Launching Novel

Peristiwa244 Dilihat

 

 

 

 

 

 

 

Alhamdulillah berangkat dari keyakinan peserta didik MAN 2 Tulungagung didampingi dan dimotivasi Bapak dan Ibu gurunya telah berhasil menulis novel dan mengadakan acara untuk membahasnya bersama-sama dalam launching cerpen dan novel.

Tema bisa berupa apa saja. Karena seperti yang pernah diulas setiap dari kita pasti punya hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, dan lain-lain. Pilihlah satu topik yang sangat kita SUKAI dan KUASAI. Sungguh pengalaman kita -bila diceritakan ke orang lain dengan obrolan (mulut/verbal), dengan cara menuliskan apa yang ingin kita bagikan atau infokan via tulisan akan menjadi tulisan yang mengalir, enak disimak oleh pembaca. Paparan motivasi guru kepada peserta didik pun bisa diubah jadi tulisan menarik. Jadi yang suka wisata kuliner silahkan setiap kali selesai dari suatu target wisata kuliner tulis. Bicara apa saja mengenai tentang mengapa suka kulineran, bagaimana cara mencapai lokasi yang menjadi target wisata kuliner, butuh berapa lama, naik kendaraan apa, baru membahas detail tentang macamnya, cara masak, cara penyajian dan kesan atau pesan untuk yang belum pernah kelokasi tersebut.

Boleh juga bicara mengenai hobi memelihara kucing, bagi yang sayang kucing.

Silahkan juga cerita mengenai taktik bermain merebut bola utk yang hobi main bola atau futsal, yang suka sepeda silahkan kumpulkan foto-foto ulas kegiatan tentang serunya bersepeda, yang suka bikin syair buat satu syair per hari. Prinsipnya sederhana, guru mengumpamakan setiap hari kita biasa shalat lima waktu bagi yang muslim atau berdoa bagi yang lain, maka ditambahkan sekarang dengan cara menulis satu halaman per hari.

Biasanya kalau sudah ketagihan, kita naikkan jumlah jadi 2-5 halaman sesuai minat dan niat kuat kita.

Ada pula tips dari penulis blogger jadi kalau biasanya setiap hari menulis 1-3 halaman, tapi pas hari Sabtu atau Minggu bisa ditambah berpuluh-puluh halaman – isinya macam-macam dari mulai cara mengajar, teknik main sulap kartu, update teknologi terbaru, dan lain sebagainya.

Artinya kita memang harus yakin semua sudah memiliki modal untuk menulis. Mari kita lakukan saja tanpa harus menunggu perintah atau ajakan.

Saat di kelas menulis beberapa waktu yang lalu Prof Eko Indrajit juga bercerita, berpendapat hambatan menulis datang dari diri kita sendiri, yang pasti paling banyak mengatakan tidak ada waktu. Yang sebenarnya justru saat pandemi merupakan waktu paling tepat untuk menulis karena semuanya dari rumah (dalam jaringan)

Alhamdulillah buku karya dari peserta didik MAN 2 TULUNGAGUNG, merupakan bukti bersama kesulitan ada kemudahan, dan setiap permasalahan tergantung kesungguhan kita berbaik sangka.

Iman, taqwa, ikhtiar istiqamah istighfar menjemput jalan keluar terbaik. Berkreasi di masa pandemi, mengoptimalkan kreatifitas untuk menjawab setiap tantangan kondisi keseharian. Tabarakallah Aamiin

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar