Tanggungjawab Pintu Masuk Hidup Bahagia

Terbaru92 Dilihat

Kata bijak berujar:
“Kebahagiaan bukan hadiah yang datang tiba-tiba. Ia tumbuh dari keberanian kita merawat diri dan menjalani hidup dengan penuh tanggungjawab.”

Bahagia itu dimaknai sebagai keadaan pikiran atau perasaan senang, kepuasan, dan ketenteraman lahir batin.

Disaat pikiran dan perasaan dalam keadaan senang, memiliki ketentraman dalam hidup secara lahir dan batin
yang bermakna  meningkatkan visi diri Itulah kebahagiaan.

Banyak dipahami sebagai sesuatu yang datang dari luar. Bisa keberuntungan, kesempatan, atau hadirnya orang-orang yang membuat hidup terasa ringan.

Juga keadaan yang sepertinya dikaitkan dengan rasa syukur atas apa yang dimiliki. Hidup dijalani tanpa kekhawatiran berlebihan, dan merasa terpenuhi, baik melalui pencapaian pribadi maupun hubungan dengan orang lain.

Namun, kebahagiaan sejatinya diraih lewat pintu masuk yang sangat sederhana, yakni “tanggungjawab” terhadap diri sendiri. Ketika seseorang mampu mengendalikan pikiran, sikap, serta caranya memaknai kejadian sehari-hari, di situlah kebahagiaan mulai tumbuh dengan sendiri melengkapi diri.

  1. Tanggungjawab itu bukan soal menjadi sempurna, tetapi berani jujur pada diri sendiri. Belajar mengenali apa yang dirasa, apa yang  dibutuhkan, dan apa yang harus  diperbaiki.

Seseorang yang bertanggungjawab atas dirinya tahu kapan harus beristirahat, kapan meminta bantuan, kapan memaafkan, dan kapan melepaskan sesuatu yang mengikat dirinya. Ia tidak menggantungkan rasa bahagia pada pengakuan orang lain.

Bilakah tampak wujud tanggungjawab ini. Ia muncul dalam kebiasaan kecil. Menyapa dengan hangat,  menepati janji pada diri sendiri Dan banyak lagi Hal sederhana dalam hidup sehari-hari.

Di masyarakat, tanggungjawab ini tampil dalam bentuk kepedulian kepada sekitar, menghargai waktu, menjaga kata, dan tidak mengambil hak yang bukan milik dirinya.

Bahagia bukan hanya sekedar tujuan hidup. Itu hasil dari langkah-langkah sadar yang diambil setiap hari. Pintu masuknya yang dibuka dalam diri sendiri. Jika mampu menjaga ruang batin tetap jernih dan lapang, kebahagiaan akan menemukan jalannya untuk datang bertandang.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan