Pengusaha Sejati

Terbaru656 Dilihat

Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam teladan bagi umat manusia. Figur panutan yang sudah amat dekat dihati umat. Beliau sosok pemimpin yang sukses tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Kecerdasan melihat peluang bisnis, dan kemampuan memanfaatkan setiap peluang menjadi pelengkap modal utama beliau sejak awal menjadi pedagang, jujur dan amanah. Bisnis yang sehat,halal, beretika khas Islami. Beliau telah mempraktikkan etika dan manajemen bisnis modern yang berlaku saat ini sejak 1400 yang lalu.

Bisnis dalam ajaran agama Islam bukan hanya mengejar materi, terbukti dengan dasar keagamaan, dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan terwujud umat yang sejahtera. Bisnis beliau mengundang keuntungan duniawi harta yang lebih dari cukup,dan keuntungan ukhrawi berjalan berkembangnya bisnis yang bernilai ibadah.

Kita membutuhkan ilmu keteladanan dan guru. Niat kuat menjadi pengusaha akan berkembang bila semangat kuat pantang menyerah bangkit saat jatuh dan yang utama berani mengambil langkah pertama. Belajar langsung pada ahlinya akan membuat usaha kita lebih mudah terwujudnya, dengan mempunyai bekal ilmu dari para guru akan terbuka wawasan dan lebih mudah menemukan solusi jitu supaya bisnis maju.

Masih ada orang tua yang tidak mengizinkan buah hatinya memilih profesi pengusaha. Mayoritas beranggapan jika jadi pengusaha penghasilan tidak menentu. Ibu, Ayah menginginkan yang pasti-pasti saja, ketidak tegaan menyaksikan buah hati berjuang mati-matian membanting tulang tanpa kepastian pendapatan, dan menemui banyak kegagalan hal inilah yang menjadi alasan orang tua lebih menyarankan menjadi karyawan atau aparatur sipil Negara.

Segala sesuatu selalu mengalami perubahan. Pada masa pertanian pemilik atau juragan tanahlah yang menjadi orang kaya dengan cara cepat. Pemilik tanah terluas dialah yang disebut tuan tanah. Sejalan adanya teknologi yang terus berkembang mengikuti kemajuan zaman berubah menjadi jaman industri. Pemilik parbrik terbanyak dialah yang akan memiliki kekayaan dengan pesat. Jumlah karyawan dan mesin yang tak terhitung untuk memproduksi barang selama 24 jam, menjadi masa kejayaan jutawan saat itu.

Butuh orang dengan ke aneka ragaman keahlian, zaman pertanian kemampuan mengolah tanah dari seorang petani menjadi nilai tinggi

Tinggalkan Balasan