DIBALIK MITOS DAUN KELOR

Terbaru1015 Dilihat

Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom

Ketika rangkaian daun kelor menyentuh tubuhnya, sang jawara yang dikenal tak mempan peluru itu terkulai lemah tanpa daya. Dipercaya mereka yang memiliki ilmu kebal, sedikit saja terkena sentuhan daun kelor maka secara psikologis kekuatannya akan runtuh, fisiknya juga ikut lemas dan ambruk. Itu sisi mitos daun kelor.

Tidak bisa dipungkiri mitos tentang daun kelor berkemban  di kalangan masyarakat. Bagi sebagian masyarakat di tanah air kelor dipercaya dapat melunturkan jimat atau susuk.

Mitos atau (myth) memang dalam pengertiannya merupakan kisah yang berlatar belakang masa lampau. Mengandung penafsiran tentang alam semesta yang oleh empunya cerita atau pengikutnya dianggap benar-benar terjadi. Secara lebih luas mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Tetapi ada apa dalam tanaman kelor ini?

Menurut sejarahnya sejak 2000 tahun SM atau 5000 tahun silam di India Utara tanaman kelor sudah di manfaatkan masyarakat di daerah tersebut sebagai bahan ramuan obat-obatan.
Catatan menunjukkan selain di India, beberapa negara dengan peradaban maju juga mengenal tanaman kelor sejak ribuan tahun silam.

Selama berabad-abad, tanaman kelor telah tersebar ke berbagai daerah semi-tropis hingga tropis. Kini tidak kurang dari 86 negara mengenalnya dengan berbagai nama yang berbeda-beda.

Tanaman kelor atau nama asingnya Moringa oleifera ini sudah dikenal sejak lama. Di Negeri Ginseng, daun kelor disebut sebagai daun ajaib yang bisa diolah untuk pengobatan herbal. Sementara di tanah air, kelor biasa diolah menjadi teh atau sayuran untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) hingga bahan pengobatan. Kelor juga mengandung zat gizi antara lain karbohidrat, magnesium dan kalium.

National Institute of Health (NIH) menyatakan kelor telah digunakan oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati berbagai jenis penyakit. Demikian juga tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa ada sekitar 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun kelor ini.

Tanaman ini diduga berasal dari Agra dan Oudh di Himalaya (India). Ada bukti bahwa daun kelor sejak ribuan tahun yang lalu telah dibudidayakan di India. Masyarakat kuno India sudah tahu bahwa biji kelor mengandung minyak nabati dan digunakan untuk pengobatan.

Dengan ketinggian 7-11 meter, daunnya berbentuk bulat telur berukuran kecil. Dalam setangkai daunnya bersusun majemuk. Bunganya mempunyai warna putih agak kuning dan tutup pelepahnya berwarna hijau. Selalu berbunga sepanjang tahun menebar aroma wangi. Sedang buahnya berbentuk segitiga memanjang.

Itulah tanaman kelor yang menyandang lebih dari 200 nama berbeda. Namun, hampir semuanya sepakat dengan nama miracle tree alias pohon ajaib karena manfaatnya yang luar biasa banyak.

Faktanya sekarang, daun kelor mulai menebar pesona untuk menjadi salah satu komoditas ekspor dari beberapa daerah seperti Jawa Timur dan NTT.

Tinggalkan Balasan