
Ada ungkapan dalam bahasa Inggris “go the extra mile“. Ini diartikan melakukan sesuatu lebih dari yang diminta. Sejatinya kutipan ini berakar dari ayat yang tertulis di Alkitab.
Lebih dalam jika direnungkan ini terkait dengan soal memberi bahkan berbagi dengan tulus hati. Dalam kehidupan keseharian sering dijumpai hal yang “jauh panggang dari api” alias lain dari pada yang sama dengan apa yang dimaksud.
Memberi sendiri didefinisikan sebagai hal menyerahkan, bisa membagikan, menyampaikan sesuatu. Dengan kata lain
menyediakan atau melakukan sesuatu untuk hal tertentu.
Bagaimana memberi yang baik? Memberi yang terbaik berarti memberikan sesuatu entah materi atau non-materi dengan hati yang tulus. Tanpa pamrih, niatnya memang baik.
Dalam pepatah Jawa soal bekerja tanpa pamrih berbunyi ” Rame ing gawe, sepi ing pamrih”. Hal yang dapat dipetik dari inti ungkapan ini mengajarkan jika bekerja harus tanpa mengharapkan imbalan atau pujian. Intinya, bekerja dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih adalah kunci dari ungkapan ini. Sama halnya dengan dalam hal memberi.
Pemberian yang terbaik tidak selalu tentang berapa banyak jumlah atau nilai materi yang diberikan, tetapi lebih ditekankan pada kualitas pemberian itu sendiri.
Ikhlas itu merupakan serapan dari kata “kha-la-sha” dalam bahasa Arab, yang secara harfiah berarti bersih, murni, jernih. Sedangkan pamrih itu
berbuat sesuatu dengan mengharapkan sesuatu atau imbalan dari apa yang telah diperbuat.
Ada juga Ungkapan “jika kita memberi lupakanlah, jika orang berbuat baik ingatlah” ini bermakna jika memberi tidak perlu diingat atau diungkit lagi. Tetapi jika menerima kebaikan dari seseorang catatlah dalam hati sanubari dan jangan pernah melupakannya.
Ibarat kata ketika memberikan sesuatu kepada orang lain, catatlah pada pasir di pantai. Seketika akan hilang disapu ombak yang datang menjelang. Namun ketika menerima kebaikan seseorang catatlah di atas batu karang. Itu tak akan goyah maupun hilang hingga masa mendatang.
Namun dalam kenyataan hidup sehari-hari lebih sering ditemukan keadaan memberi dengan maksud tertentu. Kata pepatah ” Ada udang di balik batu”.
Dalam anekdote tentang matematika dikatakan lebih banyak orang yang hanya mengenal tambah dan kali. Kurang sering dilupakan, apalagi bagi. Senyata apa ungkapan “Diminta Satu, Berikan Dua” dapat diterapkan, terpulang pada nurani masing-masing orang. Karena “Berikan Dua” menutut keikhlasan memberi dengan penuh kasih atau welas asih.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)







