Katak Yang Tuli (6)

Terbaru331 Dilihat


SUHARTO MTSN 5 JAKARTA
Ada sekelompok katak mengikuti sayembara menaiki tangga menara. Berbagai jenis katak semua hadir dalam perlombaan tersebut. Masing-masing katak membawa suporter hingga membuat suasana lomba menjadi ramai.

Masing-masing suporter menjagokan peserta lomba yang diusungnya. Terkadang dari suporter yang lain suka melontarkan sesuatu yang membuat lawan terusik dibuatnya.

Keluarlah kata-kata yang tidak sedap didengar oleh telinga lawan ejekan, cibiran dan hinaan terkadang mewarnai perlombaan tersebut.
Ada seekor katak yang menjadi sasaran hinaan dari suporter lain.


“Ya, bentuk seperti itu mau ikut,” ejek suporter
“Ya, tidak bakal menang,” ejek suporter lain.
“Ya, paling satu tangga menara jatuh,” ejek suporter yang lain lagi.


Berbagai ejekan dia tidak tanggapi dengan serius, semua ejekan yang merendahkan dicuekin saja, dia terus fokus pada perlombaan, satu demi satu anak tangga dia lompati. Dan pada akhirnya dia mencapai finis lebih dahulu dari yang lainnya. Ejekan demi ejekan dia hiraukan saja hingga dia menjadi sang juara dalam perlombaan tersebut.
Usut punya usut ternyata katak itu tuli hingga dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh suporter peserta lomba.


Kisah di atas tentang fokus pada suatu tujuan yang menghantarkan sebuah keniscayaan dari sebuah kemustahilan, bisa kita jadikan pembelajaran dalam melakukan segala sesuatu yang hendak kita capai.


Fokus pada tujuan dan membiarkan ocehan yang menghadang adalah salah satu kunci kesuksesan dalam menggapai sesuatu yang kita inginkan.


Ingat hidup itu tidak selalu lurus laksana mistar. hidup ini berliku-liku. kadang mendaki bukit, kadang menuruni lembah, dan terkadang tenggelam di tengah lautan luas. Banyak gelombang dan badai yang siap menghadang dan menghancurkan mimpi-mimpi kita. Semua itu bisa kita taklukkan dengan tetap fokus pada tujuan, tetapi ada yang lebih dahsyat dari itu semua, yaitu melawan apa yang ada pada diri kita. Takut gagal, malas, pesimis, dan sejuta unsur negatif ini harus kita taklukkan, jika ini tak mampu kita taklukkan, maka kitalah yang ditaklukkannya.


Sering kita dapati atau itu terjadi pada diri kita sendiri, ketika kita ingin melakukan sesuatu banyak orang-orang di sekitar kita yang meragukan kemampuan kita, bahkan terkadang menyindir atau mencibir dengan perkataan yang menyakitkan. Terkadang hal itu bisa mematahkan semangat kita bahkan menghancurkan mimpi-mimpi kita. Hal ini sudah lumrah dalam hidup ini. Tetap fokus pada tujuan, biarkan ocehan mereka, anggap ocehan itu sebagai pemantik kita untuk lebih semangat untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Suatu saat mereka akan bangga dan membela kita. Ingat semua akan menjadi indah pada saatnya.


Janganlah membalas ocehan hinaan orang lain kepada kita, jika kita balik melawan maka orang terbut adalah guru kita.
“Apapun yang kita putuskan, orang-orang tetap saja demikian. Jadi, biarkan saja orang-orang sibuk dengan masalah mereka sendiri. Kita memilih fokus terus melakukan yang terbaik dan terus memperbaiki diri.”-Tere


Mari kita belajar dari Rasulullah, bagaimana pada masa awal Rasulullah dicaci, dihina, dan bahkan hendak dibunuh. Beliau tetap fokus pada dakwah menyebarkan Islam dan akhirnya orang yang mengejek dan bahkan ingin membunuhnya berbalik membela Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam.
Firman Allah.

,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُن“

Artinya:“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

Demikian, tetap fokus pada tujuan jangan dengarkan pembicaraan orang lain dan terus melakukan sesuatu yang menjadi tujuan kita. Halang rintang dalam mencapai tujuan itu pasti ada, semuanya bagaikan bumbu-bumbu penyedap sebuah kesuksesan.

Tinggalkan Balasan