Seribu belati menusuk dadaku
Ada rasa menyapa hatiku
Aku terdiam dalam kelam
Menunggu hadirmu yang tak kujung datang
Seribu rasa membuncah di dada
Aku tenggelam dalam asa di batas tak bertepi
Tapi harapku tak pudar dalam kesetian
Aku tetap menanti dalam diam
Celah rasa setia menanti
Ku tepis rasa rindu mencekam
Aku duduk bersimpuh dalam malam
Menanti senja berlalu menyapa surya
Hari berganti bulan, purnama menjelang
Menjunjung rindu dalam dada
Aku mencari bayangmu dalam gelap malam
Menuntun pajar membawamu datang, tetap setia dalam penantian
Karimun, 181221







