Pernak – pernik lebaran sudah terlihat dari sepekan lalu, dari harumnya aroma kue yang menjadi sajian untuk menyambut lebaran sampai dengan baju lebaran yang mungkin berbeda jumlahnya untuk setiap keluarga.
Ucapan lebaran lewat media social apapun mulai hilir mudik untuk mengirimkan ucapan mohon maaf lahir dan bathin, dan yang memeriahkannya sudah beberapa tahun kebelakangan ini ada media berupa twibeen yang ikut memeriahkannya.
Tak lupa video call yang menjadi puncak komunikasi untuk sanak saudara yang tidak bisa didatangi secara langsung, tapi tatap muka lewat video call sudah dapat melepas rindu.
Ah meriahnya lebaran tentu menjadi idaman setiap keluarga, dari keluarga kaya raya dengan persiapan yang super mewah sampai dengan keluarga sederhana tetap merayakannya dengan cara mereka dan tetap ada kemeriahan yang tentunya tidak semua orang bisa merasakannya.
Dari kue yang terbuat dari mentega super sampai dengan kue yang terbuat dari bahan sederhana tapi tetap dengan citra rasa yeng mempesona lidah yang menyentuhnya.
Lihatlah begitu banyak lampu kelap – kelip yang menghiasi setiap rumah sampai jalanan hanya untuk memeriahkan penyambutan lebaran yang selalu ada saja perbedaan waktu walaupun pada Negara yang sama.
Eits jangan lihat perbedaanya tapi lihat meriahnya penyambutan lebarannya ya, mengapa melihat perbedaan jika menyambut kemeriahanya sama.
Akhirnya sampai di hujung ramadhan, apakah kita menang atau kalah tentu hanya kita yang tahu.
Tapi besar harapan kita menjadi suci apapun yang terjadi pada tahun sebelumnya dengan menjalankan ibadah ramadhan semua menjadi indah pada saatnya, semoga.
Mohon maaf lahir bathin untuk semua yang merayakannya, semoga kita menjadi fitri dan tetap istiqamah bertadarus serta menjaga segala yang sudah kita jaga selama bulan suci ramadhan.***












