Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Seonggok Daging Bernama Hati (1)”

Cerpen, Fiksiana, KMAB461 Dilihat

Daging yang terluka tapi tidak menampakkan darah yang mengalir itu hati, hati yang sangat peka walaupun sudah dilukai berulang kali masih bisa memaafkan jika sudah tertanam cinta di dalamnya.

Daging yang entah terbuat dari apa, sehingga selalu memberikan maaf untuk seseorang yang mungkin akan terus memberikan luka daripada cinta yang mungkin entah berapa persen nilainya.

Ada cinta untuknya tapi entah mengapa juga ada cinta yang lain dihati ini, setelah monolog hatiku membaca hatinya, aku masih tidak bisa memberikan cintaku seratus persen untuknya.

Melihat dirinya berlalu setelah melihat aku memberikan statement bahwa jika aku tidak bisa memberikan cintaku sepenuh hati kepadanya, ada luka yang jelas terlihat di netra hitam legam yang selalu membuatku nyaman jika ditatapnya, tapi entah mengapa aku masih terpikat dengan cinta lain sehingga aku membuatnya terluka.

Dulu aku terpukau dengan semua yang tertutup dari penampilanya, seakan lambai jilbab syarinya memberikan daya tarik yang membuat mulutku takut terlambat menyatakan cinta padanya. Seperti terburu oleh waktu aku menyatakan cinta walau sempat berkali – kali ditolak dengan alasan tidak ada pacaran dalam islam, hanya ta’aruf yang dikenalnya.

Dan akhirnya aku menta’aruf dirinya dengan berani, tapi lihatlah sekarang aku melukai hatinya dengan mengatakan ada cinta yang lain dihatiku dan meminta dirinya merelakan diriku mendua, setelah kata sah bergema akibat ijab qabul atas namanya ku lafazkan.

***

Seperti kesetanan aku menyatakan telah mendua, ada cinta lain selain dirinya padahal baru enam bulan kami menikah dan dirinya sudah mengandung benih cinta yang aku berikan tanda bahwa dulu aku mencintainya.

Kata cinta memang tidak pernah terucap dari mulutnya yang selalu mengeluarkan kata menyejukkan hati bagi yang mendengarnya tapi aku tahu cintanya melebihi cintaku kepadanya. Dan sekarang lihatlah aku tergila – gila pada mulut lain yang setiap saat bertemu melafazkan kalimat cinta yang membuatku bagaikan ABG yang tengah kasmaran dan jatuh pada pesona yang seharusnya haram buat diriku karena sudah ada bidadari surge di rumahku. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan