UNTAIAN TESTIMONI

Terbaru660 Dilihat

✍️ MasyaAllah luar biasa👍muatan yg penuh dg “daging” Semuanya oke, ndak ada tulang sedikitpun. Berasa bercakap langsung dg dr aisy n juga ust ida🥰 sangat menyentuh🥺 sbg introspeksi bagi sy selaku ibu, untuk terus berusaha mjd ibu yg bahagia bagi keluarga. Menyalurkan selalu energi positif, ucapan positif agar tubuh mjd bahagia n mendapat berkah Allah. Mulai dr diri sendiri, perbaiki niat, perbaiki mindset, terus pertahankan riuhiyah n terus mendekat kpd Allah. Ktika kita dekat dgNya, tdk ada yg mustahil bg Nya. Berusaha selalu rileks….. Mengubah paradigma setiap permasalahan yg hadir, orang2 yg dhadirkan d sekitar kita dg seabrek sikapnya, itu semua adalah guru… Guru yg mengajarkan kesabaran🥺 semoga ustadzah ida, dr. Aisy, n juga semua kru yg mengadakan acara ini senantiasa dlam keberkahan sehingga bisa selalu menebar kebaikan yg lebih banyak lagi. Menyentuh hati ibu2 yg sedang butuh nutrisi menghadapi anak2, suami dan keluarganya. Kita membutuhkan acara2 seperti ini agar selalu mengingatkan kodrat n hakikat seorang ibu, seorang wanita. Agar bisa melahirkan calon ibu, n juga ibu2 kuat d negeri ini. Allahuakbar!!! 💪💪💪 salam semangat!!! Saya semakin semangat belajar us😍💪semoga demikian juga utk yg lainnya🤗

✍️ Ternyta, sy blm cukup bahagia🥺 tp sy semangat untuk menuju bahagia setiap saat💪😘😘

✍️ Terimakasih dr aisy yg sudah mengupas tuntas ttg hakikat kebahagiaan😘

✍️ Terimakasih Bunda Aisyah
Begitu terngiang-ngiang di telinga, “ketika berbicara dengan anak gadis tataplah matanya, lepas apapun yg sedang bunda lakukan”🥺
Ternyata masih harus banyak belajar untuk menjadi bunda yg lebih memahami anak gadisnya..

✍️ Bismillah..
Sharing Dr. Aisyah Dahlan Masyaallah Tabarakallah sangat mengena di hati untuk diterapkan, karena semua sudah ada dalam diri sendiri, namun lupa diaktifkan, jadi belum disadari. Kelembutan, kasih sayang dan senyum, doa ibu, itu semua karunia spesial dari Allah Swt teruntuk wanita. Untuk memudahkan saya menyimpulkan, sesungguhnya bersyukur dalam hidup itu adalah seperti menikmati makanan, pilihannya enak atau enak banget.😀🙏Semoga kita semua sering mendapat pencerahan dan ilmu yg bermanfaat, serta Allah Swt karuniakan kemampuan untuk mengamalkan. Aamiin Yaa Rabb.
Jazakumullah khoiron katsiro

✍️
MaasyaAllah Luar biasa Allahu Akbar😍✊
Asupan gizi ilmu yg menginspirasi, memotivasi dan menuntun diri menuju perbaikan diri, kualitas diri yg lebih baik, kepantasan diri menjadi istri dan ibu yg baik sholihah, memancarkan aura positif yg menenangkan, menceriakan, menghangatkan penuh cinta kasih sayang dan harapan yg lebih baik dan bersemangat.
Latihan utk bahagia (meskipun hati dlm ketidaknyamanan, kesedihan, kekecewaan, kelelahan) dimulai dg trik yg ringan, sedernaha nan menarik yaitu dengan *SENYUMAN*
mengingatkan diri akan keceriaan pribadi yg ramah, murah senyum, periang…jangan sampai watak aslinya baik terkalahkan dg hal2 yg membuat kita bersedih, kecewa dan marah berpanjangan😊😍

Jazakumullahu khair atas segala kebaikan n kebahagiaan ini😘❤️💐

✍️Assalamualaikum…
Salam kenal, saya Nurul.. Yogya…
Masyaalloh… Sangat tercerahkan sekali dengan materi yang diberikan oleh Bu Aisyah Dahlan… Terutama bahwa sinyal seorang ibu sangat berpengaruh pada sinyal anak… Nyambung.. masyaalloh.. selama ini ngga pernah memperhatikan… Lagi sedih pengen nangis, langsung saja nangis, walaupun sembunyi sembunyi, tapi pasti anak anak tau.. ummi sedang nangis… Astaghfirullah.. harus banyak banyak istighfar, SENYUM, banyak bersyukur…
Ternyata saya masih sering terjebak di fase nafs lawwamah.. terutama bila ingat kejadian kejadian tertentu.. astaghfirullah.. insyaallah mulai sekarang berusaha untuk selalu menerima dengan ikhlas, banyak bersyukur … doakan saya bunda…
Terimakasih atas pencerahannya… Terimakasih juga kepada Bu Ida dan panitia untuk menghadirkan acara ini…
Barokalloh..
Jazakumullah khoiron..
🙏🙏🙏🤗🤗🤗
✍️ MasyaAllah luar biasa👍muatan yg penuh dg “daging” Semuanya oke, ndak ada tulang sedikitpun. Berasa bercakap langsung dg dr aisy n juga ust ida🥰 sangat menyentuh🥺 sbg introspeksi bagi sy selaku ibu, untuk terus berusaha mjd ibu yg bahagia bagi keluarga. Menyalurkan selalu energi positif, ucapan positif agar tubuh mjd bahagia n mendapat berkah Allah. Mulai dr diri sendiri, perbaiki niat, perbaiki mindset, terus pertahankan riuhiyah n terus mendekat kpd Allah. Ktika kita dekat dgNya, tdk ada yg mustahil bg Nya. Berusaha selalu rileks….. Mengubah paradigma setiap permasalahan yg hadir, orang2 yg dhadirkan d sekitar kita dg seabrek sikapnya, itu semua adalah guru… Guru yg mengajarkan kesabaran🥺 semoga ustadzah ida, dr. Aisy, n juga semua kru yg mengadakan acara ini senantiasa dlam keberkahan sehingga bisa selalu menebar kebaikan yg lebih banyak lagi. Menyentuh hati ibu2 yg sedang butuh nutrisi menghadapi anak2, suami dan keluarganya. Kita membutuhkan acara2 seperti ini agar selalu mengingatkan kodrat n hakikat seorang ibu, seorang wanita. Agar bisa melahirkan calon ibu, n juga ibu2 kuat d negeri ini. Allahuakbar!!! 💪💪💪 salam semangat!!! Saya semakin semangat belajar us😍💪semoga demikian juga utk yg lainnya🤗

✍️ Ternyta, sy blm cukup bahagia🥺 tp sy semangat untuk menuju bahagia setiap saat💪😘😘

✍️ Terimakasih dr aisy yg sudah mengupas tuntas ttg hakikat kebahagiaan😘

✍️ Terimakasih Bunda Aisyah
Begitu terngiang-ngiang di telinga, “ketika berbicara dengan anak gadis tataplah matanya, lepas apapun yg sedang bunda lakukan”🥺
Ternyata masih harus banyak belajar untuk menjadi bunda yg lebih memahami anak gadisnya..

✍️ Bismillah..
Sharing Dr. Aisyah Dahlan Masyaallah Tabarakallah sangat mengena di hati untuk diterapkan, karena semua sudah ada dalam diri sendiri, namun lupa diaktifkan, jadi belum disadari. Kelembutan, kasih sayang dan senyum, doa ibu, itu semua karunia spesial dari Allah Swt teruntuk wanita. Untuk memudahkan saya menyimpulkan, sesungguhnya bersyukur dalam hidup itu adalah seperti menikmati makanan, pilihannya enak atau enak banget.😀🙏Semoga kita semua sering mendapat pencerahan dan ilmu yg bermanfaat, serta Allah Swt karuniakan kemampuan untuk mengamalkan. Aamiin Yaa Rabb.
Jazakumullah khoiron katsiro

✍️
MaasyaAllah Luar biasa Allahu Akbar😍✊
Asupan gizi ilmu yg menginspirasi, memotivasi dan menuntun diri menuju perbaikan diri, kualitas diri yg lebih baik, kepantasan diri menjadi istri dan ibu yg baik sholihah, memancarkan aura positif yg menenangkan, menceriakan, menghangatkan penuh cinta kasih sayang dan harapan yg lebih baik dan bersemangat.
Latihan utk bahagia (meskipun hati dlm ketidaknyamanan, kesedihan, kekecewaan, kelelahan) dimulai dg trik yg ringan, sedernaha nan menarik yaitu dengan *SENYUMAN*
mengingatkan diri akan keceriaan pribadi yg ramah, murah senyum, periang…jangan sampai watak aslinya baik terkalahkan dg hal2 yg membuat kita bersedih, kecewa dan marah berpanjangan😊😍

Jazakumullahu khair atas segala kebaikan n kebahagiaan ini😘❤️💐

✍️Assalamualaikum…
Salam kenal, saya Nurul.. Yogya…
Masyaalloh… Sangat tercerahkan sekali dengan materi yang diberikan oleh Bu Aisyah Dahlan… Terutama bahwa sinyal seorang ibu sangat berpengaruh pada sinyal anak… Nyambung.. masyaalloh.. selama ini ngga pernah memperhatikan… Lagi sedih pengen nangis, langsung saja nangis, walaupun sembunyi sembunyi, tapi pasti anak anak tau.. ummi sedang nangis… Astaghfirullah.. harus banyak banyak istighfar, SENYUM, banyak bersyukur…
Ternyata saya masih sering terjebak di fase nafs lawwamah.. terutama bila ingat kejadian kejadian tertentu.. astaghfirullah.. insyaallah mulai sekarang berusaha untuk selalu menerima dengan ikhlas, banyak bersyukur … doakan saya bunda…
Terimakasih atas pencerahannya… Terimakasih juga kepada Bu Ida dan panitia untuk menghadirkan acara ini…
Barokalloh..
Jazakumullah khoiron..
🙏🙏🙏🤗🤗🤗

 

*Dari semua materi hanya tiga yang Sakti catat, bahagia, syukuri dan istiqamah istighfar kunci sukses menghadirkan solusi*

✍️ Nge-zoom tadi jam 09.00 bersama dr. Aisyah Dahlan.

“Jika ingin mempunyai vibrasi yang positif, harus banyak tersenyum dan istighfar…kalau perlu disertai sholat taubat….” ucap dr. Aisyah Dahlan…

“Bahasa kasih kepada anak itu ada banyak… Ada anak yang senangnya dilayani, ada yang senangnya didengarkan, ada yang senangnya ditemani, ada yang senangnya disentuh, dan ada yang senangnya diberi hadiah… ”

“Panggilan pertama yang harus selalu direspon adalah panggilan suami. Tapi kalau anak dibandingkan yang lain-lain,, dahulukan anak dan tatap wajahnya saat ia bicara…”

“Jangan ceramahi anakmu ketika akan haidh dan di masa haidh-nya. Akan tetapi ceramahi mereka di masa suburnya. Kenapa? Karena ketika haidh dan di masa haidh-nya, anak cenderung mudah emosi dan menolak nasehat karena otaknya tegang. Kalaupun ia menuruti nasehat mamanya saat haidh biasanya nasehat itu hanya bertahan satu kali setelah itu menghilang akibat otaknya tegang.”

“Kebahagiaan keluarga bermula dari kebahagiaan sang ibu. Sang ayah dapat satu kebahagiaan karena ia bisa selaras dengan sang ibu karena hubungan badan. Dan sang anak bisa tiga kali lebih besar kebahagiaannya saat sang ibu bahagia karena ada ikatan rahim diantara mereka… Karena sang anak pernah ada di rahim sang ibu… Jadi apa yang dirasakan pada sang ibu dapat menular pada sang anak…”

“Emosi ibu semakin baik, akan semakin naik tangga vibrasi positifnya. Sedangkan jika emosinya semakin buruk, maka semakin turun tangga vibrasi positifnya. Terutama untuk ibu yang depresi, tangga vibrasi positifnya turun terlalu banyak, maka untuk naik ke atas lagi perlu melalui tangga yang banyak. Biar cepat naik gimana? Dengan banyak senyum dan istighfar, kalau perlu lakukan juga sholat taubat…”

“Asupan berita positif bisa juga sangat mempengaruhi emosi sang ibu. Maka Berhati-hatilah dalam memilih asupan berita terutama asupan untuk otak…”

“Asupan negatif itu biasanya tidak akan langsung direspon oleh otak kita kecuali setelah tiga kali terjadi pengulangan. Bagaimana jika sudah terlanjur? Jika sudah terlanjur, lebih baik kita beristighfar…. ”

“Setiap orang memiliki karakter pembawaan. Sadari dan terima dulu karakter pembawaan kita tersebut, mohon kepada Allah agar dapat mempergunakannya dalam kebaikan. Jika karakter negatif kita sedang datang, istighfar, ucapkan kalimat istirja, mohon petunjuk kepada-Nya serta mohon pertolongan dari-Nya…minta kebaikan di dalamnya…”

 

✍️ Nge-zoom tadi jam 09.00 bersama dr. Aisyah Dahlan.

“Jika ingin mempunyai vibrasi yang positif, harus banyak tersenyum dan istighfar…kalau perlu disertai sholat taubat….” ucap dr. Aisyah Dahlan…

“Bahasa kasih kepada anak itu ada banyak… Ada anak yang senangnya dilayani, ada yang senangnya didengarkan, ada yang senangnya ditemani, ada yang senangnya disentuh, dan ada yang senangnya diberi hadiah… ”

“Panggilan pertama yang harus selalu direspon adalah panggilan suami. Tapi kalau anak dibandingkan yang lain-lain,, dahulukan anak dan tatap wajahnya saat ia bicara…”

“Jangan ceramahi anakmu ketika akan haidh dan di masa haidh-nya. Akan tetapi ceramahi mereka di masa suburnya. Kenapa? Karena ketika haidh dan di masa haidh-nya, anak cenderung mudah emosi dan menolak nasehat karena otaknya tegang. Kalaupun ia menuruti nasehat mamanya saat haidh biasanya nasehat itu hanya bertahan satu kali setelah itu menghilang akibat otaknya tegang.”

“Kebahagiaan keluarga bermula dari kebahagiaan sang ibu. Sang ayah dapat satu kebahagiaan karena ia bisa selaras dengan sang ibu karena hubungan badan. Dan sang anak bisa tiga kali lebih besar kebahagiaannya saat sang ibu bahagia karena ada ikatan rahim diantara mereka… Karena sang anak pernah ada di rahim sang ibu… Jadi apa yang dirasakan pada sang ibu dapat menular pada sang anak…”

“Emosi ibu semakin baik, akan semakin naik tangga vibrasi positifnya. Sedangkan jika emosinya semakin buruk, maka semakin turun tangga vibrasi positifnya. Terutama untuk ibu yang depresi, tangga vibrasi positifnya turun terlalu banyak, maka untuk naik ke atas lagi perlu melalui tangga yang banyak. Biar cepat naik gimana? Dengan banyak senyum dan istighfar, kalau perlu lakukan juga sholat taubat…”

“Asupan berita positif bisa juga sangat mempengaruhi emosi sang ibu. Maka Berhati-hatilah dalam memilih asupan berita terutama asupan untuk otak…”

“Asupan negatif itu biasanya tidak akan langsung direspon oleh otak kita kecuali setelah tiga kali terjadi pengulangan. Bagaimana jika sudah terlanjur? Jika sudah terlanjur, lebih baik kita beristighfar…. ”

“Setiap orang memiliki karakter pembawaan. Sadari dan terima dulu karakter pembawaan kita tersebut, mohon kepada Allah agar dapat mempergunakannya dalam kebaikan. Jika karakter negatif kita sedang datang, istighfar, ucapkan kalimat istirja, mohon petunjuk kepada-Nya serta mohon pertolongan dari-Nya…minta kebaikan di dalamnya…”

“Cara mengajarkan empati kepada anak adalah dengan mencontohkan langsung kepadanya disertai doa yang tiada putusnya kepada Allah SWT… Namun jika anak tidak mau berempati juga, maka…

1. Sang ibu harus tetap lemah lembut dan tidak kasar.
2. Memaafkan anaknya dan memohonkan ampun atasnya kepada Allah SWT.
3. Bermusyawarah dengan anak tentang perkara yang dipersoalkan.
4. Sang ibu tidak boleh plin-plan.
5. Bertawakal kepada Allah SWT.”

 

*Dari semua materi hanya tiga yang Sakti catat, bahagia, syukuri dan istiqamah istighfar kunci sukses menghadirkan solusi*✍️

Tinggalkan Balasan