

Sebenarnya, malam ini saya ingin menuliskan tentang pembelajran jarak jauh yang saya alami. Tapi karena mala mini, acara yang dibahas sangat menarik, maka penulisan tentang PJJ saya tunda dulu ya, saya ingin merekam jejak yang dipaparkan oleh Bapak Agus Hari Prakoso, beliau ahli dalam AN AKM.
Mengikuti webinar tentang AKM di grup wa gelombang menulis saya ikuti dengan tidak sengaja. Malam itu, ketika jari jemari memilih grup yang akan dibaca lebih dulu, mumpung malam minggu saatnya santai. Ketika membuka grup wa gelombang menulis, ternyata ada webinar. Langsung saya klik. Ternyata acara masih berlangsung, padahal saya sudah terlambat satu jam dari jadwal yang sudah ditentukan. Otomatis, saya tidak dapat mendengar acara sebelumnya, ketika materi dipaparkan.
Saya langsung mendengarkan apa yang dipaparkan, mengenai AKM. Yang sedang dibahas saat itu adalah tentang bentuk soal AKM. Tentu saja bagi saya ini menarik, karena saya sendiri masih belum terlalu paham tentang AKM. Belum ada pelatihan dan diklat yang khusus membahas AKM. Karena saya mengikuti acara ini terlambat, maka saya harus menunggu videonya di share. Alhamdulillah, sudah di share Om Jay di grup belajar menulis.
Berawal dari hasil angket yang di share sebelum acara, ternyata banyak juga yang belum memahami tentang AKM. Ternyata bukan cuma saya, hehehehe…Tentu saja, harapan saya ada pelatihan atau diklat yang membahas khusus tentang AKM
Asesmen nasional tidak hanya membicarakan factor kognitif tapi juga factor non kognitif. Ada sepuluh top skill di tahun 2020, yaitu
- Compelx problem solving
- Critical thinking
- Creativity
- People management
- Coordinating with other
- Emotional intelligence
- Judgement and decision making
- Service orientation
- Negotiation
- Cognitif Rexibility
Sebenarnya, sosialisasi tentang AKM sudah sering dilakukan. Bentuk soalnya seperti apa, dan bahkan juga pernah sudah diuji cobakan ke Bapak/Ibu Guru, termasuk saya. Namun, untuk mengetahui lebih jauh tentang AKM, baru malam ini. Meski kegiatan hanya berlangsung 1,5 – 2 jam, ilmu yang didapat sangat luar biasa. Apalagi jika diadakan diklat secara khusus, beberapa hari, membahas tentang AKM. Hehehehe…
Sosialisasi tentang AN AKM PLUS menggunakan slogan SIAP. Artinya Sistematis Integratif Adaptif Proporsional.
Fenomena umum dalam menghadapi AKM
- Pengganti dan Mindset UN
- Cemas vs Santai
- Fokus pembuatan Soal
- Fokus AKM untuk siswa
- Fokus ke penilaian vs pembelajaran
- Memersiapkan pelatihan HOTS
- Melakukan try out AKM
- Menyelenggarakan BImbel
- Bagaimana Reformasi Pembelajaran
Tujuan Pengembangan pada kurikulum 2013 adalah memberi jawaban terhadap permasalahan terkait K 2006 yang bertujuan mendorong siswa lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar dan mengomunikasikan apa yang diperoleh/diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran. Inilah salah satu landasan kita terhadap AN AKM. Tentu saja hal ini berkaitan dengan metode pembelajaran. Wah, balik lagi deh, tentang metode pembelajaran. Ada beberapa metode pembelajaran yang berkaitan dengan observasi, bertanya, bernalar seperti problem based learning, inquiry, dan banyak lagi yang lainnya, yang sedikit banyak berkaitan dengan AKM
Beberapa strategi pembelajaran yang perlu dilakukan pada siswa berkaitan dengan AN-AKM adalah dengan latihan berpikir kritis. Apa yang harus dilakukan agar siswa memiliki skill berpikir kritis?
Pertama adalah mengajukan pertanyaan. Pertanyaan terbuka memungkinkan siswa untuk memcahkan masalah dan berpikir sendiri. Ketika siswa mampu bertanya dan memecahkan masalah, akan memungkinkan siswa memiliki kebanggaan diri .
Kedua, mendorong pengambilan keputusan. Mengapa hal ini diperlukan dalam pembelajaran? Hal ini berkaitan dengan soal-soal tentang refleksi dan evaluasi. Disini ada unsur pengambilan keputusan sebanyak mungkin. Membudayakan untuk berpikir kritis dan reaktif.
Ketiga, bekerja dalam kelompok. Ini penting, bagaimana membangun kolaborasi.Dalam strategi pembelajaran, kerja kelompok seperti apa yang telah dilakukan.
Keempat, Menggabungkan dua sudut pandang yang berbeda. Dalam hal ini Anda dituntut bukan hanya mampu mendengarkan tapi juga mampu menggabungkan sudut pandang yang berbeda. Misalnya, dalam membuat soal yang terkait dengan membuat kesimpulan. Membuat kesimpulan, merupakan salah satu bagian dalam critical thinking.
Kelima, menghubungkan berbagai ide. Menurut beliau, menghubungkan berbagai ide merupakan kunci untuk mengajarkan pemikiran kritis. Misalnya ditampilkan dua stimulus yang berbeda, kemudian siswa diminta menghubungkan antara kedua stimulus itu. Apakah ada kaitannya atau tidak.
Keenam, menginspirasi kreativitas. Jika Anda mendengar kata kreativitas, tentunya Anda berimajinasi tentang sesuatu yang baru. Siswa juga dapat membuat penemuan, menulis cerita atau puisi, membuat permainan, dan sebagainya. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah project based learning. Apakah Anda sudah menerapkannya?
Ketujuh, Brainstorming. Dengan menggunakan alat pemikiran orisinal dan diskusi kelas, sangat bagus digunakan sebagai latihan untuk berpikir kritis. Ketika berdiskusi, diskusi yang bermutu, dan memiliki landasan empiris. Dan ini akan menjadi inspirasi bagi siswanya.
Wah, ternyata banyak ilmu baru yang didapat dengan mengikuti webinar ini. Padahal yang saya tulis ini baru pendahuluan saja, belum masuk ke kerangka AN-AKM. Satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul buat kita, Anda dan saya. Jika Anda menginginkan siswa mampu berpikir kritis, apakah Anda juga mampu berpikir kritis? Dan jika Anda menginginkan siswa mampu menghubungkan ide, apakah Anda juga ?
Segini dulu ya, menulisnya. Dah banyak, mudah-mudahan masih ada waktu menuliskan tentang kerangka AN-AKM, intisari dari webinar ini. Semangat yaaa….. ( Mohon doanya, mohon komentarnya, agar saya terus memperbaiki tulisan- tulisan saya. Terima Kasih )
![]()
# AN #AKM







