Bekasi, 07 Oktober 2021
Pada tanggal 23 februari 2019 ketika saya sedang melaksanakan ujian praktek di bangku SMK badan saya sudah teraba hangat,pusing, tenggorokan sakit sehingga wali kelas saya memberikan obat paracetamol dan akhirnya saya disuruh pulang untuk istirahat dirumah tetapi saya tidak ingin pulang kerumah karena saya masih menunggu nomor urut ujian berlangsung. Ketika saya selesai ujian saya pulang mengendarai sepeda motor, Di tengah perjalanan saya hampir menabrak trotoar karena tidak kuat mengendarai dan berhenti sejenak lalu saya paksakan untuk mengendarai sepeda motor hingga tiba dirumah.
Ketika saya tiba dirumah saya tidak bilang ke kedua orangtua saya kalau saya sakit karena saya tidak ingin merepotkan kedua orang tua saya dan akhirnya saya tidur dengan keadaan demam dan menggigil. Pukul 00.30 WIB saya terbangun ingin buang air kecil dan setelah saya buang air kecil saya sudah pingsan di kamar mandi tidak ada satupun yang menolong saya dikarena kan keluarga saya masih pada tidur, ketika saya sadar terasa nyeri dan banyak darah yang bercucuran di dagu, lalu saya pegang dagu saya terdapat luka terbuka yang agak dalam kemudian saya bersihkan menggunakan air mengalir dan di dep menggunakan kain bersih agar darahnya berhenti.
Dan setelah itu saya langsung memanggil kedua orang tua saya kemudian saya di suruh makan, tanpa disadari saya pingsan kembali. Ketika saya sadar lalu kedua orangtua saya menangis melihat saya sakit pada akhirnya saya disuapin ibu saya dan diberi obat paracetamol. Pukul 06.00 WIB saya dibawa ke klinik dekat rumah agar luka di bagian dagu tidak terjadi infeksi.
Tiba di klinik dokter menyarankan saya untuk dijahit karena luka terlihat dalam hingga tulangnya sedikit terlihat tetapi klinik di dekat rumah alatnya sudah tidak memadai, kemudian saya dirujuk ke klinik lain. Karena pengalaman pertama kali saya dijahit dalam perjalanan saya terus memikirkan nanti bagaimana prosesnya sakit atau tidak selanjutnya saya pasrah.
Saat saya tiba di klinik yang berbeda saya langsung dibawa keruang tindakan dan dokter menjelaskan prosedur tindakan. Intinya, karena ini luka terbuka dan ada kulit yang mengelupas agak dalam, jadi harus dijahit. Urutannya pertama luka akan dibius lokal (disuntik langsung disekitar luka) setelah itu dibersihkan luka tersebut oleh perawat. Kemudian setelah selesai dibersihkan dokter melakukan penjahitan luka.

Setelah saya selesai dijahit nyeri terasa hebat, sulit untuk berbicara, dan sulit untuk mengunyah. Setelah itu dokter langsung menganjurkan saya untuk banyak istirahat, minum air mineral yang banyak, makan putih telur, yang mengandung kalori, protein dan vitamin agar luka tersebut kembali pulih dan dokter menganjurkan saya untuk kontrol seminggu 1 kali agar dapat dilihat proses penyembuhan luka tersebut. Keesokan harinya saya tidak nyaman ke sekolah dalam keaadaan luka yang di baluti kassa. Kemudian setelah minggu ke 2 saya kontrol ke klinik untuk melihat proses penyembuhan luka dan luka tersebut di bersihkan oleh perawat menggunakan cairan Nacl, lalu dokter mengatakan luka tersebut sudah pulih dan saatnya untuk melepas jahitan.
Memiliki tubuh yang sehat menjadi keinginan semua orang maka kita harus tetap menjaga kesehatan dengan baik. “kesehatan bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan semuanya tidak berarti.”
Itulah pengalaman saya ketika sakit.
Terimakasih












kerennn, semangattt