Sudah hampir 3 tahunan aku bersama keluarga kecilku tinggal di Kecamatan Kundur Utara.Tak terasa waktu terus berlalu.Sudah hampir lima pulau
tempat tugas yang pernah aku jalani.Berkelana kemana-mana sebagai abdi Negara dengan status PNS.Aku bangga bisa melaksanakan tugasku dengan baik walapun
banyak rintanggan suka dan dukanya.Akan tetapi memberikan sebuah pengalaman juga penghargaan yang nyata untuk diriku juga keluarga.Aku anak pesisir pulau
tiada kata pantang menyerah.Dimanapun tempat tugasnya aku selalu siap untuk menjalaninya dengan penuh keikhlasan dalam ridhonya Allah Swt.Biarpun aku anak pesisir pulau, akan tetapi aku mudah untuk menyesuaikan dan menempatkan diri.
Jika aku menjalankan tugas yang sesuai dengan penempatan SK terbaruku,masyarakat dan anak-anak yang aku tinggalkan merasa akan kehilanganku.Karena aku sangat
menjaga silaturahmi yang baik kepada semua kalangan.Tempat-tempat tugas yang pernah aku jalani sebagai Guru dan Kepala Sekolah antaranya :
1. SD Negeri 002 Sanglar Durai dan SMPN 2 Satap Durai Kecamatan Durai (Guru biasa dari sejak honorer s.d PNS) tahun masuk 1999 s.d 2014 hampir 14 tahun
2. SD Negeri 002 Meral Kecamatan Meral (Guru biasa dari tahun 2014 s.d 2018) selama 4 tahun
3. SD Negeri 006 Moro dan SMPN 3 Satap Moro Setonggeng(PLT Kepala Sekolah 2018 s.d 2019 sekitar 1 tahun 6 bulan)
4. SD Negeri 006 Belat Kecamatan Belat(Kepala Sekolah dari tahun 2019 akhir s.d 2021 hampir 2 tahun 1 bulan)
5. SD Negeri 010 Kundur Barat Kecamatan Kundur Barat(Kepala Sekolah 4 November 2021 sampai dengan saat ini) baru 9 bulan
Semua tempat tugas yang pernah aku jalani sebagai abdi Negara merasa kehilanganku.Bagiku jabatan adalah titipan.Yang terpenting bagiku menjalani silaturahmi antar sesama yang baik tanpa membedakan segala sesuatu yang kita miliki.Hari ini sudah hampir sepekan aku tidak berkumpul dengan sahabat-sahabatku bersilaturahmi dan berceloteh di kedai kopi.Biasanya setiap hari minggu setelah selesai pekerjaan rumah sekitar jam 7.00 atau 8.00 wib aku bersama sahabatku ngumpul ngopi bersama.Tempat ngopiku
kedai kopi Ajo Ambo.Kami tidak hanya sekedar ngopi belaka.Ngopi aku bersama teman-temanku diibaratkan ngopi berisi dan punya tujuan.Disaat ngopi kami saling tukar pendampat tentang sekolah yang kami bina.Saling memberi dan menerima setiap masukan yang positif untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Karimun.Satu gelas kopi habisnya sampai jam 11.30.Jam 11.30 kami pulang kerumah masing-masing.
Silaturahmi di kedai kopi banyak memberikan manfaat yang positif.Hanya dengan secangkir kopi bermacam-macam inspirasi baru yang timbul untuk selalu memperhatikan
kelanjutan dunia pendidikan khusnya Kabupaten Karimun.Inilah asyiknya silaturahmi di kedai kopi.Kami ngopi secara bergantian membayarnya.Terkadang silaturahmi di kedai kopi tanpa aku sadari juga teman-temanku yang biasa ngumpul bersama ada saja yang membayarkannya.Ini juga termasuk rezqi dari Allah Swt.Jika kita sering berbuat baik dan berpikir positif maka Allah akan menambah kenikmatan dari pentingnya silaturahmi.Pada malam harinya aku bersama teman-temanku juga ngopi bersama setelah selesai sholat isya.Pada malam hari kami ngopi di kedai kopi Bang Markom sampai jam 10 malam.Teman-teman silaturahmi ngopiku merasa kehilangan ku,karena sudah hampir sepekan aku tak bersama mereka.Terkadang temanku chat di WA atau langsung menelponku untuk ngopi bersama.Jika aku tak punya uang sama sekali aku tetap datang untuk berkumpul.Khi…khi malu rasanya.Namun ini bukti nyata dari ikatan silaturahmi.Ada saja hamba Allah yang membayar secangkir kopiku dan teman-teman.Jika kami punya rezqi kami juga akan melakukan hal yang sama.Saling memberi juga menerima arti dari sebuah silaturahmi yang baik.
Karena sudah sepekan aku tak ngopi bersama-sama,banyak teman-teman yang sering ngumpul denganku bertanya-tanya kemana Pak Raja sudah lama tak kelihatan.
Bang Markom juga bertanya dengan keponakanku,”apa kabar Pak Raja Nak.”keponakanku langsung merespon pertanyaan beliau tentang diriku.”Pak Raja sehat-sehat aja.”Kata keponakanku.
Pak Heri Purwanto juga sering menelponku,bertanya kahabarku,karena sudah lama kami tak ngopi bersama-sama.Begitu juga dengan Pak Zainal Abidin.
Kami adalah empat abdul silaturahmi kedai kopi.Pak heri,Pak Zainal,Pak Sutarno dan aku.Mereka terus bertanya-tanya kenapa sudah lama sekali tidak ngopi.Emangnya punya maslah ya Bro.Langsung aku kasi kabar bahwa aku saat ini sangat sulit untuk meninggalkan istriku sendirian siang atau malamnya.Dikarenakan kondisi istriku belum begitu stabil pisiknya.Dan teman-temanku sangat mengerti dengan kondisiku saat ini.Walaupun aku tak bersama mereka ngopi bersama,teman-temanku tetap kirimkan pesan di WA pribadiku,sebagai tanda silaturahmi yang baik.Teman-temanku tersu memberikan doa buat istriku agar pisiknya segera pulih,sehingga bisa ngopi kembali bersama-sama.
Keseharianku sering di kedai kopi pagi waktu libur dan malamnya.Aku juga merasa kehilangan,suntuk.Aku harus ekstra untuk menjaga istriku.Merawat juga menjaganya.
Untuk sementara ini aku mempunyai dua peranan.Peran sebagai ayah juga ibu dari anak-anakku.Supaya kebutuhan dan perlengkapan rumah tangga juga perlengkapan sekolah anak-anakku terpenuhi,terlayani dengan baik.Jika aku menjalankan tugas keseharianku sebagai Kepala Sekolah,aku juga bimbang meninggalkan istriku sendirian.Aku harus kuat dan mandiri serta ikhlas dalam menjalani sebuah arti pengorbanan.Semua itu demi kebahagiaan mengejar ridhonya Allah Swt.Subuh harinya aku tetap menyiapkan semua kebutuhan istri dan anak-anakku,baik itu sarapan pagi dan lainya. Begitu juga ketika aku pulang dari sekolahan,aku harus menyiapkan makanan malam untuk keluarga kecilku.Semua yang aku lakukan penuh dengan kebahagian.
Lewat tulisan ini aku mohon maaf kepada teman-temanku karena aku belum dapat untuk bersama-sama berceloteh di kedai kopi.
Semoga istriku segera pulih pisiknya dan kita bisa kembali bersilaturahmi juga berceloteh kembali.
Kundur Barat,5 September 2022






