Golongan Beruntung

Edukasi473 Dilihat

GOLONGAN BERUNTUNG

Tergelitik oleh tulisan di FB Muhammad Iqbal Vicry yang berjudul Wifi Error. Beliau mengemukakan wifi gratis adalah salah satu fasilitas yang menjadi acuan saat hendak menentukan tempat untuk makan atau ngumpul-ngumpul.

 

Fakta ini tak bisa, dipungkiri. Nyaris setiap cafe, restoran bahkan warung kopi sederhana di pinggir jalan menyediakannya sebagai salah satu trik mengundang pengunjung. Harapan pengelola atau pemilik warung wifi gratis mampu membuat pelanggan betah bertahan berlama-lama di tempat. Meski menu yang dipesan hanya secangkir kopi plus kentang goreng. Bisa dipastikan tidak sebanding dengan lamanya nongkrong.

 

Saat tiba-tiba wifi error, mendadak mati, atau sinyal lemah pelanggan bisa dipastikan kecewa. Ada yang protes, ada yang langsung angkat kaki karena miskin kuota. Kebanyakan mengandalkan hotspot dari teman atau wifi gratisan.

 

Dalam tulisan Muhammad Iqbal Vicry mengingatkan dengan mengutip perkataan Umar Khattab, “Nikmah terbaik setelah Islam adalah teman yang sholeh”. Pertemanan adalah salah satu faktor yang menentukan karakter kita. Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Katakan kepadaku siapa temanmu, akan aku sampaikan siapa dirimu”.

 

Jika kita berteman dengan penjual parfum maka kita akan merasakan serta menikmati wangi parfum yang dijual. Bahkan badan kita akan ikut menjadi wangi. Sedangkan jika berteman dengan pandai besi maka kita harus siap untuk terkena percikan api yang besar kemungkinan melubangi pakaian kita atau malah melukai kulit kita.

 

Teman yang baik bukan hanya mereka yang tetap ada saat orang lain meninggalkan kita. Teman yang baik adalah mereka selalu mengingatkan kita kepada Allah. Mereka yang menegur kita saat salah bukan malah membenarkan kita dengan dalih sungkan atau khawatir dapat merusak pertemanan.

 

Mereka yang membawa aura positif yang bisa menulari kita dan juga kita tuai manfaat darinya. Teman yang baik jika berada di sisinya, semangat kita untuk beribadah semakin menguat apalagi di saat kita sedang ‘futur’ atau malas-malasan.

 

Perumpamaan teman yang baik bagaikan wifi dengan sinyal kuat yang gadget bisa memanfaatkannya untuk mengoptimalkan fungsinya.

 

Mereka yang lemah iman jika bertemu dengan teman yang tak baik bagaikan hape dengan sinyal lemah tanpa dukungan wifi. Kita tak bisa memanfaatkan hape tersebut kecuali sedikit. Maka mari kita cari teman yang sholeh yang akan mengajak kita menuju keridhaan Allah. Teman yang menambah semangat kita untuk beribadah kepada Allah khususnya di saat iman kita sedang menurun.ulisan beliau di Ramadhan hari kelima ini, semoga mampu menguatkan kita menolak dan menjauhkan diri dari lingkungan yang tidak baik. Istikamah menggolongkan diri sebagai hamba Allah yang beruntung, hari ini lebih baik dari hari kemarin Aamiin.

Tinggalkan Balasan