Celoteh Nyakbaye”Puisi Siswaku.”

Fiksiana, Puisi330 Dilihat

Rasa bangga, tentu saja apalagi ada siswa yang sungguh tertarik untuk belajar menulis puisi dengan Nyakbaye. Kami sama – sama belajar untuk membuat puisi bagi pengemar puisi. izinkan puisi siswa nyakbaye menjadi penghias untuk pengiat literasi di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan.

Puisi Diah Karlena, siswi kelas X.7

Asmaraloka.

Kalau ada yang lebih indah dari arunika, aku yakin pasti sang asmaraloka.

Kalau ada yang lebih menyedihkan dari nestapa, maka aku yakin lagi-lagi pasti sang asmaraloka.

Karena tidak lebih dari Beradu mata,

Keduanya bahkan tak pernah Saling menyapa.

Perasaan yang sesak di dada, Kadang juga membuatnya Berbunga.

Ini sebab sang wanita Terlalu derana, Menunggu si pujangga Menyapa paling pertama.

Tidak tahukah ia, lengkara Penantiannya berakhir bahagia.

Karena si lelaki rupanya tak pernah punya rasa yang sama.

 

Puisi.

Puisi bukan untuk kita pahami,Puisi untuk kita nikmati dan renungi.
Seperti para penulis yang tidak mengerti tulisannya sendiri
Sebuah rasa terlalu sulit untuk dirangkai menjadi kata.
beribu frasa di dunia tak terhingga,
Seindah apapun sebuah aksara,
Mereka tidak cukup mengartikan jalan pikiran manusia.

 

Asa.

Apa yang kau rasa, Setelah berkata dusta. Berikan suara,

Teriakkan pada manusia.

Bukan hanya dia yang dapat bicara, Sedang yang lain menutup telinga.

Jangan pura-pura bisu, Seolah lidah mu jadi kelu.

Bukankah kau punya mata,

Tapi lagi-lagi kau berlagak buta.

Ayolah! Ini bukan panggung sandiwara.

Kau bukan pelakon yang dibayar penguasa.

Beritahu dia,

Bagaimana memanusiakan kita.

 

 

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed