
Tak kenal maka tak sayang itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan pegiat literasi yang satu ini.
Awal saya mengenal beliau melalui tautan https://terbitin.id/ yang di share oleh teman-teman di group belajar menulis.
Saat itu saya belum tertarik untuk bergabung dan mendaftar di web YPTD. Saya berpikir sudah 4 blog gratis yang saya miliki, membuat saya berpikir ah saya fokus di blog yang ada saja. Menambah akun takut tidak bisa update postingan di semua blog.
Satu per satu teman-teman mulai membuat tulisan di web YPTD hingga berhasil menerbitkan buku. Saat itu saya hanya bercakap di dalam hati “Onde… sudah pada terbit bukunya.”
Tapi, saya pun kembali tidak menghiraukan. Hanya kagum sesaat.
Tibalah lomba blog PGRI Bulan Februari yang bekerjasama dengan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) agar tulisan lomba sebulan penuh bisa dibukukan secara gratis.
Awalnya saya juga tidak tertarik. Berpikir ribet, mau nulis apa and so on. Satu per satu kembali lagi teman-teman mengeshare tulisan lomba pada hari pertama.
Malam hari saya mulai berpikir mengapa saya tidak mencoba minimal jika tidak menang saya sudah punya tulisan yang bisa dibukukan.
Akhirnya…mulailah saya berpikir tema apa yang ingin saya angkat, karena lomba dilaksanakan sebulan penuh dan akan dibukukan. Akhirnya jatuh pilihan dengan tema Cerpen.
Saya mulai menulis cerpen di hari pertama dengan judul Meniru. Kemudian saya posting ke http://www.ritapinang.my.id/ dan blog https://terbitin.id/.
Minggu pertama ide masih mengalir sehingga tidak ada kesulitan bagi saya untuk membuat cerpen. Akan tetapi di hari ke 15 saya mulai kehabisan ide dan hampir menyerah karena saya ingin menulis cerpen agar buku saya nanti berharap merupakan antologi cerpen saya pribadi.
Padahal persyaratan dari lomba bisa menulis bebas akan tetapi saya takut tulisannya campur sari. Ide terus saya paksakan dan pada akhirnya saya pun berhasil menyelesaikan tantangan sebulan penuh dan alhamdulillah mendapat apresiasi sebagai peringkat ke-9.
Selesai lomba, saya belum merapikan untuk dibukukan. Saya cuma melihat semangat teman-teman yang sudah mulai menyusun hingga diterbitkan. Akhirnya saya pun mulai menyatukan naskah saya yang masih terserak.
Saya mulai mencari editor agar tulisan saya lebih tertata lebih rapi dan Bu Sri sugiastuti sebagai pelabuhan saya untuk mengedit naskah saya.
Ketika ingin diterbitkan saya mulai mencari info bagaimana cara menerbitkan di YPTD karena saya belum pernah menyapa dan bergabung di group Pak Haji Thamrin Dahlan sebagai pemilik sekaligus pegiat literasi di YPTD.
Saya mulai menyapa Pak Haji dan tak disangka Pak Haji sangat welcome, dan memasukan saya di group Terbitkan Buku Gratis. Saya mulai mengikuti group YPTD, saya melihat cover buku yang di share oleh Pak Ajinatha. Saya mulai mengerti jika Pak Ajinatha sebagai pembuat cover untuk buku-buku di YPTD.
Saat itu saya pun menyimpan nomor beliau dan memperhatikan profil picturenya, Saya melihat Pak Aji terlihat sudah tidak muda. Saya berpikir apa benar Pak Aji yang mendesain cover. Saat itu saya mengira mungkin anaknya atau karyawannya yang mendesain cover.
Saya mulai menyapa Pak Ajinatha, beliau juga sangat welcome cover buku saya yang berjudul Tiara pun dalam sekejap mata telah jadi. Pak Aji menyampaikan jika tidak sesuai bisa dirubah.
Saya mulai menyampaikan warna yang saya inginkan dan pada akhirnya cover Tiara jadi setelah 3x dirubah. Akan tetapi masih saja hati saya belum sreg dengan cover Tiara. Tapi saya sudah tidak enak hati untuk minta dirubah.
Editing dan layout pun telah selesai naskah segera di cetak tapi hati saya masih terganjal dengam cover. Saya pun meminta tolong kembali kepada Pak Aji, alhamdulillah cover ke-4 merupakan cover final.
Kesalutan saya masih terus berlanjut dengan YPTD karena buku telah dicetak dan dikirim tanpa meminta biaya ongkir sama sekali.
Masyaallah betapa salutnya saya kepada Pegiat literasi Pak H. Thamrin, Pak Ajinatha dan tim YPTD lainnya yang benar-benar menyediakan wadah untuk menerbitkan buku secara gratis.
Terimakasih saya ucapkan untuk pegiat literasi Pak Haji Thamrin dan tim semoga Allah memberi kesehatan, kemurahan rezeki, memudahkan dan melancarkan segala niat baik Bpk dan tim YPTD untuk mewujudkan mimpi bagi para penulis untuk menerbitkan buku.
Jembrana 31 Maret 2021













