JUMAT MUBARAK

Islam, Terbaru725 Dilihat

Alhamdulillaah, pada hari Jumat tanggal 28 Mei 2021, bertepatan dengan hari keenam belas Syawal 1442 Hijriyah, saya tetap melaksanakan tugas sebagai seorang abdi negara. Syukur yang sangat besar kuhaturkan kepada Sang Pencipta alam semesta, Tuhan penguasa segalanya. Sampai saat ini saya masih diberi umur untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan melaksanakan pengabdian di bidang pendidikan.

Sudah beberapa pekan ini saya sedang menyusun proposal tesis. Kemarin saya sudah mengikuti proses pembimbingan tahap pertama. Ada beberapa bagian yang dikoreksi oleh dosen pembimbing saya. Alhamdulillaah, hari ini saya telah merevisi proposal tersebut. Insyaallah besok saya akan kembali mengajukan perbaikan tersebut ke dosen pembimbing. Kalau sudah fix, saya bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar proposal. Mohon doakan yah, pemirsa!

Setelah menyelesaikan tugas dinas di sekolah, saya tidak langsung pulang ke rumah. Suami tidak bisa menjemput di jam pulang seperti biasanya. Hari ini beliau sedang mengikuti sebuah pelatihan operator DAPODIK di ibukota kabupaten. Jadi, saya harus menunggu beliau dan transit dulu di rumah adik bungsu saya yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

Ketika saya tiba di rumah si bungsu, saya disambut riang oleh tiga keponakan saya yang masih kecil-kecil. Anak tertua adik saya itu berumur 8 tahun, yang kedua berusia 6 tahun, dan yang ketiga baru menginjak usia 3 tahun. Mereka bertiga lucu-lucu. Saya mencium dan memeluk mereka secara bergantian. Rasa lelah sehabis bekerja tiba-tiba menghilang dan tak lagi kurasakan. Alhamdulillaah!

Setelah saya melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah dengan si bungsu dan anak-anaknya, saya melihat sebuah buku tergeletak di meja ruang tengah. Buku tersebut merupakan tulisan dari seorang da’i kondang asal Timur Tengah, almarhum Syekh Ali Jaber rahimahullaah. Bukunya best seller loh, pemirsa! Saya langsung tertarik membacanya.

Buku tersebut berjudul “Amalan Ringan Paling Menakjubkan; 20 Kiat Menuju Kebahagiaan Hidup”. Saya buka lembar demi lembar buku tersebut. Bukunya ternyata sudah cetakan kesepuluh pada bulan Januari 2021, pemirsa! Wow, fantastis!

Di halaman daftar isi, netra saya tertumbuk pada sebuah bab berjudul “4 Amalan Utama di Hari Jumat”. Maasyaa Allaah! Bagi saya, ini bukanlah sebuah kebetulan. Saya yakin Tuhan telah merencanakan hal ini. Ketika saya menemukan buku ini tepat di hari Jumat, ada kemungkinan Allah subhaanahu wa ta’ala ingin agar saya mengamalkan pesan yang disampaikan oleh penulisnya.

Saya menjadi penasaran. Saya buka halaman yang memuat judul tersebut, halaman 191. Saya langsung melahap tulisan di sana. Setelah saya mencerna isinya dengan baik, saya merasakan bahwa ada sebuah pencerahan batiniyyah dalam diri ini.

Menurut Syekh Ali Jaber, ada empat amalan super istimewa yang bisa dilakukan oleh umat Nabi Muhammad shollallaahu’alaihi wasallam. Amalan tersebut kelihatannya begitu ringan, sepele, dan biasa-biasa saja. Tetapi jika dilakukan dengan ikhlas dan rutin, maka akan bermuara pada sebuah kebiasaan baik.

Amalan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Membaca Al-Qur’an Surah Al-Kahfi.

Surah Al-Kahfi terdiri atas 110 ayat. Bagi muslim yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, tentu tidak akan kesulitan menyelesaikan bacaannya dengan sekali duduk. Akan tetapi, bagi orang yang masih belum lancar membaca Al-Qur’an, maka dibolehkan untuk mencicil bacaannya. Dimulai bakda sholat Subuh beberapa ayat, lalu dilanjutkan lagi setelah sholat Dzuhur, dan diselesaikan seusai sholat Asar.

Bagi orang yang belum bisa mengaji, silakan memutar video atau rekaman murattal ataupun menyimak orang lain yang sedang membaca QS. Al-Kahfi dengan seksama. Dengan mendengarkan bacaan tersebut dari awal hingga akhir,  insyaallah ini juga termasuk dalam kategori pelaksanaan amalan di hari Jum’at.

2. Bersedekah

Anjuran bersedekah sudah sering disampaikan melalui mimbar-mimbar masjid. Keutamaan orang yang bersedekah yang memiliki banyak manfaat di dunia maupun di akhirat juga banyak digaungkan oleh para penceramah, secara lisan dan tertulis. Akan tetapi, baru kali ini saya membaca bahwa bersedekah di hari Jum’at lebih tinggi derajatnya dan lebih besar kemuliaannya dibanding hari-hari yang lain.  Paling utama jika dilakukan di waktu Subuh hingga pagi hari Jum’at.

Penting untuk dipahami bahwa bersedekah itu tidak melulu tentang materi atau uang. Akan tetapi menebarkan salam adalah sedekah, tersenyum adalah sedekah, berkata-kata yang baik adalah sedekah, membantu orang lain adalah sedekah. Bahkan ucapan tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, dan memaafkan sesama juga merupakan sedekah. Menahan diri amarah, tidak menyusahkan orang lain, menyenangkan hati orang tua juga terhitung sedekah. Jadi, tungggu apa lagi? Segeralah bersedekah sesuai kemampuanmu, pemirsa!

3. Memperbanyak membaca sholawat.

Sholawat merupakan salah satu doa mustajab untuk mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam. Sholawat adalah amalan satu-satunya yang diperintahkan Allah kepada hamba-Nya dan sekaligus Dia sendiri juga melakukannya, juga dilakukan oleh para malaikat-Nya.

Dari buku tersebut kuketahui bahwa di hari Jum’at umat manusia dibolehkan untuk mengganti zikir hariannya dengan bersholawat. Kemuliaannya tidak akan berkurang, bahkan lebih mulia dan lebih utama lagi jika membaca sholawat sepanjang hari Jum’at itu.

Sholawat yang dibaca pun disesuaikan dengan kemampuan kita. Boleh membaca sholawat yang singkat (Alloohumma sholli ‘alaih), yang sedang-sedang saja (Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad), ataupun yang sholawat paling panjang (alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad kamaa shollaita ‘alaa sayyidinaa Ibrahim wa ‘alaa aali sayyidina Ibrahim wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad kamaa baarokta ‘alaa sayyidinaa Ibrahim wa’alaa aali sayyidina Ibrahim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid).

4. Berdoa di jam terakhir hari Jum’at.

Perhitungan hari berdasarkan bulan Hijriyah itu tidak sama dengan perhitungan hari di bulan Masehi. Jika satu hari menurut kalender Masehi itu terhitung sejak pukul 00.00 sampai pukul 24.59, maka berbeda dengan kalender Islam. Perhitungan hari berdasarkan kalender Hijriyah dimulai sejak masuknya waktu sholat Magrib dan berakhir hingga habis waktu sholat Asar.

Nah, waktu yang dianjurkan untuk berdoa di hari Jum’at adalah di satu jam terakhirnya. Misalnya saja di wilayah tempat tinggal saya (Kota Bantaeng, Sulawesi Selatan) waktu sholat Magrib bertepatan dengan pukul 17.55 WITA, maka hari Jum’at berakhir pada pukul 17.54 WITA. Maka waktu mustajab untuk berdoa yaitu sejak jam 16.54 – 17.54 WITA.

Sederhananya begini, usahakan kita meluangkan waktu selama 1 jam di hari Jum’at untuk memanjatkan doa kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala. Diceritakan dalam buku tersebut bahwa ada seorang ulama besar di Madinah yang memiliki banyak murid. Beliau selalu memberikan pengajian bakda sholat Asar hingga masuk waktu sholat Magrib. Akan tetapi pada hari Jum’at, beliau pasti menyelesaikan pengajiannya satu jam lebih awal. Beliau mengkhususkan 1 jam itu untuk berdoa kepada Allah SWT, begitu pula dengan seluruh muridnya. Mereka disibukkan dengan urusannya dan permohonan doanya masing-masing.

Setelah membaca buku tersebut, saya segera mengambil kitab suci Al-Qur’an dan membaca Surah Al-Kahfi hingga selesai. Setelah itu, saya bersholawat kepada Nabi sesering mungkin. Saya bertekad akan melatih diri ini melaksanakan keempat amalan tersebut. Memang ini membutuhkan kekuatan niat dan manajemen waktu yang baik. Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya sehingga saya bisa merutinkan keempatnya hingga malaikat maut menjemput. Aamiin…

 

 

 

Tinggalkan Balasan