Asslamualaikum pembaca Nyakbaye, maaf untuk yang menanti tulisan Nyakbaye kemaren belum sempat posting karena ada satu hal yang tidak bisa Nyakbaye tinggallkana, idih udah kayak penulis kesohor saja, tapi boleh donk Nyakbaye berhayal jika suatu hari pembaca Nyakbaye dalam jumlah yang banyak bukan untuk gaya – gayaan tapi hanya sebagai pemotivasi bahwaa sudah ada yang menanti tulisannya Nyakbaye.
Sebenarnya Nyakbaye bingung ingin menulis apa karena dari pagi sampai ke sore ada saja masalah yang menyebabkan Nyakbaye kurang focus mencari kata – kata menyusun kalimat yang hendak di tulis. Jadi teringat betapa kreatifnya penulis yang bisa setiap waktu mencetuskan ide yang banyak untuk pembacanya.
Akhirnya untuk celoteh Nyakbaye hari ini, hanya cerita menghadiri buka bersama yang di adakan oleh salah satu sekolah IT yang berada di Kabupten Karimun, yuk kita simak ceritanya.
Sebenarnya hampir saja Nyakbaye tidak menghadiri undangan ini, lebih tepatnya undangan suami yang mengharuskan bawa istri, kan tidak mungkin sebagai istri Nyakbaye tidak mengikutinya. Hitung – hitung menyenangkan hati suamikan berpahala.
Sungguh tak pernah terbayangkan jika acara buka bersama ini sungguh berbeda dari buka bersama yang hampir seumur sering pergi berbuka bersama, ada yang unik. Menghadari buka bersama kemaren sore, tepatnya tanggal 22 April 2022 bertepatan dengan hari ke 20 puasa.
Acara di mulai pukul 4.30 wib, yang menjadikan acara buka bersama ini luar biasa. Yayasan yang mengelola dunia pendidikan islam dari TK, SD, Sampai SMP ini mengelar buka bersama dengan setiap unit pendidikan harus menampilkan aksi menjelang buka puasa. Senyum terbit mendengar acara yang akan disuguhkan.
Acara pertama dari tingkat TK, dimana guru yang mengajar di TK menampilkan pembacaan hasmaul husna dengan suara yang pasti tentunya memikat hati tapi untuk penampilan ini Nyakbaye tidak bisa menyaksikan karena pas datang sudah penampilan ke dua dari guru – guru SMP yang menyanyikan lagi nasit yang masalah Allah kompak serta merdu suaranya didukung penampilan mereka bak penyanyi professional saja. Kenapa Nyakbaye bisa mengatakan penampilan guru TK merdu memikat karena ada alumni siswa tempat Nyakbaye mengajar suaranya bagus.
Setelah penampilan dari guru – guru SMP , yang bernasit ria, guru SD menyanyikan lagu sholawat, sedangkan giliran dari Yayasannya menyajikan aksinya, penampilan dari direktur yayasan yang membacakan puisi karya Jalaludin Rumi dengan judul Hanya Engkau. Seru semakin seru, belum pernah Nyakbaye menghadiri buka bersama dengan aksi religus sebelum berbuka puasa. Penampilan terakhir santapan rohani yang sampaikan oleh Bapak Chotib Mustafa perwakilan dari TPQ/DTAnya.
Bunyi Azan menandakan waktunya berbuka puasa, alangkah indahnya kebersamaan dalam masa sulit bagi yayasan masih bisa memberikan warna tersendiri. Melihat semua yang hadir mengucapkan doa semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.***








