Perjuangan Guru Hamdan (3)

Peristiwa206 Dilihat

 

 

 

 

 

 

Beberapa saat sempat terganggu sinyal hingga beliau meminta peserta untuk bersabar karena sinyal kurang bagus, efek cuaca, sehingga terkirim agak lama.” Alhamdulillah sesudah tersambung lagi, beliau lanjutkan

“Bapak/Ibu yang saya hormati, Setelah itu saya mengabdi di daerah 3t (terdepan, terluar dan tertinggal) dari tahun 2015 sampai sekarang kurang lebih selama 6 Tahun. Tentu bapak/ibu sudah bisa membayangkan kondisi daerah terpencil. Saya bercerita sedikit tentang kondisi di tempat saya.

Di tempat saya tugas tidak ada Listrik, sinyal susah, air susah, jalan rusak mendaki menurun sedangkan mata pencaharian orang tua berkebun/petani kopi yang hasil panennya satu tahun satu kali. Di tempat saya mengabdi kehidupan orang tua siswa adalah golongan ekonomi menengah ke bawah. Desa kami terdiri dari 7 kampung yang lokasinya saling berjauhan.”

 

“Menuju ibu kota kab. Membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Jadi kalo mau makan bakso, mie ayam,sate dan menu menu seru ya ke kota dulu heheh… tapi semua itu saya nikmati karena dengan menikmati dan mensyukuri proses kehidupan ini semua terasa ringan.”

Dari foto yang beliau kirim, tampak tempat tinggal Pak Khamdan sangat asri.  Beliau menjelaskan bagaimana bertahan di sana. Warga di sana tidak pernah atau jarang sekali membeli sayur ke kota karena mayoritas menanam sendiri untuk dimakan sehari-hari.

Beli tidak mungkin karena ke pasar saja jauh sekali. Bertanam labu, daun singkong, kubis, buncis, daun pepaya. Tetapi makanan favorit adalah daun singkong, labu beserta daunnya karena tumbuh setiap saat (tidak mengenal musim), sedangkan kubis menunggu musim kemarau.Untuk lauk biasanya dengan telur,mie instan, ikan asin, ikan basah kalo musim ikan dan ayam pedaging.

Adat di daerah 3T sangat kuat, berbagai acara adat masih ada, antara lain:

1. Irong, tidak boleh berteriak, menyalakan api, ribut, selama 1-2 hari, tujuannya supaya hasil panen melimpah.

2. Acara mbaru dor, adalah masuk rumah baru mereka menggunakan berbagai acara adat.

3. Kepok tuak adalah adat menyambut kedatangan tamu dengan berbicara adat menggunakan tuak, rokok dan ayam kampung. Ungkapan ketulusan orang disini menerima tamu dan kegembiraan menyambut tamu baru.

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

News Feed