Cayman Islands

Terbaru828 Dilihat

berfoto di Cayman Islands/dok pribadi

Menikmati perjalanan sambil menghirup udara laut yang menyegarkan, sungguh menghadirkan rasa syukur yang mendalam. Didepan mata sudah menanti “taman impian ” kami berdua yakni Cayman Islands. Setelah Cruise merapat semua penumpang turun di Cayman Islands.

Setiap penumpang diberikan I.D. Card, yang berlaku sebagai pass keluar masuk dari kapal ke daratan dan kemudian kembali lagi ke kapal. Tidak banyak prosedure yang harus dilalui,karena sudah diatur secara apik oleh pengelola kapal pesiar ini, Sehingga kegembiraan hati kita,sama sekali tidak terusik oleh segala macam urusan imigrasi   untuk keluar masuk cruise dengan bebas. Tidak ada prosedur yang menyulitkan  semua penumpang bebas melakukan kegiatan . Inilah untuk pertama kali kami menginjakkan kaki di pulau ini. Rasanya gimana tuh.

Cayman Island yang luasnya 265 KM2 dengan penduduk 61.000  terdiri dari 3 kepulauan Yaitu Caymen Besar ,Cayman Kecil dan Cayman Grand .Berjarak sekitar 150 mil dari selatan negara tetangga terdekat, Kuba, dan Jamaica.

Burung yang jinak

Di Cayman Island terdapat burung yang jinak bisa kita panggil dan memegangnya .Burung tersebut tidak terbang melainkan bertengger diatas tangan kita.

Burung yang jinak lagi bermain dengan suami (dok pribadi)

Kebanyakan touris menginap di Grand  Cayman Island di kota George Town yaitu ibu kota Cayman Island.Kota George Town merupakan kota pelabuhan terpopuler disinggahi puluhan ribu wisatawan setiap harinya.

Grand Cayman terkenal didunia karena Seven Mile Beach yang merupakan salah satu pantai terbaik di Dunia. Tapi kami tidak ikut berenang disini, karena banyak tempat yang akan kami jalani.

Karena untuk pertama kali menginjakkan kaki di Cayman Island kami memilih bergabung dengan travel biro disini. Guide yang memadu kami bernama “Grace “mengajak kami memapaki Cayman Island yang dulunya hanya saya saksikan Carabian Island  melalui flm flm  saja.

Harga barang jauh lebih mahal dari Australia

Barang barangnya mahal dari Australia (dok pribadi)

Mengelilingi pulau kecil dengan pantai yang berpasir putih dan membiaskan warna warni dari cahaya matahari membuat pantai tampak indah sekali. Udara yang panas tidak mengganggu bagi kami yang berasal dari negeri Tropis Dengan masing masing sebotol Sprite dingin sudah melegakan  kami.

CAYMAN INDAH UNTUK DINIKMATI ,TAPI BUKAN UNTUK SHOPPING

Di Cayman Island, kami hampir tidak berbelanja, karena rata rata harganya lebih mahal dari di Australia. Tapi karena tujuan kesana bukan untuk shopping, kami sama sekali tidak kecewa.

Tapi kalau tidak membawa pulang sesuatu,rasanya kurang pas he he.maka saya memilih belanja beberapa lembar kaus,yang bertulisakan “Cayman Island”.walaupun harganya bisa hampir sepuluh kali lipat,bila dibandingkan dengan kaos kualitas yang sama di Yogyakarta. Jadi yang dibeli adalah merk :” Cayman Island”,sebagai tanda,bahwa kami sudah menginjakkan kaki di pulau mungil yang mempersona ini.

Membeli beberapa lembar kaos untuk oleh oleh (dok pribadi)

Cayman Island dianugerahi kekayaan pantai yang luar biasa. Pantai pasir putih ,dan laut yang biru jernih sudah menjadi bagian dari kehadiran kepulauan ini. Pulau terbesar adalah Grand Cayman, dengan George Town yang jadi ibukotanya. Hadir di sini membawa perasaan damai di hati. Suara deburan ombak yang terhempas di pasir putih menyatu dengan suara dedaunan yang tertiup angin,serta jeritan burung camar yang bercanda ria,. Sejauh pandangan mata dapat menjangkau,hanya warna biru meneduhkan yang menghadirkan kedamaian di hati.. Kepulauan Cayman adalah permata Caribbean.Iklim tropis menjadikan kepulauan ini menjadi daerah tujuan wisata yang merupakan favorit para turis di dunia. Ada beragam kegiatan yang bisa dilakukan di sini,disamping menikmati keindahan alam,sambil menengguk juga bisa mengunjungi peternakan kura kura,bahkan dapat berenang bersama kura kura ini.

Rasanya waktu terasa seakan akan berlari terlalu cepat dan sudah tiba saatnya kami meninggalkan Cayman .

Serasa bagaikan mimpi,kami mendapatkan kesempatan untuk mengujungi pulau ini. Apalagi bila membayangkan, bagaimana kami berdua mengawali hidup dari titik nol. Sempat merasakan penderitaan hidup selama bertahun tahun. Jatuh bangun dalam usaha mengubah nasib kami.

Secara logika,rasanya mustahil dari latar belakang kehidupan yang morat marit,akhirnya kami dapat menikmati  travelling ke berbagai pejuru dunia.

Semuanya ini melambungkan rasa syukur kami kepada Tuhan,yang telah memberikan kami kesempatan untuk menikmati hidup dalam kecukupan di hari tua. Bahkan telah mengunjungi 5 benua di dunia ini dan juga sudah mengunjungi The Seven Wonders of the World.  Tidak banyak orang yang beruntung dapat menikmati hidup seperti kami.

Karena itu,kami tidak pernah lupa untuk bersyukur kepada Tuhan dan saling berbagi kasih terhadap sesama,sebagai ungkapan rasa syukur kami

 

05 Maret 2023

Salam saya,

Roselina

 

Tinggalkan Balasan