
Sekarang ini hampir dipastikan setiap bulan ramadhan acara buka bersama alias bukber menjadi salah satu agenda banyak orang.
Lihat saja di media sosial berseliweran postingan acara bukber, bahkan baru memasuki Minggu pertama bulan puasa saja undangan untuk bukber sudah ramai.
Sepertinya bukber ini akan terus berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Seolah sudah menjadi salah satu tradisi sebagian besar orang Indonesia.
Dari pantauan saya, bukber biasanya dilaksanakan dengan orang-orang terdekat saja atau orang-orang terkasih dalam artian hanya lingkup keluarga. Maafkan jika saya salah.
Namun seiring perkembangan zaman termasuk perkembangan teknologi, bukber dilaksanakan tak hanya dengan keluarga inti, tetapi merambat ke teman-teman dekat saja, makin kesini bersama teman satu alumni sekolah atau kampus, satu kantor, bahkan satu daerah.
Menarik memang, karena bukber dapat menjadi ajang reuni atau temu kangen yang mengasyikkan bagi mereka yang sudah lama tak jumpa karena aktivitas masing-masing.
Tetapi akan sangat disayangkan, jika acara bukber menjadi mirip-mirip dengan acara arisan.
Mengapa saya katakan demikian? Biasanya di acara arisan, arisan manapun. Apakah itu arisan ibu-ibu komplek, arisan ibu-ibu sosialita, arisan keluarga dan yang lainnya, tak jarang kita lihat menjadi ajang pamer tentang banyak hal, pun arena bergosip ria.
Nah, tak sedikit di acara bukber hal serupa terkadang terjadi meskipun tidak secara keseluruhan. Karena menyoal pamer atu bergosip memang tergantung manusianya.
Imbasnya ada orang yang enggan menghadiri bukber bersama teman-teman dengan alasan tersebut karena tidak ingin menodai hakikat dari bulan ramadhan.
Saya termasuk yang sering diundang teman-teman untuk bukber meskipun saya tidak ikut berpuasa, dan saya berusaha untuk saling menghormati.
Dan harus selektif melihat siapa dan dari mana yang mengadakan bukber karena dikawatirkan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip kita dalam arti menodai hakikat di bulan puasa.
Bukankah berbuka adalah momen yang dinantikan setelah lebih dari 12 jam menahan rasa haus, lapar dan nafsu lainnya?
Sementara Bulan Ramadan adalah bulan yang suci bagi umat Muslim dan diwajibkan melakukan ibadah puasa.
Maka wajib bagi kita untuk menghormati dan jangan sampai salah tempat dalam mengikuti bukber.







