Dalam satu kesempatan tour ke Yogyakarta bersama rekan-rekan sekerja yang telah purna tugas dari Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa ((PMD), khususnya sub-,dit UDKP Kementerian Dalam Negeri, salah satu menu kuliner yang direkomendasikan adalah “Mangut Lele”. Menurut catatan referensi kata mangut berarti “mengolah kembali” atau “memasak kembali”. Konon masakan ini muncul sebagai kreativitas para nelayan yang memanfaakan sisa ikan asap yang tidak habis terjual.
Olahan tradisional ikan air tawar sangat beragam. Salah satunya “Mangut Lele”. Masakan ini banyak dikenal dari daerah Jawa Tengah.
Ketika mencicipinya terasa beragam ramuan berbagai bumbu rempah. Tak heran karena antara lain meski pun sedikit bervariasi tetapi paling tidak bumbu dasarnya menggunakan tomat, bawang putih, bawang merah, daun jeruk, daun salam, lengkuas, serai dan ada juga cabai hijau atau rawit utuh dan gula aren.
Ikan lele sebelumnya dimarinasi lebih dulu dengan menggunakan bumbu halus terdiri dari bawang putih, bawang merah, kemiri. kunyit, ketumbar, garam.dan merica. Kemudian dapat digoreng atau dibakar sesuai selera. Kemudian bumbu ditumis dan ditambahkan santan. Setelah cukup matang lele dimasukkan dan dibiarkan beberapa saat sampai bumbu meresap.
Ikan lele umum cukup populer di masyarakat. Mudah dikenali
karena ditandai dengan bentuk tubuhnya yang khas agak pipih memanjang, licin, berkumis pula mencuat dari bagian mulutnya. Mirip kumis kucing.
Orang Inggris menyebutnya “catfish” ini mungkin karena kumisnya mirip kumis kucing. Hidupnya bisa di sungai, rawa, danau, dan sawah. Namun Ikan lele juga bisa bertahan di air selokan berair kotor. Ikan lele pada dasarnya termasuk golongan ikan air tawar dan laut. Di laut afa yang bentuknya mirip dengan lele, disebut sembilang yang memiliki 3 kumis (sungut).
Seperti halnya ikan lain, lelepun kaya protein dan lemak, serta beberapa vitamin dan mineral antara lain vitamin A, vitamin B12, vitamin D, omega-3, kalsium, fosfor, natrium dan zat besi,
Proteinnya cukup tinggi.
Dalam 100 gram ikan lele, mengandung sekitar 18 gram protein, 2,9 gram lemak.
Kini lele banyak dibudidayakan dan pasarannya pun cukup tinggi. Dapat dijumpai di berbagai tempat pedagang yang berjualan pecel lele.
Ikan lele berasal dari Afrika dan Timur Tengah. Ikan ini kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke Asia, Eropa, dan Amerika. Ikan lele yang umum dibudidayakan di Indonesia adalah jenis yang berasal dari Afrika. Tetapi catatan menunjukkan ada juga lele lokal yang asli dari perairan Indonesia.
Provinsi Jawa Barat, merupakan penghasil ikan lele terbanyak di Indonesia dengan produksi mencapai 267.306 ton. Disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 180.753 ton dan 145.289 ton setiap tahunnya.
(Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom)







