil terus belajar. Kesibukan apapun tiada halangan bagi Ayahnda Thamrin Dahlan untuk terus menulis. Bagi beliu masa tua bukan jadi suatu kendala untuk kita tetap berkarya sepanjang hayat. Paling tidak masa tua kita ada manfaat untuk semua generasi.

Irham Irham Hanif Nabawi mencetus kata bijaknya “ Semangatnya akan selalu bermanfaat bagi setiap lingkungan sekitar “. Rugi rasanya jika kita tidak bermanfaat buat orang lain,apa lagi kita seorang manusia yang mempunyai akal,yang bisa menfaatkan akal tersebut untuk kegiatan yang baik. Kegiatan yang memberikan kesan,pesan pada orang lain untuk terus didengar juga ditindak lanjuti. Jika hala ini dilaksanakan dengan baik maka akan ada kepuasan. Manusia hidup pasti membutuhkan orang lain,agar kelangsungan hidup tetap terjalin dalam keseimbangan zahir maupun batin.

Muhammad Anthony ” Dari Diplomat Jadi Akademisi “. Bahasa bijaknya memberikan peluang kepada Wai, bahwa mencari ilmu itu tiada batasnya yang terpenting yakin dan ada kemahuan,sudah pasti ada jalannya. Apapun kegiatan keseharian yang menjadi tanggung jawab kita tetap kita loangsanakan,namun jangan lupa disenggang waktu kita sempatkan untuk menulis apa yang kita alamai.

Bijak bahasa dari Dionisius Agus Puguh Santosa, SE, MM. ” Tolong ingatkan YPTD apabila ada yang belum terlayani termasuk akan mengajukan Permohonan ISBN “. Sampai segitunya perhatian Ayahnda Thamrin Dahlan terhadap semua penulis. Tanggung jawab telah dibuktikannya dengan nyata. Untuk mendapatkan ISBN tidak begitu sulit bagi Ayahnda. Beliau tidak pernah menghampakan harapan para penulis penggiat literasi. Sudah banyak para pendidik yang menerbitkan buku di YPTD,yang langsung ditangani oleh Ayahnda. Sungguh sungguh suatu perbuatan yang sangat mulia.


Tinggalkan Balasan