PENGALAMAN DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF INTRUCTION di SEKOLAH

Terbaru952 Dilihat

Berawal saat melihat hasil dari alat instrument DCM (Daftar Cek Masalah) pada kategori masalah Pribadi terdapat beberapa peserta didik yang mengalami hasil yang sangat rendah untuk penilaian motivasi belajar. Dan kenyataannya memang para peserta didik tersebut sangat rendah motivasi belajarnya yang di infokan dari Wali Kelas dan Guru Mata pelajaran.
Karena keterbatasan saya sebagai Guru BK yang hanya single faighter di sekolah negeri yang jumlah peserta didiknya 730 orang peserta didik, sedangkan saya memegang semua kelas dari kelas VII hingga kelas IX SMP. Akan tetapi saya tidak patah arang, selalu semangat memberikan yang terbaik untuk semua peserta didik saya. Pelaksanaan layanan BKp saya fokuskan untuk kelas IX terlebih dahulu dikarenakan hasil dari instrument DCM anak kelas IX lah yang paling banyak mengalami penurunan dalam motivasi belajarnya.
Saya menggunakan Layanan BKp (Bimbingan Kelompok) dikarenakan di setiap kelas IX terdapat beberapa anak yang mengalami hal yang sama. Selain itu pula menurut saya bimbingan kelompok lebih merupakan upaya bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok. Alasan kenapa menggunakan layanan BKp ini adalah karena tidak dapat dipungkiri, pengaruh teman sebaya kepada seorang peserta didik begitu tinggi, bahkan seringkali lebih tinggi dibandingkan dengan pengaruh kedua orang tua ataupun guru-gurunya. Saya kumpulkan mereka, dan kami memulai untuk melakukan layanan BKp sesuai dengan tahapan-tahapan dalam pelaksanaan layanan BKp yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran.
Singkat cerita dengan pelaksanaan layanan BKp selama 9 kali pertemuan tatap muka, dengan kesepakatan bersama setiap pulang sekolah kami melakukan setidaknya 1jam setiap harinya dalam pelaksanaan kegiatan BKp ini, hasilnya sangat memuaskan. Mereka mampu menerapkan self instruction dalam diri mereka untuk merubah pola pikir yang negatif tentang dirinya, tentang sekolahnya sehingga mampu menumbuhkan motivasi belajar dalam diri mereka masing-masing.
Mereka sangat antusias dalam pelaksanaan BKp ini karena mereka dapat saling menceritakan pengalaman belajar mereka masing-masing, saling bisa menguatkan saat salah satu diantara mereka mengalami down karena kelelahan atau jenuh belajar, sehingga di dalam fikiran mereka tidak ada kata “bolos” lagi saat mengalami kejenuhan dalam belajar, saat mengalami penurunan motivasi belajar mereka, apalagi kelas IX sedang menghitung hari menunggu detik-detik Ujian.
Dengan melakukan layanan BKp bukan hanya adanya kepuasan dalam diri peserta didik, akan tetapi saya sendiri sebagai fasilitator dalam kelompok mereka merasakan kepuasan sendiri saat mereka bisa beradaptasi dengan kelompoknya, saat mereka menjalani tahapan-tahapan dalam pelaksanaan layanan BKp ini. Dengan adanya dinamika kelompok itu yang biasanya membuat peserta didik sangat antusias dalam melakukan layanan BKp ini.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan