Celoteh Nyakbaye, Berperang dengan Sinyal

Assalamualaikum wr wb, maaf untuk pembaca Nyakbaye minggu istirahat dulu memposting tulisan di web YPTD yang keren senewen. Tugas Negara juga terpaksa dipersingkat jadwalnya, karena mengunjungi teman yang sudah lama sakitnya silaturahmi memberikan semangat semoga cepat sembuh itu tujuan kami bertandang.

Alhamdulillah hari ini, sudah berkurang sedikit kesibukan Nyakbaye, hanya sedikit sehingga sempat mencari inspirasi apa untuk tulisan yang akan diposting di Web YPTD yang keren beken ini.

Nyakbaye bukan orang yang mudah untuk mendapatkan inspirasi menulis seperti penulis hebat di YPTD ini, kadang – kadang tulisan yang sudah yakin Nyakbaye tulis tidak jadi posting karena takut tidak ada yang membacanya, kadang ada juga rasa bagaimana gitu jika tulisan Nyakbaye seputar pekerjaan yang Nyakbaye geluti, tapi mau bagaimana lagi, seperti kata nara sumber dari salah satu seminar yang Nyakbaye ikuti yang paling mudah untuk dijadikan ide menulis adalah lingkungan tempat kita berada, ya jadilah tulisan Nyakbaye banyak tentang dunia pendidikan yang menjadi profesinya Nyakbaye.

Sepeti judul di atas, maka hari ini Nyakbaye ingin menceritakan bagaimana suka dukanya kami yang berada di kepulauan jika harus mengisi E – Rapot atau kegiatan apapun yang berhubungan dengan Sinyal maka kami harus berperang dengan sinyal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan tentunya.

Ceritanya sejak kami berprofesi sebagai guru menggunakan sinyal untuk berbagai kegiatan, maka yang namanya berperang dengan sinyal sudah menjadi hal biasa. Seperti mengajar jika sudah musim hujan makan sinyal akan hilang timbul, maka kesabaran tingkat tinggi harus selalu menjadi andalan.

Apalagi yang namanya E – Rapot yang menggunakan sinyal satu pintu, tidak seperti mengajar bisa menggunakan pulsa sendiri walaupun ada jaringan wife di sekolah tapi untuk mengelakkan berebut quota sehingga lebih sudah menggunakan pulsa sendiri, tapi untuk E – Rapot kami harus memakai wife sekolah. Sehingga kekuatan dari laptop sangat mempengaruhi tangkapan sinyal.

Laptop jadul terpaksa terpental – pental alias keluar masuk E – Rapot. Tapi yang namanya guru pahlawan tanpa ragu kami terus berusaha berperang dengan sinyal untuk tetap dapat mengapload nilai yang sudah kami olah sesuai dengan kemampuan siswa kami.

Seperti hari ini, kami yang mendapatkan jadwal akhir – akhir ujian diberikan waktu sampai selasa nanti untuk mengaplod nilai yang sudah diolah. Tapi yang namanya guru yang tanpa ragu, semua dijadikan bahan candaan untuk mengusir jengkel yang menyerang jika harus tertendang dari E – Rapot, tapi itulah kami, guru selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dunia pendidikan, semoga apa yang kami kerjakan menjadi amal sehingga lelah kami menjadi Illah, amin.

Semoga tulisan ini bisa menjadi pembuka minda bahwa kami selalu melakukan yang terbaik untuk dunia pendidikan, walau dimanapun kami berada dengan keadaan seperti apapun, sehingga berperang dengan sinyalpun kami jabani.***

 

Tinggalkan Balasan