JANGAN RATAPI HARI YANG PERGI

Terbaru61 Dilihat

Sinar mentari menguak dinginnya pagi. Merangkak menjalani bentangan siang, lingsir perlahan dalam gelapnya peraduan malam.

Hari ini perlahan menutup dirinya. Meninggalkan langkah yang mantap, atau yang tertatih. Ada senyum yang sempat hadir di sudut bibir,
tak sedikit pula cerita yang lahir dari lelah dan diam terbenam dalam pikiran.

Tak semua doa dijawab segera,
dan tidak semua harap bertemu jalannya. Namun setiap detik yang berlalu
meninggalkan jejak pelajaran di dalam hati mengukir sanubari.

Bila hari ini terasa berat, biarlah ia menjadi guru. Bila hari ini terasa ringan, syukurilah ia sebagai anugerah Tuhan.
Sebab hidup bukan tentang hari yang sempurna, Tetapi tentang kesediaan untuk terus bertumbuh dan berkembang dari satu hari ke hari berikutnya yang datang menjelang.

Malam ini, kita menunduk sejenak—mengikhlaskan yang belum tergapai, dan menyiapkan hati untuk esok hari yang kembali memberi harapan yang menjanjikan.

Jangan pernah tangisi hari yang hilang.Jangan ratapi hari yang telah pergi meski sangat berarti. Karena itu hanya membawa penyesalan. Penyesalan bisa dialami siapa saja dan wajar terjadi dalam kehidupan. Syukuri hari ini, ikhlaskan hari-hari yang telah berlalu.
(Abraham Raubun. B.Sc, S.Ikom)

Tinggalkan Balasan