Langkah Gontai

Puisi411 Dilihat

Memulai pagi dengan lemah hati

Berjalan susuri jalan penuh sampah sana sini

Berserakan tumpukan plastik basah dan kering

Lihat kerumunan manusia berebut botol plastik untuk dijual lagi

Duduk di batu besar nikmati bau busuk yang sudah terbiasa melingkupi

Bingung harus apa dan menghasilkan apa hari ini

Uang hasil minta-minta semalam sudah diserahkan semua tak bersisa

Hari ini adakah yang bersedia tuk memberi

Pada kedua tangan yang ditadah demi beberapa suap nasi untuk hari ini

Ragu menatap nanar pada teman sebayanya yang sudah penuh goni plastiknya

Hari ini serasa malas dan bosan melanda

Terasa perut meminta diisi secepatnya

Hari sebelumnya diberikan roti oleh Kakek tua penjual buah yang baik hati

Hari sebelumnya menunggu kebaikan ibu-ibu di pasar memberikan uang beberapa ribu upah membawa barang dan langsung dibelikannya gorengan pengganjal perut hingga esok harinya

Hari ini apa nasibnya karena mendung langit gelap menghiasi pagi yang hampa

Kembali berdiri arahkan langkah kemana saja

Sebatang kara bukan alasan untuk diam tak menghasilkan apa-apa

Mungkin daerah Pasar di ujung sana ada sedikit rezeki untuknya

Akhirnya diputuskan tuk lanjutkan langkah gontai terserah yang penting terisi perut kecilnya

Street.09Maret2021

Tinggalkan Balasan