APRIKOT: BUAH KAYA ANTIOKSIDAN

Terbaru56 Dilihat

Aprikot (Prunus armeniaca) merupakan buah kecil dengan kulit berbulu halus berwarna oranye kekuningan, sebagian memiliki semburat merah. Daging buahnya lembut, berair, dengan rasa manis sedikit asam yang menyegarkan.

Buah ini kaya vitamin A, C, dan E, serta mineral kalium. Kandungan antioksidannya, seperti flavonoid dan beta-karoten, berperan penting dalam melawan radikal bebas dan mendukung kesehatan mata serta kulit.

Dari sisi ekonomi, aprikot memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Pengolahannya menjadi selai, jus, atau campuran kue tidak hanya memperpanjang daya simpan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Secara historis, aprikot telah dibudidayakan sejak sekitar 4.000 SM di Tiongkok Utara dan Asia Tengah. Melalui Jalur Sutra, buah ini menyebar ke Persia, Timur Tengah, hingga Eropa pada era Yunani dan Romawi. Aprikot kering bahkan menjadi komoditas penting karena ketahanannya dalam perjalanan jauh. Diperkirakan para pedagang Tiongkok membawa aprikot ke Nusantara sekitar abad ke-5 Masehi melalui jalur rempah.

Kini, aprikot dibudidayakan secara komersial di berbagai negara beriklim sedang, seperti California, Amerika Serikat. Dalam sejumlah tradisi, pohon aprikot secara simbolis melambangkan pengetahuan tentang baik dan jahat.

Di Tiongkok misalnya melambangkan  kemakmuran, keabadian, dan kebahagiaan, sering dikaitkan dengan Imlek karena warna kuning keemasannya melambangkan  keberuntungan dan kekayaan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan