Nama panggilannya Opa Sangi berasal dari negeri Kawanua alias Sulawesi Utara. Usianya memasuki 85 tahun tetapi ingatan dan fisiknya masih sangat segar dan bugar. Perawakannya cukup tinggi, Terbayang ketika masa mudanya pasti si Opa ini seorang yang ganteng. Suatu saat kami berkunjung ke rumahnya. Terlihat si Opa sedang duduk di teras dengan santai dan di meja kecil di sampingnya terlihat sepiring tumpukan buah ada jeruk, pisang, apel. Tampaknya itu sarapan si Opa yang sehat bergizi.
Melihat kami datang si opa segera mempersilakan kami masuk dan mengambil kursi. Kamipun duduk bersamanya di teras. Ketika kami bertanya ”Opa selalu sarapan seperti ini ya” jawabnya pendek ”iya serempak kami merespon ”Oh pantes Opa kelihatan masih segar bugar begini” Dia hanya tersenyum ”bukan cuma makanan yang mesti diatur tapi juga hati dan pikiran, jangan suka marah-marah, apa-apa yang bisa dikerjakan sendiri, kerjakan sendiri jangan selalu berharap dibantu orang lain, ujarnya.
”Mulut Ini mesti dijaga. Jangan karena rasa makanan enak lalu ”gragas” atau rakus. Badan mesti bergerak jangan pemalas. Sekarang ini semua sudah terlalu enak, semua dibikin gampang. Mau naik ke lantai 2 tidak mau pakai tangga, tapi pakai lift. Parkir mobil mau dekat-dekat pintu masuk gedung , parkir jauh sedikit supaya jalan jadi badan juga bergerak”. Mendengar celoteh si Opa kami berpikir, iya juga sekarang fasilitas sudah begitu lengkap dan mempermudah hidup. Tapi dampaknya seperti hal-hal yang disampaikan si Opa.
Hal lain yang membuat kami tercengang ketika melihat si opa mengambil buah jeruk dan mengupasnya. Kami pikir ia akan membuang kulit jeruk itu. Ternyata ia memasukkannya ke mulut dan mengunyah dengan nikmatnya dan kami pun terheran-heran. Melihat wajah kami yang mungkin kocak Si Opa pun berkata ”kalian cobalah”. Kami pun mencobanya dan sontak wajah kami menyeringai mengecap rasa kulit jeruk itu. Itulah sepenggal kisah kami dengan upa Sangi
Berbicara soal kulit jeruk atau beberapa buah lain yang bisa dimakan bersama kulitnya ternyata banyak juga yang dimanfaatkan menjadi camilan. Semisal kulit jeruk ada makananan yang disebut Sukade. Ini manisan buah jeruk citrus medica. Kulit jeruk yang telah direndam dalam larutan gula dan larutan kapur sirih. Kemudian dikeringkan. Sukade sering digunakan sebagai hiasan atau ”topping” dan penambah rasa manis pada kue, roti, dan makanan penutup lainnya. Sukade juga bisa dibuat dari kulit buah lain seperti pepaya atau semangka. Kulit buah dipotong-potong, direndam dalam larutan gula hingga menjadi manisan. Kemudian dikeringkan. tekstur yang renyah atau kenyal, bergantung pada pada proses dan tingkat pengeringannya. Sukade banyak dijual dalam berbagai warna cerah, yang menambah daya tarik penampilan makanan yang dihiasinya disamping memberi sentuhan cita rasa yang khas.
Berbicara soal nilai gizi, memang dalam kulit beberapa buah banyak mengandung zat gizi tertentu disamping serat (fiber). Referensi menunjukkan kulit buah mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat, seperti vitamin, mineral, dan antioksidanc serta serat. Beberapa jenis kulit buah bahkan mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi manfaat kesehatan, seperti anti-kanker. Kulit buah, seperti apel dan pir, mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan. Serat membantu mencegah sembelit (konstipasi) dan menjaga kesehatan usus. Serat dalam kulit buah juga memberikan rasa kenyang lebih lama, yang dapat membantu dalam mengelola berat badan dan mencegah makan berlebihan. Jadi makanlah buah yang dapat dimakan dengan kulitnya, jangan dikupas dan dibuang, sayang. (Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)











