PTM 50% bukan Alternatif Tapi Pilihan

Baru saja merasakan kebersamaan bersama mereka, bisa di hitung bulan dari oktbers sampaikan minggu ke 3 Januari walaupun belum dengan jam yang sebenarnya tapi lumayan sudah tatap muka dalam ruang dan kebersamaan yang menambah semangat untuk berkarya nyata dalam memperdalam materi tentunya

Informasi malam tadi oleh wakil kurikulum sungguh membuat semangat yang baru saja membara seakan melemah baranya, bagaimana tidak, informasi dari pihak yang berkepentingan tentang PTM 50% memusnahkan harapan untuk bersama belajar mengali materi untuk mencapai cita.

Setelah meneruskan info dari wakil kesiswaan kepada grup belajar, berdatangan notifikasi masuk menandakan ada pertanyaan seputar jadwal pelajaran yang share untuk tatap muka besok senin, 24 Januari 2022.

Terpampang jelas ada shift A dan Shift B, berarti siswa di dalam kelas hanya 50% dari jumlah keselurahan berdasarkan pembagian masuk yang sudah ada pada awal tahun, maka yang kena shift A akan masuk pagi sementara untuk shift B akan masuk siang.

Pertanyaan demi pertanyaan berdatangan mengenai shift ini, ada yang merasa kecewa karena lebih enak dapat shift pagi daripada shift siang. Ada juga yang meminta ganti shift dengan alasan jika siang tidak ada yang mengantar, dan banyak lagi hal yang membuat pro dan kontra dengan PTM 50 % ini.

Sebagai pendidik, tentu kami tidak berpengaruh dengan PTM 50% ini, karena kami standby dari pukul 07.ᵒᵒ pagi sampai dengan pukul 13. ᵒᵒ wib. Mendengar keluh kesah mereka tentu hanya bisa memberikan nasehat bahwa jika dipaksakan masuk 100 % dengan sudah adanya virus omnicron di daerah kami sangat berbahaya.

Menjadi sukses itu penting, tapi lebih penting lagi menjaga kesehatan, apalagi pada masa pandemic. Kami tidak ingin kehilangan genarasi mudah yang berpotensi hanya karena memaksakan mereka semua masuk ke dalam kelas.

Semoga pandemic ini cepat berakhir, kami baru melepas rindu dengan PTM 100%  selama beberapa bulan sekarang sudah PTM 50% lagi, ayo mari kita saling menjaga dengan mematuhi protokol kesehatan, semua untuk kita semua, dunia pendidikan maju, bersama kita bisa melawan virus covid – 19 dan Omnicron.***

 

 

Tinggalkan Balasan