1 November 2021
Celoteh Anak Melayu Pesisir Pulau (RAJA ZAINOL AFANDI,S.Pd.SD
KESOMBONGAN
Redup awan kian meluntang lintang
Menangis tak berairmata
Sesal meratap buta penuh dunggu
Moral tak berilmu membusuk jabatan yang tiada restu
Durjana Tuhan tlah dekat melaknatkan harga dirimu
Lelah berkeringat tiada dikenang amarah terus dilontarkan
Membanting tulang perintah atasan yang tiada kesan
Tanpa melihat alasan dalam gelut kasiahan
Beringas tuk menendang
Sombong dalam kuasa menekan
Jangan ikuti nafsu karena kuasamu
Yang besar engaku anggap kecil menggigil
Yang kecil terus engkau tenggelamkan
Tanpa engkau melihat karya yang terukir
Engkau hanya tau
Marah
Marah dalam beringas menjual moral tiada akal
Penimbang hatimu sudah mulai dangkal
Kesombongan mencuit, cubit tersusun menyasar
Engkau hanya mampu memberi perintah tanpa rasa kesal
Engkau hanya bisa terus terus mencengkal,moral terjual tiada sandaran akal
Aku maklumi
Aku bawahan yang penurut berlutut
Kan tersungkur takala tak diturut
Karena pangkatmu tlah membusut
Tapi engkau tak pernah dituntut tuk berlutut merebah hati rasa takut
Malah engkau mencari target tuk bertekuk lutut
Entahlah
Diatas ada atasan,dibawah ada bawahan
Kan terijak mati tersungkil bila tak tunduk merasa kerdil
Inilah kita menjadi tajir dalam kesombongan yang menukir
Karena deretan pangkat membuat kita berteman pada kaula batil
Bukan hak menjadi pengukir adil






