Ibu pertiwi serasa tiada lagi punya air mata
HambaNya banyak yang melalaikan ajaran agama
Semesta menampakkan isi bumi
Akankah bencana menjadi jalan terbukanya hati manusia
Berdatangan silih berganti
Tentang Covid 19
Gempa membuat tanah bumi amblas
Bandang menerjang tak melihat pangkat yang disandang
Longsornya tanah memakan harta, perumahan seakan tak tersisakan
Satu persatu alim ulama wafat
Memenuhi panggilan Sang Penguasa Jagat
Hamba beriman pun tak luput dapat giliran
Wahai yang Maha Berkehendak
Akankah Kau taqdirkan hanya yang dzalim yang Kau sisakan
Akankah sisa yang ada yang akan
Kau tenggelamkan serupa khorun tanpa ampun
Pilu rasa menyaksikan Indonesia
Ambisi pribadi membuat lupa diri
Kaum jelata lemah tak berdaya
Terkuras air mata menerima perlakuan semena mena oknum tak yang buta mata hatinya
Tak peduli kekayaan alam tak tersisa lagi untuk generasi nanti
Tamak telah menutup mata nurani
Maksiat dan tindakan dzalim merajalela
Kejujuran mulai langka
Koruptor tertawa didepan kamera tanpa merasa dosa
Tanda tanda murka mulai dikirimkanNya
Bencana alam dimana mana
Gunung meletus
Gempa mengguncang bumi dan isinya
Banjir menerjang kediaman warga
Semoga kita tersadar dari kelalaian
Mari hentikan kelalaian
Stop mendustakan tuntunan agama dan wasiat ulama
Ampuni dosa kami ya Allah
Terimalah tobat kami
Taqdirkan sisa usia ini barakah
Bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya umat
Indonesia mampukan bangkit dari keterpurukan
Damai lunas semua hutang
Bahagia lahir batin
Selamat di dunia juga di akhirat
Aamiin








